
"Makanya Ken, kau harus secepatnya mencari pasangan, selama ini yang ku lihat kau terlalu setia dengan Rey dan juga pekerjaan mu, jangan sampai kau menjadi jomblo berkarat nanti nya" ucap Roy
Ken terdiam sesaat memikirkan apa yang di katakan oleh Roy memanglah benar, selama ini ia terlalu di sibukkan dengan pekerjaan nya sehingga ia belum sempat mencari pendamping hidup,,,
"Ken, yang di bilang Roy itu benar, kau juga harus memikirkan masa depan mu nak,,," ucap mama Rika dengan suara yang lembut
"Hm,, aku tau Tan, hanya saja mencari pasangan itu bukan lah hal yang mudah, jaman sekarang sangat susah mencari wanita yang tulus, kadang aku merasa iri dengan Roy dan metta, juga Rey dan Hanna, ,, tapi apa boleh buat, Mungkin emang belum waktunya dan aku hanya bisa bersabar " ucap Ken jujur dengan di sertai senyum yang mengembang menghiasi wajah tampan nya
"Tapi kau juga harus tetap berusaha, agar secepatnya bisa mendapatkan pasangan, jika kau terus memikirkan masalah pekerjaan, Tante yakin itu tidak akan ada habis nya,,," tambah mama Rika lagi
"Iya Tan, aku tau itu,,," ucap Ken singkat
Setelah beberapa lama, semua orang sudah menyelesaikan makan malam nya,,, Rey mengajak Ken ke ruang kerja nya untuk membahas apa yang ingin di sampaikan oleh Ken,
saat di ruang kerja...
__ADS_1
"Ken, apa ada masalah yang serius,,," tanya Rey
Sebelum Ken menjawab, ia terlebih dahulu mengeluarkan ponsel yang ada di saku celana nya dan memperlihatkan sebuah rekaman yang ia ambil dari tempat kejadian di mana gudang penyimpanan bahan baku/bangunan mereka telah di rusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab,,,. Rey yang kaget dan sempat menegang kala melihat rekaman itu,,,
"Ken, siapa yang melakukan nya,,,?!! tanya Rey dengan ekspresi dingin nya
"Aku belum tau Rey, yang jelas saat ini aku sudah mengerahkan anak buah kita untuk menyelidiki nya,,, ku rasa ada seseorang yang telah berkhianat,,," ucap Ken
"Maksud mu,,,?!! tanya Rey yang belum mengerti
Sebelum aku pulang dari tempat kejadian, hanya ada pak Dedy yang tertinggal di sana selain aku, ia terlihat sedang ketakutan,,, dari ekspresi wajah nya, aku dapat melihat dan mengambil kesimpulan bahwa ia sedang tertekan, dengan kata lain ada seseorang yang telah mengancamnya atau sebaliknya itu hanya bagian dari sandiwara,,,,"
"Maksud mu, kau mencurigai pak Dedy,,,??? tanya Rey lagi
"Bukan mencurigai, tapi mencoba menyimpulkan bukti,,,!!! " ucap Ken sembari memperlihatkan kembali layar ponsel nya yang terdapat sebuah foto pria tua dengan luka lebam di bagian tengkuk nya seperti habis di pukul dengan balok
__ADS_1
"Apa ini,,,?!!
"Ini adalah foto pak Dedy yang ku ambil secara diam-diam saat ia akan kembali pulang dari tempat kejadian,,, luka lebam itu menandakan adanya tindakan kekerasan yang alami sebelum nya, namun aku serasa ia tak berani mengakui itu, dan tadi aku sudah meminta pada salah satu anak buah kita untuk mengikuti dan mengawasi nya gerak gerik nya"
"Baik lah, lakukan yang terbaik, aku percaya pada mu, jika sampai beberapa hari ke depan belum ada petunjuk, sebaiknya kita lapor polisi saja,,,, " ucap tegas Rey
"Iya, aku juga berfikir seperti itu, lalu bagai mana dengan proyek kita, apa masih dilanjutkan atau di jeda terlebih dulu" tanya Ken pada Rey
"Lanjutkan saja, telpon tuan Desta untuk mengirimkan bahan baku lagi, besok aku akan turun ke lapangan langsung"
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG