
Al sama sekali tak terpancing emosi dikala Furqon merendahkanya, bahkan ia hanya tersenyum sejak perdebatan terjadi diantara keduanya.
Disela perdebatan mereka, tiba-tiba saja seorang perawat memanggil Al untuk segera masuk kedalam ruangan karena telah ditunggu oleh pihak keluarga pasien.
"Maaf permisi..." sapa suster tersebut dengan gesture tak nyaman karena harus menyela perbincangan mereka.
Semua mata kini menuju menatapnya.
"Dokter, tolong segera datang ke kamar mawar karena keluarga pasien sudah menunggu anda disana." imbuhnya santun pada Al.
"Baik , aku akan segera kesana." sambung Al.
Furqon terkejut karena lelaki yang baru saja ia rendahkan adalah seorang dokter , jelas jauh berbeda dengan dirinya yang saat ini notabene hanyalah seorang pengangguran dan tahanan.
"SIAL!" umpat Furqon dalam batin.
Kini Al berbalik lagi padanya sembari mengucapkan hal yang mebuat Furqon semakin malu dan pesimis.
"Jadi tuan, atau mungkin mas?"
"Panggilan apa yang sekiranya pas untuk anda bagi saya?" seru Al dengan santai namun bingung menentukan pilihan.
"Begini saja , bung Furqon. Saya rasa itu yang cocok, lelaki yang anda maki bodoh dan polos ini bukankah jauh lebih tepat dibandingkan anda untuk bersanding dengan seorang Khadijah dibandingkan dirimu?" jelas Al panjang lebar dengan menekankan kalimatnya di akhir kata.
__ADS_1
Tentu hal itu semakin membuatnya gila karena Al sudah sangat merendahkan dirinya dengan identitas pekerjaannya.
Mendadak Furqon mengunci bibirnya dengan sejuta kata.
"Oke, baiklah bung. Kalau sudah tidak ada lagi yang perlu untuk diperdebatkan bisakah anda kembali?" tunjuk Al santai pada kedua orang petugas kepolisian yang berjaga dijarak yang tak begitu jauh denganya.
Furqon membalik punggungnya untuk mengikuti arah tangan Al menunjuk. Tapi belum sampai Al berlalu , Furqon sudah terlebih dulu memberikan Al bogem mentah.
Tubuhnya jatuh hingga tersungkur di lantai, Khadijah dan Fatimah serentak berteriak kemudian menutupi mulutnya. Ketika Khadijah ingin membantu Al bangkit, Furqon kembali menghantam wajah Al sebanyak dua kali. Rasanya telah mewakili semua bungkamnya selama Al berbicara.
Khadijah masih mencoba menolong Al dengan menengahi Furqon, tapi sayang wajahnya juga terkena pukulan Furqon saat ia mencoba menepis tangan pemuda tersebut.
"Khadijah...!" seru Al dengan wajah yang begitu terkejut karena pukulan itu cukup keras hingga membuat Khadijah terpental disana.
Jiwa lelaki Al seketika bangkit dan meronta-ronta disana sambil melayangkan pukulan dengan bertubi-tubi tanpa ampun.
Al adalah pemuda yang lembut dan ramah, tentu bukan hal yang sepele jika ia tengah bangkit dari amarahnya apalagi untuk menjaga martabat seorang perempuan.
Keduanya terlihat baku hantam selama setengah jam lamanya, hingga Fafimah memutuskan untuk memanggil pihak kepolisian dan melerai mereka.
*
*
__ADS_1
*
"Hentikan kalian!" Teriak petugas yang sudah dekat disana dan berlari kecil.
Mendengar hal itu, Al segera menghentikan hantamanya dan menjauh dari tubuh Furqon. Sementara Furqon masih lemas dan tak berdaya dengan wajah babak belur. Pihak kepolisian lantas membantunya berdiri dan segera membawanya pergi dari rumah sakit.
"Tunggu kalian berdua, aku akan membalaskan rasa sakit ini nantinya!" Teriak Furqon, ditengah jeratan kedua tangan polisi .
Ia masih sempat memaki Al dan Khadijah meski dirinya benar-benar sudah terhimpit oleh keadaan.
"Kembalilah ke tempat busukmu, aku akan dengan senang hati menunggu kedatanganmu !" sambung Al lirih dengan menerima tantangan Al.
Kini ia beralih pada Khadijah yang sudah meraung kesakitan dengan sesekali menekan anggota wajahnya yang terlihat kebiruan akibat pukulan tangan Furqon.
"Ikut denganku, akan aku obati lukamu dulu."
"Tidak, kau sudah ditunggu pasien Al."
"Hanya sebentar, aku masih bisa membagi waktu." tepis Al yang tak sengaja kini menggandeng tangan Khadijah ke dalam ruangannya dengan di ikuti Fatimah.
Wanita itu kini benar-benar hanya patuh dengan arahan Al tanpa penolakan sedikitpun, bahkan sepanjang jalan ia hanya terkesima dengan semua perlakuan manis Al.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1
...----------------...