
"Yah, aku bersama Khadijah kemari. Hari ini dia harus menjalani operasi karena pendarahan yang cukup serius tadinya." tutur Al.
"Come on Al, dia sudah besar dan wanita itu bukan kewajiban kamu. Jadi kenapa kamu begitu perhatian sekali denganya!"
"Apa jangan-jangan kau mulai menaruh hati padanya?" tuduh Flo dengan segala argumentasinya.
Al mendadak pucat dan panik dengan semua tingkah Flo disana, karena memang tak ada satupun orang menengahi ketegangan keduanya.
"Aku hanya menjalankan tugasku sebagai dokter!" pekik Al dengan suara yang kembali tertahan karena tak ingin terpancing semua situasi panas disana.
Karena keduanya tak dapat menahan diri, Tanoe yang sejak tadi diam tiba-tiba bersuara membela sang putri dengan penilaian sepihak.
"Sorry Al, sebagai seorang lelaki seharusnya kamu tegas dalam bersikap dalam hal ini."
"Om juga lelaki, dan om bisa mengambil sikap setiap tindakan sekalipun itu hal pekerjaan."
Tanoe semakin memihak bahkan terkesan menyudutkan Al dimata semua orang, Ayah Al hanya tersenyum dengan hati yang lapang. Ia ingin mengetahui sejauh mana Al dapat bertindak dengan kepala dingin dalam situasi ini.
"Apa kau dengar?"
"Papa ku lelaki dan kau pun juga lelaki Al, apa sudah cukup jelas bagaimana semua sikap tak menentumu padaku selama ini?"
"Aku bukan boneka Al !" Tangis Flo mulai merebak disana, dan suara menahan isak tangis semakin jelas terlihat.
Hal itu semakin membuat posisi keluarga Khadijah semakin tertekan dan bersalah dalam hal ini, ingin sekali rasanya Rahman bersuara untuk membela Al tapi apa daya keadaannya sama sekali tak mendukungnya.
"Kita bisa bicarakan semua ini baik-baik kan om, bukan ditempat umum seperti ini. " pinta Al masih dengan penuh kesopanan.
Sedangkan Florentina sudah duduk disebuah bangku dengan sesekali memegang keningnya sambil menangis terisak.
__ADS_1
"Om sangat kecewa padamu Al, kau benar-benar melukai perasaan putri om kali ini."
"Selama ini om hampir tak pernah percaya jika Flo mengadukan seluruh isi hatinya pada om karena saya teramat percaya padamu. Tapi hari ini , sudahlah!" imbuh Tanoe dengan ekspresi keputus asaan.
"Ayo kita pergi dari sini sayang!" ajak Tanoe pada Flo , ia mengangkat tangan Florentina dan mengajaknya bangkit dari duduknya.
Setelah puas melepaskan seluruh amarahnya disana, Tanoe berharap Al tidak akan pernah lagi melukai Florentina lagi.
"Tidak pa, Flo tidak akan pernah pergi dari sini sebelum Al benar-benar memilih antara aku atau wanita murahan itu!" teriaknya begitu gamblang dan memancing seluruh tatap mata penuh kebencian yang tadinya diam dengan seribu bahasa tak ingin ikut campur dalam masalah ini.
Flashback Florentina.
Sebelum ia memutuskan untuk menyusul Al ke rumah sakit, ia telah mengorek informasi sejauh mungkin tentang Khadijah pada Yudho tadinya. Beserta Komariyah dan santri lainya.
Hal yang sama sekali tak pernah Flo duga sebelumnya, bahwa kenyataan itu benar-benar sejalan dengan pemikirannya selama ini.
"Setahu saya, mbak Khadijah memang belum bersuami mbak ." ujar Yudho.
Pernyataan itu semakin memancing amarah Florentina dan memancing seluruh emosinya sebagai seorang wanita yang menaruh harapan dan hati besar pada Al.
*
*
*
Gemuruh hati Bilal begitu membara saat mendapati ucapan Florentina yang sangat tidak sopan dan dibenarkan dalam hal ini. Ia tidak berhak menilai adiknya dengan sebelah mata dalam kasus percintaanya dengan Al.
Kakinya sudah mulai terangkat dan teramat ingin menghentikan mulut pedas Flo dengan tanganya , tapi Abizar menahanya dengan tenang tanpa bersuara. Dirinya hanya bisa menatap kesal pada sang kakak karena menghentikan aksinya.
__ADS_1
Tidak perlu Bilal untuk turun tangan dalam hal ini, Al sudah memikirkan matang-matang langkah apa yang akan ia ambil jika Flo sudah bertindak kelewat batas.
"Kamu tidak berhak menilai orang hanya dengan satu kali pertemuan tanpa mengetahui bagaimana dasar jiwanya!"
"Perempuan yang kamu nilai sangat buruk itu tidak pernah bersalah sebelumnya disini, jadi kamu tidak berhak menghukumnya dengan lisan padasmu itu!" Bantah Al dengan matang.
Disisi lain, Tanoe sangat terkejut jika Al lebih memilih melindungi Khadijah dibandingkan Florentina.
Ia berbalik dan menatap Al dengan tegas.
"Sebelumnya saya minta maaf om, bukan maksud saya sangat kelewat batas dalam hal ini. Tapi sikap Florentina sangat tidak sopan sama sekali."
"Cukup Al cukup!"
"Oke, jika kamu memang lebih memilih wanita pela cur itu ..." tepis Flo kembali dengan umpatan tak kalah pedasnya pada Khadijah dengan pernyataan yang harus terputus di udara.
Karena Al menampiknya dengan cepat.
"Sttt!"
"Hentikan ucapanmu sampai disitu Flo!" tegas Al dengan bisik yang penuh penekanan .
...BERSAMBUNG...
...----------------...
...Mampir kesini ya!...
__ADS_1