
Mendengar kesaksian Bilal, membuat Sandy begitu terkejut akan hal tersebut. Bagaimana mungkin kliennya bisa mengakui hal tersebut tanpa adanya paksaan.
"Mohon yang mulia, kami sungguh keberatan dengan pernyataan saudara Bilal. Bagaimana mungkin seorang bisa mengakui hal yang sama sekali tidak ia lakukan tanpa adanya paksaan!" tepisnya seketika berdiri dari duduknya.
"Ijin yang mulia, baiknya saudara Sandy tidak menyela pernyataan dari pihak saksi kami..." sahut Arab yang tak kalah menentangnya.
Hakim pun mengetuk palunya untuk mengambil keputusan ditengah perdebatan keduanya.
"Saudara Sandy, biarkan saudara Bilal memberikan penjelasannya lebih lanjut lagi."
"Silahkan..." ucap hakim tengah mempersilahkan Bilal yang masih dalam posisi berdiri.
"Ijin yang mulia, sekian kesaksian dari saya terimakasih." Bilal mengakhiri kesaksiannya dengan sopan.
*
*
*
Setelah mendengar kesaksian Bilal, kini tiba saatnya Khadijah untuk duduk di kursi yang teramat ia benci sejak hari itu. Jangankan untuk duduk, bahkan ia begitu enggan untuk mendudukinya disana.
__ADS_1
Dengan mengenakan setelah kemeja putih beserta rok coklat ia begitu terlihat anggun dengan perut yang sudah kian membuncit.
Mata Furqon seketika terbuka dengan lebarnya, kala mengetahui jika Khadijah benar-benar hamil atas perbuatannya. Ia tak menyangka jika hal yang terjadi begitu cepat antara dirinya dan Khadijah malam itu bisa menghancurkan masa depan adik perempuan sahabatnya.
"Saudari Khadijah silahkan berikan penjelasan anda." hakim telah mempersiapkan Khadijah untuk memulai penjelasannya.
Matanya nampak jelas tengah menahan kepedihan begitu dalam, bahkan air mata itu tengah tertahan di pelupuk matanya disana. Sesekali ia menyekanya mengenakan tisu sebelum memberikan kesaksiannya.
Setelah menarik nafas cukup dalam, Khadijah mencoba berusaha untuk berdamai dengan amarahnya kala itu. Ia mengingat betul jika bayi yang tengah ia kandung saat ini harus mendapatkan keadilan melalui kesaksiannya kali ini.
"Yang mulia, di malam yang mengenaskan itu saya hanya mengingat beberapa sekolompok pria tengah menggiring saya kedalam gang kecil dan sempit. Dan saat itu yang saya tahu, bahwa gang tersebut tak berujung ataupun buntu. Disana mereka memojokkan saya dalam keheningan malam, saya ingat betul jika malam itu hujan turun begitu deras. Saya sudah berusaha untuk mencari pertolongan disana, tapi mungkin suara hujan malam itu menghalangi suara saya untuk menembus pertolongan."
Khadijah masih berusaha mengatur nafasnya kembali, sedangkan Furqon benar-benar menatapnya penuh dengan kepedulian.
"Mereka, secara bergilir melakukan hal bejat itu pada saya. Dan saya mohon dengan sepenuh hati saya, hukum kelimanya dengan seberat-beratnya disini. Jangan biarkan mereka hanya mendapat hukum alam yang berlaku, saya ingin mereka juga jerah terhadap hukum yang berlaku !"
Khadijah yang tak tahan lagi menahan semua kepiluan, benar-benar mengakhiri segalanya disana dengan penuh isak tangis dan segera meninggalkan kursi yang teramat menyakitkan baginya.
Setelah semua bukti sudah terkumpul dari pihak Khadijah, kini giliran pihak Furqon dan ke empat temannya memberikan kesaksiannya masing-masing. Masih dengan hal yang sama, ke empat temannya bahkan masih bersikukuh jika tak melakukan perbuatan tak terpuji tersebut terhadap Khadijah.
Dengan penuh riuh, suara gemuruh para pengikut jalanya sidang bersorak untuk kesaksian palsu ke empat para tersangka. Dan kini, hanya tinggal Furqon seorang yang akan memberikan kesaksiannya.
__ADS_1
Pemuda itu masih nampak melirik anggota keluarga Khadijah, terlebih lagi gadis tersebut. Ia teramat menyesali segala perbuatan kejinya hari itu, dengan gugup dan keringat dingin berlebihan Furqon menuju kursi pesakitan itu dengan langkah gemetar.
"Silahkan berikan kesaksian anda saudara Furqon," imbuh hakim yang telah memperhatikan setiap langkahnya.
Sebelum memberikan kesaksian ia terlebih dulu melihat sekelilingnya dan juga keluarganya. Di bangku paling depan sebelah kiri, kedua orang tuanya tengah memberikan penguatan disana dengan kedatangannya. Sepasang suami istri tersebut nampak amat begitu mengkhawatirkan keadaan putra yang telah dipandangnya begitu menyedihkan.
Terlebih sang ibu, sudah sangat hancur ketika melihat kondisi Furqon yang begitu babak belur di awal pertemuannya disana.
"Hakim yang mulia, ijinkan saya terlebih dahulu menyampaikan rasa terimakasih saya terhadap kedua orang tua saya yang telah mendukung say dengan sampai hari ini . Tanpa mereka, saya bukanlah apa-apa." tuturnya sembari menatap kedua orangtuanya disana.
Selepas itu, ia kembali menatap deretan para hakim dan melanjutkan perkataannya yang sempat tertunda.
Seluruh pengikut sidang hari itupun terbawa suasana yang begitu emosional terhadap sikap Furqon.
"Saya disini, hanya ingin mengakui satu hal ..." jelas Furqon yang masih mengudara.
Hal itu begitu menyita emosi para penonton disana.
"Saya tidak ingin dibela siapapun, meski sekalipun itu adalah orang tua saya. Karena apa yang telah saya lakukan memang patut mendapatkan hal berat seperti ini. Dengan ini saya mengakui bahwa tindakan keji itu saya lakukan dengan sadar terhadap saudari korban Khadijah. Dan apa yang telah saya sampaikan sampai dengan detik ini adalah hal yang sebenar-benarnya."
"Saya siap mempertanggungjawabkan segalanya, terlebih lagi bayi yang telah dikandungnya!"
__ADS_1
...BERSAMBUNG...