
Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore, kantor terlihat sudah sepi, tidak ada lagi karyawan yang berlalu lalang keluar kantor, terlihat di parkiran masih ada Anton dan Gunawan yang sejak tadi belom juga beres membetulkan mobil teman nya itu.
Anton yang kelihatan nya hampir menyerah dengan kondisi mobil yang belom juga bisa dia betulkan, tiba-tiba terdengar suara telpon dari saku celananya.
"Wan. coba tolong kamu ambil kan, telepon genggam ku di saku celana sebelah kiri." Perintah Anton yang meminta tolong Gunawan.
Gunawan langsung mengambil telpon genggam milik Anton.
"Istri kamu ni." Ucap Gunawan.
Anton merintahkan Gunawan agar mengangkat telpon nya, dan berbicara langsung dengan Dewi, Karna dia tau pasti istri nya ingin bertanya kenapa dia belom sampai juga ke rumah. Lagi pula dengan kondisi tangan Anton yang kotor dan tidak memungkin kan untuk memegang telpon nya.
G:"Halo Wi!." Ucap Gunawan.
D:"Loh. Mas Anton nya mana?." Tanya Dewi.
G:"Maaf Wi, aku pinjam suami kamu sebentar ya?! tenang aja, seperti biasa aku bakalan jagain suami kamu la." Jawab Gunawan.
D:"Memang nya kalian di mana?, terus kenapa belom pulang juga." Tanya Dewi kembali.
G:"Mobil aku mogok, jadi aku minta bantuan sama suami kamu Wi. Kamu gak marah kan?. Ini kami masih di depan kantor." Jawab Gunawan yang meminta izin pada Dewi.
D:"Ya sudah gak apa, yang penting jangan sampai malam ya." Jawab Dewi kembali.
G:"Ok!" Dan mengakhiri tlpon nya.
Gunawan langsung mengembalikan tlpon genggam milik Anton ketempat semula.
"Wan. Aku nyerah lah!" Ujar Anton.
"Terus mobil ku?." Tanya Gunawan.
"Kamu tinggal aja di kantor, besok baru kita panggil montir untuk betulin mobil kamu. Kamu biar aku antar pulang." Jawab Anton.
Mereka pun melanjut kan langkah nya ke mobil Anton yang terparkir tidak jauh dari mobil Gunawan. Dan seketika itu juga, mereka meninggal kan kantor. Dengan rasa kesal Gunawan terpaksa meninggal kan mobil nya di kantor.
__ADS_1
Sesaat Anton menghela nafas panjang, saat dia melihat baju kerja nya yang sangat kotor dengan banyak noda hitam di pergelangan tangan baju nya.
"Lihat ni baju ku. Di pikir istri ku uda ganti profesi aku." Gurau Anton.
"Ah.... Baru juga sekali ini minta tolong, kawan nya uda ngeluh." Jawab Gunawan.
"Bercanda aku, gitu aja marah. Uda macem perempuan aja la." Ucap Anton.
Singkat cerita. Anton yang sudah mengantar Gunawan pulang kerumah nya, dan dia juga sudah membelikan sesuatu buat istri dan mama nya dirumah, ia pun langsung buru-buru untuk sampai ke rumah melihat jam sudah menunjukan pukul 5 sore.
Saat sampai di rumah nya, ia di sambut oleh istri nya yang melihat dirinya dengan rasa heran.
"Ya ampun mas? Kotor sekali kamu." Ucap heran istri nya.
Anton menarik nafas panjang nya sesaat sampai rumah.
"Eehhmmm.....! Tadi benerin mobil Gunawan, itu pun belom bisa juga." Jawab Anton yang terlihat sangat lelah.
Anton yang melihat anak nya yang sudah mulai aktif menggoyangkan kaki dan tangan nya, bahkan tersenyum, dia pun langsung ingin mencium dan mencubit pipi anak nya,tapi terhalang tangan istrinya yang dengan sigap menyingkirkan tangan Anton.
"Aku kan kangen sama anak kita lo sayang?." Ucap Anton yang bernada memohon.
Anton pun menurut omongan istri nya, dia langsung beranjak pergi membersihkan seluruh tubuh nya yang penuh dengan kotoran.
