
Kini keduanya telah sampai dan baru saja menuruni mobil dengan beriringan, seperti biasa para santri pasti akan menyambut Al dengan posisi tubuh menunduk.
"Yah bagus, menunduklah seperti itu jika calon suamiku melintas!" ujar Flo memberikan komentar nya selama berjalan, Al hanya diam tanpa memberikan penjelasan kembali pada Flo yang memiliki sikap arogan.
Saat itu, keduanya telah mengetahui jika Tanoe telah berada dalam rumah Mumtaz.
Tanoe adalah papa Florentina, ia lelaki mapan dan tubuhnya atletis.
"Assalamualaikum..." ucap Al ketika menginjakkan kakinya masuk kedalam rumah sang ayah.
Tapi rupanya salam itu tak jawab oleh seorangpun disana, hingga akhirnya Al memutuskan untuk mencari sang ayah ditempat favoritnya. Tepat di halaman belakang rumah terdapat sebuah gazebo besar menjulang tinggi dan menghadap persis ke sebuah pemandangan hamparan sawah serta air terjun.
Disana suasananya cukup membuat hati begitu tenang dan nyaman bagi siapapun yang melihatnya.
Dari kejauhan, Al sudah dapat mengetahui keberadaan keduanya dengan jelas. Dan perlahan menghampirinya, tapi belum sampai bibirnya berucap untuk memanggil Mumtaz tiba-tiba saja Al mendengar perbincangan keduanya yang cukup serius.
"Saya pribadi begitu menyukai Al yai, sudah sangat lama saya mendambakan ia untuk Flo putri saya. "
"Apalagi keduanya sudah sangat akrab sejak kecil bukan?" jelas Tanoe dengan melipat kedua tanganya yang sedang berdiri sejajar dengan Mumtaz.
__ADS_1
Ayah Al nampak menghela nafasnya begitu panjang sebelum memberikan jawaban dari pertanyaan Tanoe yang menurutnya begitu sensitif.
"Bukankah sebaiknya hal itu kita serahkan saja terhadap kedua anak kita, saya pikir keduanya sudah layak untuk menentukan jalan hidupnya masing-masing. " sambut Mumtaz dengan begitu bijak.
Tapi rupanya kebijakan Mumtaz tak dapat dicerna dengan baik oleh Tanoe , ia menganggap jika ucapannya barusan adalah sikap persetujuan untuk kedua anak mereka nantinya.
"Tentu Florentina pasti akan bahagia sekali mendengar ini, sudah sangat lama ia menantikan ini. Saya tidak bisa bayangkan betapa bahagianya ia saat mendengar keputusan yai." sambung Tanoe yang terlanjur masuk kedalam kesalahpahaman.
"Tapi ..." suara Mumtaz dengan cepat tertahan disana tak kala Florentina begitu bahagia mendengar pernyataan tersebut dari balik punggung Al.
Gadis itu berlarian dengan penuh kebahagiaan ke arah Tanoe dan segera memeluk papanya dengan erat.
Ia pun dengan semangat menyambar tangan Mumtaz untuk mendapatkan restu dari lelaki setengah baya tersebut. Mumtaz hanya menyambutnya dengan ujung tanganya saat itu.
Sedangkan ditempat lain, Mumtaz menyadari jika Al tengah menahan rasa kecewa dengan keputusan yang hanya terjadi secara sepihak. Mumtaz memandang sang putra untuk memberikan sebuah isyarat bahwa semua akan baik-baik saja.
Al masih berusaha terlihat tersenyum dengan lebarnya. Dan berusaha untuk mengimbangi suasana yang sedang terjadi disana.
"Nah ini dia mantu idaman om Tanoe!"
__ADS_1
"Apa kabar nak?" sapanya dengan menepuk punggung Al berulang kali.
"Alhamdulillah baik om." sahut Al dengan sedikit menundukan tubuhnya dan memberi salam pada Tanoe.
Setelah kedatangan Al , rupanya tidak cukup untuk berhenti disana Tanoe berusaha lebih getol untuk membahagiakan putri semata wayangnya tersebut.
"Jadi kapan kira-kira baiknya pernikahan ini akan berlangsung yai !"
Sebuah pertanyaan yang tak pernah terpikirkan lebih jauh baik Mumtaz ataupun Al, lelaki itu sedikit tersedak ketika mendengar kata pernikahan dengan tiba-tiba.
"Minumlah dulu ayah , dan silahkan duduk!" Ucap Al yang membimbing Mumtaz untuk menyandarkan tubuhnya disofa.
"Lihatlah papa, calon menantumu ini begitu sangat menyayangi ayahnya. Apalagi kelak jika bersamaku, dia pasti juga akan menumpahkan seluruh perhatiannya padaku!" Florentina lagi-lagi mengambil momen yang begitu pas untuk ia masuki demi mendapatkan simpati Mumtaz.
Tanoe tersenyum bangga akan sikap Al yang begitu menyayangi ayahnya.
"Maafkan saya yai jika permintaan saya terkesan terburu-buru. Saya lakukan hal itu memang karena saya tak ingin timbul fitnah yang akan terjadi jika Flo selalu berjalan berduaan dengan Al nantinya!" Jelas Tanoe.
Memang pada dasarnya selama ini, Florentina selalu mengikuti kemanapun Al pergi. Bahkan ia tak segan untuk selalu menempel dekat pada tubuh Al dimanapun dan dalam situasi seperti apapun.
__ADS_1
...BERSAMBUNG ...