
"Bagus sekali, kau dapat dengan mudah menebak kemana arah jalan pikiranku!" ejeknya dengan penuh niat jahat.
Sekali lagi Khadijah hanya dapat menahan semua amarahnya disana yang semakin memuncak. Tapi ia ingat jika melayani semua sikap buruk Nambiya tak akan pernah ada bedanya ia dengan ibu Furqon tersebut.
"Pergilah! " sambung Khadijah kesal tanpa mau menatapkan pandangan matanya.
"Ayolah aku juga tidak ingin berlama-lama lagi disini dengan kalian. Tidak ada untungnya juga bagiku" ucap Nambiya.
Ia pergi penuh dengan ke angkuhan meninggalkan Khadijah dan Fatimah. Khadijah menarik nafasnya sedalam mungkin ketika langkah Nambiya semakin menjauh darinya. Ia tak ingin dikuasai oleh rasa amarahnya disana.
Hanya berselang sepuluh menit kemudian, derap langkah kaki kembali terdengar mendekat padanya. Khadijah bahkan terlihat sangat enggan untuk membalik punggungnya saat itu, karena ia pikir itu adalah sosok Nambiya kembali.
"Per..." sapa suara lelaki yang terhenti ketika Khadijah segera membalik dan melontarkan ucapan pedas . "Apa lagi mau anda nyonya yang ter hor mat!"
Suara Khadijah perlahan melirih sambil terbata di penghujung kalimat ketika ia melihat kehadiran Furqon disana dengan dua orang petugas yang berjaga di belakangnya. Saat ini, Furqon telah menggunakan haknya sebagai seorang tahanan sebagai masa berasimilasi untuk dapat mengunjungi keluarga ataupun orang terdekat lainya.
Belum luntur amarah Khadijah setelah kepergian Nambiya , kini amarahnya harus kembali memuncak sesaat mendapati lelaki yang begitu amat ia benci dalam hidupnya hadir dihadapanya.
"Ka mu ?" tunjuk Khadijah dengan nafas yang mulai menderu.
Yah, wanita mana yang rela melihat wajah lelaki yang sudah menghancurkan seluruh hidupnya kembali hadir dihadapanya tanpa seijinya .
Prok prok
Suara tepukan tangan Khadijah menggema di telinga Furqon dengan keras.
"Skenario apa ini yang telah kalian mainkan padaku hah?"
__ADS_1
"Setelah ibumu, sekarang dirimu yang datang kemari hah!"
"Jangan pernah berpikir jika kau akan menemui anakku !"
"Anak kita." sambung Furqon cepat dengan mengganti perkataan Khadijah.
"Anak kita?"
"Sejak kapan kau bermimpi begitu tinggi hingga halusinasimu terbawa pada kenyataan!"
Furqon mengerutkan keningnya melihat penolakan yang terus ia terima dari wanita yang telah menjadi ibu dari anaknya sekarang.
"Dia juga darah dagingku bukan?" lanjut Furqon seakan tak ingin kalah dengan semua penolakan pahit yang dirinya terima sejak awal pertemuan mereka.
"CUKUP!" Khadijah berteriak cukup keras sambil menutup kedua telinganya dengan erat dan mencengkeram.
Fatimah semakin panik dengan kondisi sang anak yang mulai tak bisa mengimbangi amarahnya sejak tadi.
"Tenanglah ..." pinta Furqon sambil meraih pundak Khadijah tapi wanita itu langsung menepisnya.
"Jangan sentuh saya, karena kita bukanlah muhrimnya!" sebuah kalimat penuh ketegasan dan penegasan di sana.
Beberapa saat ia terlihat begitu hancur dan tak dapat menguasai dirinya sendiri dihadapan Furqon .
Tanpa diduga, Furqon dengan cepat berlutut dihadapan Khadijah yang sejak tadi sudah tak tahu harus bersikap sepeti apa lagi padanya.
"Tolong ijinkan lelaki ini untuk menebus kesalahannya!" ia memejamkan matanya dan mengeratkan kedua tanganya.
__ADS_1
Bukanya iba, Khadijah malah membalik badanya dan tak sudi menerima semua penyesalan Furqon .
"Seribu kali pun kau memohon, aku tidak akan pernah mau menerimamu kembali dalam hidupku." tolaknya.
Sejak tadi Furqon sudah merasa mengalah disana, bahkan ia rela menurunkan harga dirinya sebagai seorang lelaki disemua hadapan orang termasuk juga Khadijah tapi sambutan baik tak kunjung ia dapati. Ia bangkit dan mengatakan segalanya penuh dengan penuh penegasan .
"Baiklah jika kau tak menerima semua niat baik dariku, lantas siapa yang akan mah menerima seorang wanita yang telah..."
"Telah digilir dengan banyak pria?"
"Atau hamil tanpa status jelas?"
"Katakan mana yang hendak keluar dari mulutmu yang terkesan suci saat ini!"
Bertubi-tubi semua masalah menghadapnya hari itu, tapi Khadijah sama sekali tak gentar dan goyah sedikitpun untuk berdiri tegak didepan Furqon .
...BERSAMBUNG...
...----------------...
Hai semua, nggak teras udah bersambung aja nih ceritanya. ☺️. Aku ucapin banyak terimakasih buat kalian yang selalu dukung karya aku 🙏. Dan pastinya tetap ikuti kelanjutan ceritanya karena bakal Up setiap hari InshaAllah...
Mampir juga ke cerita horor aku lainya yuk, yang pasti bakal pacu adrenalin saat bacanya sendirian di tengah malam 🙏🤭
*
*
__ADS_1
*
...Disini othor juga akan adain bagi" pulsa gratis bagi 2 orang pemenang yang tentunya sudah like komen dan subscribe serta ikuti yah. Pemenang yang dipilih pastinya yang sudah banyak membèrikan gift serta vote pada karya ini yah😘. 2 orang yang beruntung akan othor umumkan di akhir bab tamat . ❤❤❤ SEMANGAT ...