Catatan Rahwana : Skandal

Catatan Rahwana : Skandal
Catatan 21 : Ai dan Nayaka


__ADS_3

“Dia bilang Eyang Gandhes yang menamainya Sita,” kata Rahwana, “Agar sesuai dengan namaku,”


“Kami tidak tahu dalam wujud bagaimana ia bertemu denganmu. Wanita yang kita bicarakan sekarang ini apakah rupanya sama seperti yang biasa kamu temui,” Kata Pak Sebastian, “Bisa jadi Eyang Gandhes yang memberinya ide untuk nama anaknya itu,”


“Fransita ini... kemarin Rey katanya juga bertemu dengan sosoknya,” Pak Arman mengelus dagunya berpikir, “Saya saat itu tidak terlalu perhatian, mungkinkah Fransita yang dimaksud Rey itu Fransita yang ini ataukah Fransisca? Yang jelas saya mengenalnya dengan nama Tasmirah, atau Fransisca. Karena nama Fransita tidak muncul di database penduduk,”


“Semua akan terkuak saat besok Iwan ke tempat Eyang Gandhes. Paling tidak kamu tidak akan terlalu kaget dengan apa yang terjadi di masa lalu,”


“Anak itu... apakah anak itu juga di tempat Eyang Gandhes? Anaknya itu?!” tanya Rahwana, “Usianya mungkin sudah 11 tahun saat ini, kan?”


“Kami sudah mencoba menanyakannya ke Eyang, bahkan sudah mencoba mengadopsinya. Namun Eyang hanya bilang bayi itu masih butuh ibunya. Sepanjang Tasmirah masih hidup walau dalam keadaan vegetatif, Sita akan diusahakan sedekat mungkin dengan ibunya,”


"Lalu," Pak Trevor mengangkat wajahnya, "Di mana dulu Iwan disekap? Kalian bilang gedung setengah jadi,"


Pak Arman dan Pak Sebastian langsung saling lirik.


“Ah, benar! Kalian tidak pernah bilang mengenai lokasi pasti penyekapan itu,” kata Bu Milady sambil menatap suaminya dan Sang Komandan bergantian.


"Itu...," Pak Arman salah tingkah.


"Yang tadi kubilang mengarahnya ke masalah saham itu, ya masalah yang ini," kata Pak Sebastian kemudian.


Bu Milady ternganga, lalu terpekik."Sebastian!! Keterlaluan sekali kamu!!" Bu Milady melempar serbetnya saat tahu kalau ternyata gedung setengah jadi tempat penyergapan itu sekaligus menjadi tempat di mana Rahwana Di sekap 11 tahun lalu, adalah...


Gedung Garnet Mas Land, Tbk. Heritage untuk Rahwana yang menjadi masalah saat ini.


"Kamu tidak pernah bilang!" Seru Bu Milady marah ke suaminya.


"Kamu pasti tidak akan setuju," kata Sebastian, “Setelah isu Kandang Bubrah, dan peristiwa penculikan itu, tempat itu dijual dengan harga sangat murah bahkan nilainya tidak setara dengan pinjaman Bank. Dengan kata lain aku mendapatkannya gratis. Siapa tahu masih ada sesuatu yang bisa kita manfaatkan, lagipula itu tempat kenangan,”


“Ya Ampun Ayah, beneran nggak mau rugi!”umpat Pak Trevor.


"Jadi gedung itu selama ini kosong karena di basementnya ada organisasi illegal!"


"Sempat kosong dulu, baru geng preman menjadikannya markas. Setelah itu ahli waris Kuntoro menjadikannya jaminan untuk pinjaman di Garnet Bank, dan Dimas melapor padaku. Kami sempat kaget karena kebetulan sekali lokasi yang sama, seakan terikat dengan Iwan, Ya sudah kujadikan saja warisan,”


Semua menatap Pak Sebastian dengan sebal.






__ADS_1



Sementara itu di lain tempat,


“Ai! Nay udah bilang kalo mau kemana-mana tuh ngomong dulu!” dengan terseok-seok Nayaka Tanurahardja (19) mengejar langkah Ai Awso (19) ke arah Gedung Garnet Mas Land. “Pak Sapto, tungguin sampai Nay selesai kapan pun Nay bilang selesai,” sahutnya ke supirnya.


“Siap Non Nay!” sahut Pak Sapto Sang Driver.


Ai menghentikan langkahnya dan setengah menggerutu menoleh ke belakangnya, lalu menatap Nayaka dengan malas.


“Astaga nih bocah, you ngapain stalking akoh sampe kesindang haaaah?!” Ai dengan gaya kemayunya menoyor dahi Nayaka.


“Nay kangen Ai, kita udah 2.880 menit nggak ketemu,”


“Literally 2 hari, Hih! Jangan kangen sama akoh, wasting time Nay, lagian akoh nggak suka cewek... ganjen,” buru-buru Ai berdehem.


“Jadi, Ai ngapain ke sini?”


Keduanya menatap gedung di depan mereka. Ai yang serius memperhatikan bangunan tinggi itu dan Nayaka yang melihat ke arah AI, ke arah gedung, ke arah Ai lagi, ke arah gedung lagi. “Kenapa, sayang?” tanya cewek sosialita tu.


“Hiiiih, jangan panggil akoh sayang!” gerutu Ai.


“Kan Nay sayang Ai,”


“Akoh enggak, lagian Bapakku nggak restu, katanya ribet mantuan sama Bataragunadi,”


“Nay kan Tanurahardja, loh,” Nay berkacak pinggang dengan gaya congkaknya.


