Catatan Rahwana : Skandal

Catatan Rahwana : Skandal
Catatan Rahwana : Maria Zhang


__ADS_3

Sementara itu di lain tempat.


Wanita itu terburu-buru memasuki gedung apartemennya.


Sesekali ia menengok ke arah belakang seakan ketakutan.


Langkahnya cepat, setengah berlari. Dentum sepatunya berbunyi di lantai marmer di bawah kakinya.


Saat mendekat ke arah pintu kaca besar dengan huruf ‘B’ di atas pintu, ia bisa melihat dua orang security berjaga di depan lobby.


Sebentar lagi aman, pikir wanita itu.


Sedikit lagi, pikirnya lagi.


Tapi langkahnya langsung berhenti.


Pria itu...


Pria aneh itu, berdiri di samping security.


Dengan wajah pucat dan tatapan mata tajam menatapnya dengan rasa benci.


Bibirnya menyeringai sangat lebar seakan mengejek wanita itu.


“Ya Tuhan,” gumam wanita itu.


Ia bagai terpaku menatap sosok itu, tubuhnya seakan membeku tidak dapat menoleh ke kanan kiri, bahkan tidak dapat berbalik arah.


Ia hanya bisa gemetaran di tempatnya.


Salah satu security menyadari keanehan di depan pintu masuk.


Sambil mengernyit pria itu keluar dan bertanya, “Ada apa, Mbak Maria?” tanyanya.


Wanita tadi bagaikan tersentak dengan pertanyaan si security. Dengan gugup ia menatap pria di depannya, lalu berganti ke arah security. Namun tidak ada suara yang keluar dari mulutnya.


Ia tampak sangat ketakutan.


Namun saat ia menoleh lagi ke arah lobi, sosok pria pucat tadi sudah menghilang.


“P-p-pak, tadi lihat cowok di sebelah b-b-bapak, yang berdiri?” si wanita dengan gagap bertanya.


“Eh? Si Wilson? Iya hari ini kita berdua kebagian shift malem, Mbak,”


“Bukan, bukan Mas Wilson! Yang tadi di sebelah bapak itu!” si wanita melambaikan tangannya dengan panik.


Si Security menatap wanita itu dengan wajah aneh, lalu dengan waspada dia menatap si wanita dari ujung kepala sampai kaki, “Maaf Mbak Maria, dari tadi hanya ada kami berdua di Lobby,” Kata si Security dengan suara pelanhampir berbisik. Bulu kuduknya langsung meremang.


Ia memang kerap mendengar mengenai penampakan, tapi untuk astral laki-laki ia baru kali ini mendengarnya.

__ADS_1


Beberapa kali si mbak-mbak penghuni apartemen yang wajahnya mirip boneka barbie ini memang suka pulang dengan wajah panik dan mengaku diikuti seseorang. “Mbak nya mau saya antar ke atas? Saya minta tolong Bu Yeye si OG?”


"Eh, tolong bapak dan Bu Yeye, berdua, temani saya boleh ya?" kata si wanita.


Kejadian ini bukan hanya sekali dialami si wanita.


Biasanya sosok itu membuntuti hanya sampai depan pintu Lobby Apartemen, si wanita terburu-buru masuk ke dalam gedung dan sampai sering minta diantar Office Girl ke unitnya di lantai 3 saking ketakutannya dia.


Tapi sekarang, sosok itu sudah bisa mencapai Lobby.


Wanita itu tidak mengenalnya.


Tapi sudah 2 bulan ini, ia diikuti.


Pria tidak dikenal yang tadinya ia kira adalah seorang penguntit. Namun setelah ia perhatikan dengan lebih seksama, orang lain tidak menyadari kehadirannya.


Pria itu pernah menampakkan diri di tengah jalan seperti menunjukkan eksistensinya, di tengah jalan yang ramai kendaraan, dengan wajah menyeringai menakutkan ke arah si wanita. Namun, pada saat si wanita berteriak karena ia pikir sebuah mobil akan menghantam tubuh si pria, mobil itu malah menembus tubuhnya.


Saat itu si wanita berkesimpulan bahwa... Pria itu bukan manusia.


Pria itu hanya menampakkan diri saat si wanita sendirian.


Jadi...


**


Markas Garnet Security Agency (GSA) lantai basement 2 dan 3 Gedung Garnet Grup Pusat.


“Loh, Ai kok di sini? Nggak ke lereng merapi? Kan Mia ulang tahun sekarang?”


