
"Eemm,,, saya rasa gak ada lagi" ucap Hanna singkat
"Baik lah, kalau begitu saya permisi bos" ujar metta sambil berlalu meninggalkan bos nya itu
Sebenarnya Hanna tak tega saat melihat wajah meringis metta yang sedang menahan sakit perut nya, namun apa lah daya, kebiasaan Hanna yang suka menjahili bawahan nya itu begitu sulit ia lepas kan, namun walau pun demikian, para bawahan nya menyukai sifat Hanna yang kadang seperti bunglon itu, karna sebenarnya Hanna memiliki sisi baik yang tak di miliki orang lain, walau sering kali kebaikan nya sering di manfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,,,
Di halaman gedung perkantoran PT HANNA GRUP,,,
"Tuan Presdir, saya temani anda hingga ke ruangan bos Hanna" ucap salah satu karyawan perempuan yang mencoba mencari muka dan agak sedikit tebar pesona
Namun bukan nya menyahut, Rey malah sedikit pun tak melirik nya, Rey berjalan dengan acuh tanpa menghiraukan siapapun yang melihatnya, karyawan wanita itu merasa kesal dan malu akibat di tertawa kan oleh teman-temannya,,,
"Hahaha,,, makanya jadi perempuan jangan sok keganjenan deh, sudah tau itu gebetan nya Nyonya bos, masih saja mau di mbat,," ucap Lina
__ADS_1
"Hahaha,,, Lina, Lina, kamu kan tau sendiri, mana mau tuan Presdir sama perempuan modelan kaya Melisa ini,,, Hehh,, nyonya bos mau di saingin,, ngaca Lo Lisa, ngaca,,!!" ucap Cika dengan nada mengejek
"Melisa, Lo tu benar-benar gak tau di untung ya, udah syukur Nyonya bos mau Nerima Lo kerja disini, dan lagi setahu aku kemarin yang bayarin biaya rumah sakit nyokap Lo, Nyonya bos juga kan, terus sekarang Lo malah mau Mbat Tuang Presdir lagi,,, Di mana otak Lo" ucap Lina
Bukan nya marah, malah karyawan yang bernama Melisa itu hanya menanggapi dengan senyum meremehkan walau dalam hati nya ia merasa kesal dan malu karna sama sekali tak di lirik oleh Presdir Lee, dia berlalu begitu saja tanpa memberikan perlawanan sedikit pun terhadap Lina dan Cika ,,,
( Hehh,,, kalian lihat saja nanti, selagi janur kuning belum melengkung, akan aku pastikan Presdir Lee menjadi milik ku ) gumam Melisa dalam hati dengan penuh percaya diri
Sementara di ruangan CEO,,,
Rey memeluk Hanna dengan erat dan membawa nya duduk di sofa yang ada di samping meja kerja Hanna,
"Tadi kebetulan aku gak sengaja lewat sini habis balik dari meeting, terus aku pikir mampir aja lah, itung-itung bisa kangen-kangenan sama istri ku yang cantik ini" ucap Rey sembari mengedip Ken sebelah mata nya
__ADS_1
"Iiihh,,, gombal, belum juga nikah udah nyebut istri, pede banget jadi orang " ucap Hanna yang geli saat mendengar Rey menyebut nya sebagai istri
"ya harus lah sayang, nanti kan kalo kita udah nikah otomatis kamu udah jadi istri aku dan begitu juga sebalik nya, makanya mulai sekarang kita harus biasakan dengan panggilan suami istri "
"Emang panggilan suami istri yang kaya gimana lagi sih, bukan nya kalo udah nikah pun tetep bisa panggil mas atau sayang " protes Hanna
"Beda lah sayang,, ah nanti aja lah mikirin itu, sekarang aku mau manja-manja dulu sama sayang ku ini" ucap Rey sembari merebah kan kepalanya di pangkuan Hanna, Hanna pun merespon dengan cepat dan membelai rambut Rey dengan penuh kasih sayang,,,
"Sayang, biar kan tetap seperti ini " ucap Rey dengan mata yang terpejam.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG