
Setelah kegaduhan itu berlalu, kini berganti Al yang hendak berpamitan disana.
"Baik pak bu, Al mau pamit dulu kalau begitu. Terimakasih untuk jamuanya hari ini. " jelasnya dengan sopan.
Semua pun turut mengantarkan dirinya untuk sampai didepan pintu, tapi belum ia beranjak lebih jauh lagi dari teras rumah Rahman. Sebuah mobil taksi berwarna biru berhenti tepat di depan pagar rumah Rahman.
"Lelaki tua itu membuatku begitu kesal, aku memintanya untuk masuk ke halaman rumah ini. Tapi dia berhenti disana, harus berpanas panasan untuk berjalan lagi kali ini." gerutunya dengan mencoba membenarkan rok mini nya yang mulai terangkat ke atas.
Dia adalah Florentina, akrab disapa Flo oleh orang dekat maupun sahabatnya. Ia adalah sahabat akrab Al sejak kecil, keduanya berpisah setelah keluarga Flo memutuskan untuk pindah ke luar negeri. Kini kepulangannya ke indoensia karena harus mengikuti bisnis sang papa yang tengah mulai menanjak dinegeri sendiri.
Mata Florentina telah menemukan pria yang sejak tadi ia cari-cari di pondok milik Mumtaz.
Flashback Florentina.
"Hai ayah!" sapanya dengan manja, dan itu telah melekat lama di bibir Florentina semenjak persahabatanya terjalin dengan Al.
"Waalaikumsalam ..." seru Mumtaz yang tak menyalahkan ataupun membenarkan sikap Flo.
"Katakan ayah, dimana pemuda sok sibuk itu. Sehari penuh aku mencoba menghubungi ponselnya tapi sia-sia!" Ujarnya dengan menggerutu.
Saat itu, Mumtaz sama sekali tak memandang wajah Flo sedikitpun . Karena pakaian Flo begitu tidak pantas jika sedang berkunjung ke sebuah pondok pesantren. Bahkan bukan hanya Mumtaz saja yang melakukan hal serupa, seluruh para anggota pondok juga melakukan hal itu pada Flo.
"Eh, maafkan aku ayah. Jika bajuku begitu tidak sopan!" Ujarnya dengan menutup bagian dadanya yang begitu terbuka.
"Tidak apa, jika kau mencari Al pergilah ke alamat itu. Dia sedang berkunjung disana."
__ADS_1
Tanpa mendengarkan Mumtaz lebih lanjut lagi , Flo yang sudah mengantongi alamat tersebut bergegas cepat untuk pergi ke alamat tersebut.
*
*
*
"Hai Beb!" sapa Flo dengan melambaikan tangan.
Gadis dengan rok mini serta high heels 5 centi itu dengan cepat menghampiri Al. Ia seakan tak menghiraukan keberadaan keluarga Rahman. Flo segera menyambar kedua pipi Al untuk cipika cipiki.
"Beb?" tiru Bilal dengan aneh.
"Siapa ulat bulu satu ini, masih belum cukup juga ulet bulu di pondok itu. Kini ada lagi..." gumam Khadijah yang sama sekali tak segan dengan kehadiran Flo.
"Persis seperti terakhir kita bertemu, sangat malu-malu."
"Come on Al, kita sudah dewasa!" Jelas Flo dengan memainkan jari kukunya yang dicat merah mengkilap.
Setelah merasa diacuhkan oleh Al, kini Flo mencoba mengakrabkan dirinya pada keluarga Khadijah dan memberikan salam satu persatu. Tanpa sungkan ia memperkenalkan dirinya sebagai calon tunangan Al didepan semuanya.
"Hah?" Khadijah terkejut dengan wajah anehnya.
"Eh, kamu hamil ya!"
__ADS_1
"Pasti ini suami kamu?" tunjuk Flo pada Bilal, karena keduanya serentak memandangnya dengan wajah aneh.
"Iya sih kalian sama , selamat ya bentar Lagi jadi keluarga kecil. Aku pengenya juga gitu sama Al, tapi kapan Al ..." rengeknya yang kembali bergelayùtan di pundak Al.
Sekali lagi pemuda pendiam itu begitu risih dengan ulah Florentina.
"Saya permisi dulu, assalamualaikum! " pungkas Al yang segera berpamitan.
Sementara Flo tetap saja menempel di pundaknya, meskipun berulang kali Al menyingkirkan tanganya.
"Nggak mau, aku mau pulang sama kamu Al ...!" tolak Flo yang sejak tadi mendapatkan penolakan dari Al.
Ketika hendak naik kedalam mobil, Al pun membukakan pintu untuk Flo dibagian belakang. Ia tak membukakan pintu bagian depan sama sekali.
"Ayo masuklah." bisik Al lirih yang sudah tak sabar ingin membawa pergi Flo jauh dari sana.
Jiwanya sudah teramat malu dihadapan Khadijah terlebih lagi Rahman.
*
*
*
" Begitulaìh lelaki sejatinya , mau se alim apapun dia juga. Kalau ketemu cewek pakaian minim hayo hayo aja!" tuduh Khadijah sembari mengomel.
__ADS_1
...BERSAMBUNG ...