
Setelah beberapa saat Rey pun melerai pelukan nya terhadap sang istri karna menyadari masih ada yang lain di kamar itu selain ia dan istri nya,,
"Mas, apa yang terjadi,,,?!! lagi-lagi Hanna mempertanyakan hal yang sama
Sebelum menjawab pertanyaan istri nya, Rey terlebih dahulu mengusap air mata nya yang sudah membasahi pipi mulus nya itu ,,,
"Sayang,, ada kehidupan baru di dalam sini,,, ada buah hati kita di sini" ucap Rey sembari menunjuk ke arah perut Hanna yang masih rata
"Maksud mas,,,?!! tanya Hanna lagi
"Hanna,,, kamu hamil" sahut dokter Ziko yang di anggukki oleh Rey
"Benarkah,, ?? Ka Ziko,,, Jadi inikah alasan nya kamu berada di sini,,,??? tanya Hanna dan dokter Ziko pun mengangguk mengiyakan nya
Hanna tak dapat berkata apapun lagi, rasa bahagia nya tak mampu ia uraikan dengan kata-kata lagi,,,,. Dokter Ziko dan bi ines yang berada di sana dan ikut meneteskan air mata bahagia dan menyaksikan secara langsung betapa bahagianya kedua insan yang telah di anugerah kan oleh yang maha Kuasa dengan menitipkan seorang malaikat kecil yang saat ini masih di dalam perut rata Hanna ,,,
__ADS_1
dan setelah beberapa saat Rey pun bangkit dari duduknya dan menghampiri dokter Ziko
"Dok, terima kasih banyak atas semua nya,," ucap Rey tulus
"Rey, tak perlu berterima kasih pada ku, berterima kasih dan bersyukur lah pada Allah yang telah menganugerahkan segala nikmat Nya pada kalian berdua, aku hanyalah seorang dokter yang menunaikan kewajiban ku untuk menolong sesama, lagi pula sejak tadi aku sama sekali tak memberi obat apapun atau pun melakukan sesuatu pada Hanna,,, dan apa yang mau kau terima kasih kan pada ku" ucap dokter Ziko dengan terkekeh kecil
Rey ikut tersenyum geli dan merasa konyol karna ucapan nya sendiri saat menyadari apa yang dikatakan oleh dokter Ziko memang benar,,, "Oh iya, aku lupa kalau kau hanya memeriksa Hanna saja, tapi aku akan tetap berterima kasih pada mu, karna jika bukan karna kau, kami takkan tau kalau Hanna saat ini sedang mengandung anak ku, sekali lagi aku ucap kan terima kasih yang sebesar-besarnya pada mu" ucap Rey dengan segala ketulusan hati nya
"Sama-sama Rey,, satu hal yang harus kau ingat bahwa Hanna adalah adik dari sahabat ku dan aku juga sudah menganggapnya seperti adikku sendiri,,, oh iya, kau harus ingat untuk membawa Hanna ke dokter ahli kandungan biar kalian bisa mendapatkan hasil yang jelas dan bisa mengetahui berapa usia kandungan Hanna saat ini,,," ucap dokter Ziko yang mengingatkan Rey kembali
"Baiklah, kalau begitu aku permisi untuk kembali ke rumah sakit lagi" ucap Ziko
"Baiklah, sekali lagi terima kasih,,,, Ines, tolong antar kan dokter Ziko sampai ke depan" ucap Rey pada ines
"Baik tuan"
__ADS_1
Setelah Dokter ziko dan ines keluar dari kamar Hanna,,, Rey kembali duduk di pinggiran tempat tidur tepat nya di samping sang istri,,, ia memandangi wajah sang istri dan tersenyum pada nya, begitupun dengan Hanna yang membalas senyuman suaminya,,,
"Sayang,, kenapa kau tak bilang apa-apa pada ku soal ini,,??!! tanya rey dengan suara yang lembut
"Aku pikir aku hanya sakit biasa, makanya aku gak cerita sama kamu, aku gak mau kamu jadi kepikiran karna aku mas, belum lagi masalah pekerjaan mu yang semakin padat dan menumpuk, aku hanya mencoba mengerti tentang keadaan mu" ucap Hanna dengan suara yang masih lemah
"Sayang, tapi ini beda ceritanya,,, tapi gak papa karna sekarang aku sudah ada di sampingmu, mulai sekarang jika ada apa-apa jangan di sembunyikan lagi ya,, besok aku akan bawa kamu ke dokter,,"
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1