Catatan Rahwana : Skandal

Catatan Rahwana : Skandal
Catatan Rahwana 50 : Pangkatmu Deritaku


__ADS_3

“Hah? Maksudnya dia nggak mau ketemu, apa? Serius?”


Eyang Gandhes Mengangguk.


“Bukannya cuma akal-akalan eyang aja?!”


“Heh, semprul. Aku ini memang bawel tapi nggak sampe rese,” Eyang mencebik sambil mencubit pinggang Ai.


Masalah pagi ini dimulai saat Ai berniat menjenguk Sri Ratu Darmaya. Pemuda itu merasa bersalah karena dirinya Sri Ratu mempertahankan wujud fananya dan terkena peluru.


Saat sosok Makhluk gaib terkena senjata manusia, akibatnya ada dua hal. Yang pertama dia akan terkena sial seperti kesaktiannya hilang, yang kedua, biasanya senjata manusia sembuhnya lama dan pasti salah satu tubuh menjadi cacat.


“Dia sekarang di mana, eyang?” tanya Ai masih tak gentar menyerah.


“Duuuuh, aku ini sudah dititipi supaya ndak ngomong loh! Walau pun dari entitas tapi kan amanah tetap amanah!”


Saat itu Aki Tirem lewat sambil membawa baki berisi Teh manis.


“Ki, Maya dimana?” AI langsung mendesaknya.


“Eh? Di Pos 1 di rumahnya. Lurus aja kalau ada gerbang putih, pencet Password : Sexy Cobra,”


“Okeeeeee!” dan Ai langsung berlari menuju ke luar Vila.


Eyang menatap Aki Tirem dengan tatapan tajam. Aki cuma menyeringai tak enak, “Saya kan nggak dititipi amanah, Kanjeeeng, hehe,”


“Mbuh Lah!!” seru Eyang sambil balik badan dan berjalan dengan langkah menghentak-hentak.


*


*


Suasana pegunungan di jam 10 pagi saat itu mendung dengan kabut tebal berwarna putih yang seakan menyesatkan mata para pendaki , sehingga mereka harus mengurungkan niat mereka untuk melanjutkan perjalanan mencapai puncak Sindoro.


Kebanyakan dari mereka beristirahat di sekitar Pos 1, tempat yang memang landai dan masih terdapat aspal untuk bisa dilewati. Karena kabut dari atas membuat jarak pandang semakin menyempit.


Namun mereka terperangah saat melihat Ai dengan lancarnya turun dari kaki gunung menuju Pos 1 dengan kaos oblong bertuliskan “TAMVVAN MAXIMAL”, celana jeans dan sandal jepit swallow.


Seakan jalan di depan yang baru saja pemuda itu lalui hanya jalanan komplek biasa.


Belasan pendaki memperhatikan gerak-geriknya, Ai menghampiri sebuah pohon besar di belakang bangunan Pos 1, tampak menekan-nekan batang pohon itu dan masuk ke dalam.


Menghilang.


Begitu saja.


Membuat semuanya yang melihat kejadian itu langsung terperangah.

__ADS_1


Tak berapa lama, belum selesai mereka kaget melihat Ai yang masuk ke sana, seorang wanita dengan pakaian seksi berwarna hijau dan sepatu high heels keluar dari dalam pohon.


Diikuti pemuda yang tadi.


“Maya, plis ngomong doh ah! Eike tuh salah apa, coba?!” seru Ai sambil mencengkeram lengan wanita itu.


“Nggak salah apa-apa, udah kita balik aja ke Vila Eyang di sini bahaya buat kamu!” Maya menepis tangan Ai dan berjalan mendahului pemuda itu.


“No no no, di sana banyak tragedi sedih, kita ngomong di sini aja!”


“Di sini banyak orang,”


“Di sana banyak kuntilanak, kurang overwhelmed apa coba?!”


“Kuntilanak cuma bisa ketawa,”


“Ya auranya tetap saja mencekam!”


“Pokoknya balik,”


“Maya...” Ai kembali menarik lengan maya, kali ini lebih kencang dan mendekap tubuh wanita itu di pelukannya.


Maya tersentak akibat perlakukan Ai dan hanya bisa diam karena kaget.


“Eike...ish, Aku, Aku belum sempat bilang ‘makasih’, jadi tolong bicarakan semua baik-baik ya,”


Namun selama ribuan tahun itu, tidak pernah ada, apalagi manusia, yang memeluknya seperti Ai. Dan dengan tulus.


Walau pun Ai tahu bagaimana rupa sebenarnya Maya dan siapa wanita itu, tetap saja cara AI mendekap tubuhnya membuat Maya langsung luluh seketika.