*
*
*
Pukul 8 malam
Saat malam tiba. Cuaca terasa dingin, meski baru menunjukan pukul 8 malam. Hidangan makan malam sudah tertata rapi di meja bulat, menu makanan malam ini terlihat lebih sedikit di bandingkan sebelum nya. Hanya ada nasi goreng, tempe goreng, lalapan dan ayam goreng, dan tidak ketinggalan kerupuk dan ikan asin yang wajib ada di atas meja makan.
"Uda dong sayang?! Nayla kan sudah tidur, jangan kamu ganggu lagi dia." Ucap Dewi.
__ADS_1
"Iya sayang, habis dia kalau tidur bikin gemes sih!." Jawab Anton dengan raut wajah bahagia.
"Makan malam sudah siap tu, ayok kita makan." Ajak Dewi yang menarik tangan suami nya, yang seperti enggan beranjak meninggal kan putri kami sendiri.
Saat mereka sampai di meja makan, Anton yang melihat nasi goreng di atas meja buatan istri nya langsung tidak sabar untuk mencoba nya. Namun sesaat dia terdiam seperti ada yang kurang makan malam hari ini. Anton pun baru tersadar, bahwa sedari tadi dia tidak melihat mama nya dirumah ini.
"Mama kemana ya sayang?! dari tadi aku kok gak dengar suara mama atau melihat nya." Tanya Anton yang sedang mengambil air minum.
"Ya ampun, aku lupa kasih tau kamu. Tadi tu tante kamu datang kerumah, mau ajak ibu kamu ketempat tetangga mereka pesta. Mungkin 3 hari ibu di rumah tante." Jawab Dewi, yang sedang mengambil kan makan buat suaminya.
Dewi dan Anton melanjutkan makan malam mereka, setelah menghabiskan makanan nya, Dewi segera membersihkan piring bekas makanan mereka. Setelah semua terlihat beres dan rapi, Dewi kembali kekamar nya, yang sudah ada Anton tertidur di samping buah hati mereka.
..................
Keesokan harinya sepasang suami istri masih terlelap dalam tidur nya. Nayla putri mereka terlihat sudah membukakan mata dan menggerakkan kaki , tangan nya seperti memberi isyarat bahwa ia sudah terbangun dari tidur. Namun kedua orang tuanya tetap tidak merasakan kalau putri mereka sudah terbangun, dan saat putri mereka menangis dengan kencang, spontan Anton dan Dewi terjaga dari tidur mereka, dan melihat jam menunjukan pukul 7 pagi.
Oeekkk..... oeekkk.... oeekkk...
"Ya allah Nayla! Maafin ibu. Ibu gak tau kamu sudah terbangun." Ucap Dewi yang langsung mengangkat putri kecil nya, dan Anton berada di samping Dewi yang ikut berusaha menenangkan putri nya.
Nayla langsung terdiam dalam dekapan ibu nya. sedangkan Anton pergi untuk bersiap-siap mandi. Beberapa saat kemudian Anton sudah siap membersihkan badan nya, dan bersiap-siap pergi kekantor.
"Mas, kamu gak sarapan duluh."Ucap Dewi yang masih menggendong Nayla.
"Aku sarapan di kantor aja. Lagian kamu kan belom masak!." Jawab Anton yang terburu-buru.
"Hati-hati sayang!" Teriak Dewi.
Anton langsung berjalan ke garasi mobil nya, dan langsung tancap gas, sampai-sampai dia lupa memanaskan mobil nya, dan dia memutus kan berhenti sebentar untuk memanas kan mobil nya terlebih dahulu.
Sesaat Anton teringat dengan Gunawan yang harus dia jemput juga. Baru pun juga Anton terpikirkan dengan Gunawan, Di lihat nya Gunawan sudah menelpon nya berulang-ulang kali. Anton pun dengan cepat menelpon balik Gunawan yang sudah menunggu nya.
A:"Kamu masih di rumah kan? Ini aku jalan kerumah kamu." Tanya Anton.
G:"Gak usah lagi. Aku uda di kantor ni, habis kamu kelamaan." Jawab Gunawan.
__ADS_1
5 menit berlalu, dan Anton benar-benar telat masuk kantor. Padahal hari ini dia ada meeting, dengan buru-buru Anton yang sudah sampai di kantor, langsung menuju ruang meeting dengan berlari.
....................