Butir Cintaku Diatas Sajadah Biru

Butir Cintaku Diatas Sajadah Biru
Apa-apaan dia!


__ADS_3

"Ck." Flo berdecak kesal.


"Aku memang takkan pernah menang dengan mudahnya jika bersama papa!" gerutunya dengan memasuki kamarnya.


*


*


*


Pagi pun telah tiba, dan masih di jam yang begitu terlalu pagi Florentina sudah tampak terlihat bersiap dengan make up yang begitu tebal. Yah , sepulangnya dari luar negeri ia begitu tergila gila dengan gaya make up berlebihan itu. Bahkan terkesan jauh lebih tua dengan make up tersebut.


"Sayang, mau kemana sepagi ini?" sapa Meta yang hendak menyiapkan sarapan pagi untuknya dan juga Tanoe.


Meta termasuk seorang ibu yang begitu enggan ikut campur terlalu jauh jika hal itu sudah berada dalam genggaman Tanoe. Ia selama ini hanya sibuk dengan kehidupan sosialitanya saja tanpa memikirkan bagaimana tentang kelanjutan hubungan kisah cinta Florentina dan Al.


"Apalagi ma, sudahlah mama urusi saja itu geng arisan mama!" Tepisnya yang seakan tak memperdulikan keberadaan sang ibu.


Perdebatan seperti itu sejatinya memang sering terjadi antara Flo dan Meta. Jarak antara ibu dan anak itu sudah terjadi sejak lama , Flo mengambil sikap sepeti itu bukan tanpa alasan. Dirinya yang sudah sangat kecewa dengan prilaku sang ibu di masa kecilnya dulu terbawa hingga saat ini.


Sejak dulu Flo tidak pernah dirawat dengan baik oleh Meta, bahkan Flo kecil hingga tumbuh menjadi gadis belia begitu dekat dengan sang pengasuh dari pada ibu kandungnya sendiri. Hal itu terjadi karena Meta sibuk dengan dunianya sendiri.


*


*

__ADS_1


*


Meta hanya menatap putri tunggalnya itu berlalu begitu saja dengan menyeruput teh panas miliknya tanpa berusaha menghentikan Flo. Bahkan hingga sekarang, ia masih tak pernah menyadari jika hubungan keduanya benar-benar semakin renggang.


"Apa perdulinya wanita itu denganku, dari dulu hingga saat ini mungkin yang di pikirannya hanyalah uang dan uang!"


"Anak dimatanya tak pernah begitu penting!" gerutu kesal Flo dengan mengemudikan mobil miliknya.


Hari ini ia telah putuskan untuk menemui Al kembali setelah chat nya semalam diabaikan oleh Al begitu saja, lagi pula sepanjang malam ia tak bisa tidur nyenyak karena terus memikirkan hal bahagia itu segera tiba dalam hidupnya bersama dengan Al.


Karena hari masih begitu pagi, dan jalanan juga masih begitu sepi Florentina bisa membawa laju mobilnya secepat kilat tanpa batas. Ia juga tak ingin jika kedatangannya di pondok akan berbuah sia-sia.


"Ciiiiiit." suara decitan mobil milik Flo di area halaman pondok .


Sejak pertama kali Flo menginjakkan kakinya disana, memang gaya pakaiannya tidak pernah berubah. Ia tetap konsisten dengan pakaian minimalisnya ke tempat itu.


"Yaelah, ini bisa mandi basah mungkin ..." seru seorang santri lainya yang memiliki iman setipis kertas.


Florentina hanya mengabaikan suara sumbang disekitarnya dengan terus melangkah untuk mencari keberadaan Al.


Setelah puas berputar-putar pondok tanpa bertanya pada siapapun, kedua mata Florentina akhirnya menemukan Al tengah berada disebuah taman bersama dengan seorang wanita.


"Siapa dia, eh ditunggu dulu. Kok wanita itu hamil?" gumamnya dari kejauhan tapi matanya terus mengawasi gerak gerik keduanya.


Ia semakin mendekat dan terus berlari kecil hingga tiba di dekat Al.

__ADS_1


"Al ..." sapanya yang mengejutkan Al dan juga Khadijah.


"Astaghfirullah...!" suara keduanya yang bertabrakan.


"Loh kamu, kenapa disini. Mana suamimu?" sambut Flo dengan wajah curiga menatap Khadijah.


Tapi ia masih tetap memilih diam karena tak ingin jika Florentina tahu tentang segala hal mengenai dirinya.


"Iya , perkenalkan. Dia Khadijah, kebetulan dia juga salah satu pasienku."


"Pasien?"


"Apa tidak bisa bertemu dirumah sakit saja, kenapa harus bertemu sejauh ini untuk menemui kamu sayang!" tolaknya yang tak ingin jika Al didekati dengan wanita siapapun itu termasuk dirinya.


"Kehamilannya harus mendapatkan pengawasan ketat, jadi aku sarankan untuk tinggal di pondok saja untuk mendapatkan ketenangan batin." sahut Al yang masih berusaha mengamankan posisi Khadijah.


Sedangkan Khadijah sudah begitu risih ketika Flo mulai memanggil Al dengan sebutan sayang sejak tadi.


...BERSAMBUNG...


...----------------...


...Mampir kesini juga ya...


__ADS_1


__ADS_2