“Iyaaa nanti eike numpang heli GSA aja, mepet-mepet aja datengnya, di sana lebih banyak lagi setannya dibanding yang di Sindoro, Eike males gilak!”


“Males itu karena takut atau karena trauma sama percintaan beda jenis?” Umar mengikik menggoda Ai.


“Jangan dibahas, Akoh stress, otak ngebul,”


Umar kembali terkekeh.


“Om Umar dari tadi ngapain sih? Biasanya jam segini ngaji, tumben buka-buka hape,”


“Ini ada Novel Online bagus di Noveltoon. Authornya namanya ‘Virus’ judulnya Promiscuity After 18+. Tentang anak perempuan 17 tahun namanya Cassie yang orang tuanya bercerai, sedih juga sih. Habis itu Cassie ketemu sama Duda gitu,”


“Hah? Nggak salah dari “Virus”? Dia kan spesialis novel action Om!”


“Kerennya, pas bikin yang versi wanita kuat ternyata baru 6 episode aja udah bagus sih, hehe,” kata Umar sambil tersenyum. “Baca aja Ai, siapa tahu bisa membuat lupa akan... patah hati, hehe,”


“Woh, Tokohnya anaknya Detektif Wasabi loh! Sama kayak kita Om, ‘Generasi Kedua Dinasti Babak Belur’! Dah gitu... hehe sama kayak eike dia dah nikah tapi masih perjaka, huahahaha!”


“Hampir aja kamu nggak ‘selamat’ loh,”

__ADS_1


“Udah ah Eike capek cinta-cintaan. Masih muda nih masih bisa tiktokan cari cuan mumpung badan masih lentur,”


“Ai,” Rumi datang sambil membawa berkas.


“Ck, dateng nih Wakom Serba Bisa,” gerutu Ai.


“Serba Bisa kecuali tidur lebih dari 3 jam. Nggak pernah bisa. Kamu mau terima kerjaan nggak dari GSA?”


“Kerjaan... apa?” Ai langsung waspada.


“Ini, tau... Leonard Zhang? Dia petinggi di Beaufort Company,”


“Ya tau lah... satu circle sama Papa, temen tongkrongan dari kecil diasuh bareng-bareng di panti asuhan,”


“Pak Leon punya anak perempuan, namanya Maria Magdalena Zhang. Barusan mengajukan permintaan untuk pengawalan. Kamu mau ambil?”


“Eike? Yakin?”


“Nggak,”


“Laaaah,”


“Maria itu... bisa jadi setiap anggota GSA akan tergoda dengan kecantikannya. Dan lagi dia anti sama laki-laki karena sering jadi korban pelecehan. Masalahnya setiap bodyguard wanita yang kami hubungi menolak pekerjaan ini karena... hehe,”


“Karena apa?”


“Karena mereka ketakutan. Jadi kami mencari yang kira-kira agak lenje dan tidak mungkin menggoda wanita karena udah lebih genit dari wanita tu sendiri,”


“Akoh maksudte?”


“Siapa lagi,”


“Dan kenapa para agen ketakutan?”


“Ada laporan dari beberapa agen, Si Cici Maria ini Kemungkinan dibuntuti setan laki-laki,”


“Akoooh nyeraaah, Babay!” Ai langsung beranjak dari duduknya, dan Rumi langsung menodongkan senapan ke kening Ai.


“Duduk dulu Tuan Muda Manfred, kan belom selesai jelasinnya,”


“O-o-om, nodongin senjata itu menyalahi aturan,” Ai mengangkat tangannya sambil perlahan kembali duduk


“Senjata apa’an? Ini kan korek,” Rumi menekan pelatuknya dan keluarlah api dari ujung larasnya, “Tuuuh kan, keluar api,”


Ai menatapnya sambil mencibir, “Tokohnya Tante Author belakangan garing-garing nyebelin yak,”


“Om kan tau aku lagi trauma sama setan-setanan,” kata Ai menggerutu.


“Justru kamu agen yang pas, Ai. Karena kamu ada backing Eyang Gandhes, Sri Ratu Darmaya, dan Aki Tirem. Dan lagi kamu laki-laki. Penguntit konon tidak bisa mendekat kalau target dijagain sama laki-laki. Kalau dijaga sama perempuan dia malah maju,”

__ADS_1


“Duh, Eike pingin pensiun dini jadinya,”


“Baru jadi anggota magang 2 hari udah pingin pensiun dini aje,” gerutu Rumi.


__ADS_2