
Saat ku mendengar kan percakapan suami dan mertua ku, di teras depan rumah, seketika air mata ku jatuh membasahi pipi. Rasa nya aku belum percaya dengan apa yang ku dengar, rasa nya hati ini sedih namun dalam hati yang paling dalam, aku sangat bahagia.
"Anton pergi kerja duluh ya ma?. Nanti kita sambung lagi obrolan kita.
"Ya. Hati-hati kamu." jawab mama nya
Dewi pun segera kembali ke dapur, melihat mertua nya sedang berjalan ke dalam rumah.
Seperti biasa nya,aku membereskan dapur slalu bersama putri kecil ku. Tapi kali ini berbeda, mertua ku datang menghampirin ku, tanpa berbicara, dia langsung mendorong stroller milik Nayla untuk di bawak nya ke teras. Aku yang sudah mendengar kan percakapan mertua dan suami ku tadi menjadi mengerti akan perubahan mertua ku ini.
..................
"Ton."
Panggil Gunawan yang baru saja akan masuk kedalam kantor, saat melihat Anton sedang berdiri di depan pintu masuk kantor.
"Kurang enak badan aku. Pulang dari meeting kemarin, ban aku bocor, yang bikin sial nya lagi, hujan nya gede-gede banget." Jawab Anton yang lagi-lagi berbohong.
"Ala... Aku pikir karna uda lama gak kenak." Ledek Gunawan, yang menarik nya masuk kedalam kantor.
Maklum aja, Anton dan Gunawan sangat akrab, bagai mana tidak mereka saling mengenal sejak dari SMP sampai sekarang bisa satu kantor.
"Bagaimana kalau nanti,kita makan siang di cafe depan kantor kita?." Ajak Gunawan, sambil berjalan menuju ruangan mereka.
"Emang nya ada Cafe di depan kantor?." Tanya Anton.
"Jadi selama ini mata mu kemana aja Ton?." Ucap Gunawan sambil menertawakan Anton yang tidak melihat cafe sebesar itu.
" Ya uda la, aku telpon Dewi duluh tapi." Jawab Anton.
"Sip...."
Saat akan memasuki ruang kerja mereka masing-masing, terdengar suara yang memanggil mereka dengan lembut.
"Gunawan... Anton, jam segini y kalian baru datang ke kantor." seorang wanita berpakaian sangat rapi menghampirin mereka.
"A...!!, kamu rupanya Del." aku pikir ada cewek seksi dari mana yang datang." Ujar Gunawan.
"Gak usa banyak omong. Aku mau kasih tau, nanti jam 9 ada rapat ya." Jawab ketus Adelia yang langsung beranjak dari tempat mereka.
Anton dan Gunawan langsung masuk keruangan mereka setelah Adelia beranjak pergi.
__ADS_1
......................
Jam masih menunjukan pukul 8 lewat, tapi Anton sudah keluar dari ruangan nya.
"Wan, ayok." Ajak Anton, sembari membuka pintu.
"Tidak terlalu cepat kita pergi?." Tanya Gunawan berjalan menuju Tempat Anton berdiri.
"Ruang meeting uda agak jauh, sebaik nya kita pergi lebih awal aja, dari pada nanti telat di marahin bos." Jawab Anton.
Saat Anton dan Gunawan tiba, semua peserta rapat sudah terlihat duduk dengan rapi. Merekapun langsung duduk di kursi yang kosong.
"Apa semua sudah berkumpul?
"Sudah pak," Jawab sekretaris .
"Baik la, Rapat akan segera kita mulai.
Terlihat para petinggi dan pejabat perusahaan dalam meeting kali ini.
"Maaf sebelum nya, kenapa kita mengadakan rapat yang sangat mendadak ini, saya selaku pimpinan perusahaan ini, akan menyampaikan beberapa hal dan mungkin sangat penting bagi perusahaan kita." Ucap pak Baskoro.
"Baik la, saya persingkat saja, mulai saat ini saya mengundurkan diri dari jabatan saya." Ucap pak Baskoro yang sudah terlihat sangat tua.