Tapi tetap saja tidak bisa.


Mereka harus berpisah...


Karena,


“Ai, parlemen mengancam akan mengeluarkanku dari majelis kalau tetap menjalin hubungan dengan seseorang yang ada hubungannya dengan Eyang Gandhes dan keturunan Sanjaya,”


(Wangsa Sanjaya adalah suatu dinasti yang pernah berkuasa di Kerajaan Medang di Jawa Tengah pada abad ke-8 (atau lazim disebut Kerajaan Mataram Kuno). Wangsa ini, bersama-sama dengan Wangsa Syailendra memerintah di Kerajaan Medang. Candi yang terkenal dibangun pada era kerajaan Medang adalah Kalasan, Sewu, Borobudur dan Prambanan. Kerajaan Medang dikenal sebagai negeri pembangun candi.)


“Aku nggak ada hubungannya dengan Sanjaya berjaya jaya-Indonesiaku apalah itu, aku keturunan Korea-Jepang. Bapakku Assassin dan ibuku Yakuza,”


“Iya tapi kamu memiliki hubungan yang erat dengan mereka. Ayah kamu dan keturunan Bagaswirya memiliki hubungan yangbisa lebih erat dari saudara sedarah. Suatu ikatan batin, dan itu... pembawa sial bagiku,”


“Apa?”


Maya mengangguk lesu.

__ADS_1


“Pembawa sial?!”


“Aku tidak bisa berubah menjadi wujud ular terhitung 10 tahun dari sekarang, walaupun Parlemen sudah memutuskan kalau Rahwana tidak berslaah dalam hal ini karena dia berhasil membebaskan Genderuwo penunggu gedung yang usianya 295 tahun, banyak juga saksi yang menyebutkan kalau ilmu Rahwana malah berdampak baik pada para arwah yang terkurung. Tapi khusus untukku, yaaaah...” Maya menghela napas sambil melepaskan diri dari pelukan Ai.


“Ai, kalau aku tidak bisa berubah wujud, kesaktianku turun sekitar 70%nya. Jadi selama 10 tahun, aku tidak bisa melindungi diriku. Ilmu itu aku dapatkan dengan susah payah. Karena satu peluru buatan manusia saja menembus tubuhku, jadinya begini,” Dia merentangkan tangannya agar Ai dapat lebih jelas melihat tubuh manusianya.


“Bukannya lebih seksi begini ya?” gumam AI.


“Ini penghinaan bagi kami kaum Djin keturunan Qorin Ismail!” seru Maya sebal.


“Lah mana aku tahu...” gerutu Ai.


“Semakin seram kami, semakin takut manusia pada kami. Pangkat kami bisa tinggi menjulang sampai ke nirwana,”


Reflek Ai menatap ke langit sambil memicingkan mata. “Keberatan pangkat,” gumam Ai.


“Bagi manusia itu emas sekebon sawit,”


“Oh, oke... bisa diterima penjelasannya,”


“Jadi, tolong jangan temui aku dulu selama 10 tahun, silahkan lepaskan keperjakaanmu ke sosok wanita manusia biasa,”


“Maksudnya apa’an tuh?”


“Maksudnya aku mau mengakhiri hubungan cinta ini, udah ujungnya nggak worth it. Dunia jadi tidak seimbang. Tapi bisa lah dilanjut kalau kesaktianku kembali 10 tahun lagi, kalau aku belum ketemu gantinya kamu,”


Ai ternganga.


“Ini serius eike diputusin?”


“Kita end,”


“Woy,”


“Papayo,”


“Woooooy!”


Dan Maya pun menghilang ke dalam pohon lagi.


“Gila! Yang maksa eike sayang-sayangan siapa, sekarang udah sayang ditinggal demi pangkat?! Sama aja Durjananya sama bokap!!” Seru Ai kesal ke arah pohon rindang itu.


Terdengar suara ketawa yang Ai kenal. Kinasih tertawa puas sekali di atas pohon.


Ai menatap ke atas sambil mengernyitkan dahi. “Jangan naksir eike juga ya! Sana beresin kamar, situ kan Room Service!”


Jadi demikianlah hubungan mereka bagai sirna ditiup angin, Manusia vs astral memang banyak ketidak cocokan dalam hal apa pun.

__ADS_1


Bagi Ai mungkin pangkat dalam parlemen biasa saja, mengingat di dimensi manusia Harta Tahta dan Hak Cipta bisa hilang dalam sekejab saat Tuhan menghendaki, tapi di dimensi Djin terutama yang sudah hidup dari zaman Nabi-Nabi, hal seperti itu lebih besar artinya dari pada dunia ini.


__ADS_2