“Buat apa ngulek, jaman sekarang kan ada chopper. Lagian kita punya Chef ngapain masak sambel sendiri,” gerutu Nayaka.


“Sambel terasi itu nggak enak kalo nggak dibuat pake ulekan batu, dan yang ngulek harus tangan ibu kita sendiri!”


“Apa hubungan sambel sama keberadaan kita di sini?”


“Hubungannya? Sana pulang ngulek sambel, akoh mau tugas negara! Nemenin Mas Iwan,” omel AI sambil melanjutkan langkahnya.


“Sekaliber Mas Iwan ngapain ditemenin? Dia kan jagonya setan-setanan. Ai bahkan tak percaya makhluk itu ada,”


“Pokoknya akoh tetap kesana, daripada Papa bawel sepanjang masa,”


“Oke,” Dan Nayaka menyejajarkan langkah Ai. Tapi cowok itu malah berhenti.


“You ngapain?”


Nayaka mengangkat alisnya, “Masuk ke gedung kan?”


“Buat apa?”

__ADS_1


“Katanya mau ketemu Mas Iwan,”


“Iya kenapa ada you?”


“Hehe,” Nayaka mesem-mesem lalu memeluk lengan Ai dan mengelus bahu pemuda bermata sipit itu, “Nay ikut yaaaa?”


“Ya nggak dong Jeeeeng, diriku bisa hilang konsentrasi! You bisa buat eike overthinking sepanjang detik, meperin you punya foundation ke sekujur tubuh Eike, gimana Eike bisa bantu jagain Mas Iwaaaan?!”


“Memang dengan cara apa Ai jagain Mas Iwan?”


“Nih! Nih! Nih! NIh!” Ai memperlihatkan nametagnya ke depan wajah Nayaka dengan gusar, “Eike udah diterima jadi karyawan Junior, ODP lebih tepatnya, Trainee bahasa agency nya, okey?! Nah you apa jabatannya hah?! Diriku nih mau mendampingi Mas iwan dari kecoa-kecoa terbang yang akan menyerangnya!” Mode tulang lunaknya keluar saat Ai dalam keadaan kesal. Kalau kondisi normal ia mencoba bersikap sejantan mungkin karena kalau ketahuan Papanya, Pak Arman, bisa digebuki.


“Tapi Ai, kamu kemarin ketemu kecoa terbang di gudang belakang, kamu lari teriak-teriak sampai portal komplek-”


“Ngga usah dibahas! End Of Discussion! Pulang sana atau eike laporin you ke Tante Meli!” Ai melambaikan tangannya ke arah Nayaka.


“Aiii!!”


“Pulang, atau Eike nggak mau nemenin you shoping lagi, jelas?!”


“Aiiiiiii...”


“Hush!” seru Ai sambil menoyor dahi Nayaka supaya menjauh.


“Nanti sore Nay jemput di sini yaaaaa, telpon ya Aiiii!”


“Bomat!”


Maka dengan membulatkan tekadnya, Ai Awso melangkahkan kakinya masuk ke dalam Gedung Garnet Mas Land, Tbk. Kehadirannya, sesuai dengan amanah Papanya, yaitu mendampingi Rahwana mengerjakan tugasnya. Tentunya dengan iming-iming masa depan yang lebih cerah dan tekanan mental berbau ancaman fisik dari Papanya.


Seperti yang pembaca tahu, kali ini bertambah lagi dua tokoh sentral yang akan meramaikan kehidupan Rahwana.


Ai Awso, Laki-laki berusia 19 tahun, saat ini sedang berkuliah di salah satu Universitas milik Garnet Grup di fakultas Ekonomi, adalah anak sulung dari pasangan Pak Arman dan Istrinya, Ibu Ayumi Sakurazaka. Hubungannya dengan Rahwana cukup akrab karena dari kecil mereka sudah sering bermain bersama, bahkan Ai beberapa tahun tinggal di rumah Rahwana dan sebaliknya, ada kamar khusus buat Rahwana saat menginap di rumah Ai.


Ujung benang merah di sini adalah Pak Sebastian Bataragunadi, memiliki adik perempuan bernama Ibu Meilinda.


Dilain Pihak, Ibu Milady, sebelum menikah dengan Pak Sebastian memiliki ‘teman tapi mesra’ bernama Pak Dimas Tanurahardja.


Pak Dimas dan Ibu Meilinda, satu kantor. Mareka saling suka dan akhirnya menikah. Lalu melahirkan Nayaka Tanurahardja.


Sedangkan Pak Sebastian Bataragunadi, memiliki ajudan sekaligus asisten, sekretaris, komandan, dan berbagai profesi lain yang pasti intinya pasukan berani mati yang bernama Pak Arman.


Dan Pak Trevor Bataragunadi, memiliki mantan pacar bernama Ayumi Sakurazaka, orang Jepang.


Pak Arman dan Bu AYumi bertemu dalam kondisi menegangkan, mereka saling suka dan lahirnya Ai Awso. Dinamai sesuai dengan senjata laras panjang favorit Pak Arman, AI AW50.


Dan kini, Nayaka Tanurahardja tampaknya sangat ‘menyukai AI. Dimana, Ai berusaha sebisa mungkin menganggap Nayaka sebagai teman saja, atau bahkan adik.

__ADS_1


Kita simak saja bagaimana hubungan mereka di masa depan dan bagaimana cowok kemayu seperti Ai bisa melindungi Rahwana. Atau malah sebaliknya.


Kisah awal mengenai semua hubungan ini bisa dibaca di Novel Author yang lain berjudul Lady’s Gentleman. (Silahkan kalau berkenan membaca. Bagi yang sudah membaca Author ucapkan banyak terima kasih).


__ADS_2