Haaaaaa.....
Semua yang ada di ruangan merasa kaget dengan pengunduran diri pimpinan nya yang sangat ramah pada karyawan nya dan tidak pernah membandingkan atasan dan bawahan nya.
"Dan nanti akan di gantikan dengan pimpinan yang baru, bahkan lebih mudah dari saya." Kata pak Baskoro.
para peserta rapat pun di buat bingung dan bertanya-tanya, siapa kah pengganti pak Baskoro. Apakah nanti nya akan seperti pak Baskoro, pemimpin yang sangat ramah dan baik hati.
"Saya tau, Kalian pasti bertanya-tanya, siap yang akan menggantikan saya." Ucap pak Baskoro yang membuat para peserta di buat penasaran.
Tidak lama seorang wanita yang sangat anggun datang membuka ruang meeting, membuat para anggota rapat memandang kepada sosok wanita yang ada di depan pintu.
"Iya dia yang akan menggantikan saya." Ucap pak Baskoro.
Dengan menggunakan pakaian yang sangat rapi, wanita itu berjalan dengan elegan, menuju kursi pak Baskoro.
"Kemari nak!." panggil pak Baskoro dengan sebutan nak.
__ADS_1
Banyak dari mereka mengagumi kecantikan anak pak Baskoro, tidak terkecuali Anton yang terpesona dengan kecantikan nya.
"Kenal kan Ini anak saya, Heny Baskoro. Dia yang akan menggantikan kedudukan saya di perusahaan ini." Ucap pak Baskoro.
Singkat cerita, Setelah anak pak Baskoro memperkenal kan diri,rapat pun di tutup. Mereka kembali keruangan mereka masing-masing.
Namun perbincangan kecil para karyawan atas pimpinan yang baru tidak henti-hentinya, di karenakan sosok kecantikan dan kewibawaan Hany Baskoro yang sangat tersihir bagi siapa saja yang melihat nya.
...................
Pukul 12....
Jam istirahat kantor pun tiba,para karyawan berbondong-bondong terlihat memadati kantin yang ada di belakang kantor.
Sedang kan Gunawan dan Anton memilih rencana mereka semula, datang ke cafe sebrang kantor yang di pilih mereka untuk menghabis kan jam istirahat.
Sesampai nya di cafe, mereka langsung memesan makan siang mereka tidak lupa dengan segelas air hangat.
"Aku baru tau kalau pak Baskoro punya anak secantik itu." Ujar Anton.
"Waduh...! Bukan nya Dewi yang paling cantik, dia kan istri mu." Jawab Gunawan dengan berusaha meledek Anton.
"Itu la kamu, baru aku bicara seperti itu uda lain aja pikiran nya." Jawab Anton yang kesal dengan Gunawan.
Gunawan tidak menggubris omongan Anton yang ada di sebelah nya, dia sibuk melihat ke arah depan kantor, yang kebetulan Gunawan duduk berhadapan ke arah kantor mereka.
"Hei... Gun.... Gun...!, apa yang kamu lihat." Tanya Anton yang berulang kali memanggil nya.
"Ya coba kamu lihat aja, siapa yang di depan kantor kita.
Terlihat dari kejauhan Sofia yang baru saja turun dari mobil nya, dan berjalan menuju dalam kantor.
"Aku heran lihat perempuan satu itu, di pikir itu kantor bapak nya apa!?, datang seenak nya aja." Ucap Gunawan yang mulai risi melihat Sofia.
"Bukan kamu aja, Aku apa lagi." Jawab Anton.
"Mendingan kita duduk di pojok sana tu, biar gak kelihatan dia. Males banget aku ada dia." Ujar Gunawan.
Mereka ber 2 langsung cepat-cepat pindahkan makanan dan minuman mereka, agar tidak terlihat dengan Sofia. Terlebih Anton, yang sejak kejadian kemarin rasanya tidak ingin bertemu lagi dengan Sofia. Kalau pun Sofia menghampirin mereka, pasti nanti Gunawan akan mengetahui semuanya.
..................
__ADS_1