CEO Cantik Memikat Hati Tuan Presdir

CEO Cantik Memikat Hati Tuan Presdir
Episode 87 (Area 21++,,, 18- skip)


__ADS_3

Sementara di sebuah kamar hotel yang sudah di sulap menjadi kamar pengantin yang begitu indah dengan di hiasi taburan kelopak mawar dan lilin yang menyala dan tersusun rapi membentuk seperti Hati,


Hanna tengah duduk di depan cermin untuk membersihkan sisa make up di wajah nya,,, Rey menghampiri lalu memeluk Hanna dari belakang dan membisikkan sesuatu di telinga istrinya itu


"Sayang, boleh kah aku meminta nya sekarang" ucap Rey pelan sehingga membuat Hanna merasa geli di telinga nya


"Mas,,, bisa kah membiarkan ku untuk membersihkan wajah ku dari sisa make up ini dulu,,,??! tanya Hanna


"Jadi,,,?! ,, jika sudah selesai membersihkan sisa make up, artinya aku sudah bisa meminta jatah ku" tanya Rey yang secara tidak langsung berhasil membuat Hanna Tersipu malu karna ucapan nya


'JATAH' ... Hanna tak habis pikir bisa-bisa nya Rey mengatakan meminta jatah dari nya malam ini,,, Hanna tak menjawab pertanyaan Rey barusan dan ia hanya sibuk mengoleskan kapas pembersih sisa make up yang terdapat di wajah nya,,,

__ADS_1


Setelah beberapa saat Rey dengan setia menunggu sang istri di atas tempat tidur,, Hanna baru saja selesai membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi hanya dengan balutan handuk kimono yang menutupi bagian tubuh nya, sehingga masih menyisakan beberapa bagian yang terbuka dan memperlihatkan Leher jenjang dan Sepasang pa** mulus nya,,, Rey bangkit dari tidur nya dan menghampiri sang kekasih yang kini sudah berstatus sebagai istri nya itu,,,


"Sayang, apa kau sedang menggodaku,,,??? bisik Rey di telinga Hanna di sertai hembusan nafas yang menghangatkan tengkuk polos itu,,,


"Menurut mu,,,??!! Ucap Hanna dengan suara yang sangat lembut dan seksi ketika terdengar di telinga Rey dan seolah sedang memberi lampu hijau sehingga membuat Rey langsung bereaksi dan tanpa aba-aba Rey langsung mengangkat tubuh istrinya itu dan membawanya ke tempat tidur,,,


Rey menarik handuk yang membalut tubuh Hanna hingga terlepas dan hanya menyisakan pakaian dalam yang tipis menutupi bagian tubuh sensitif nya,,, untuk sesaat Rey tertegun ketika melihat secara langsung sebuah pemandangan yang begitu indah terpampang jelas di hadapannya, dengam susah payah Rey berusaha menelan Saliva nya saat melihat sepasang benda yang begitu menonjol di bagian Tubuh sang istri yang selama ini ia hanya bisa membayangkan dalam khayalan nya namun sekarang ia benar-benar bisa melihat nya secara langsung bahkan mencicipi nya,,,


suara erangan menahan sakit tak mampu di tahan oleh nya, Hanna menitikkan air mata nya saat merasakan ada sesuatu yang seperti robek di bagian inti nya,,, Rey dapat melihat dengan jelas wajah sang istri yang sedang menahan sakit,,,


"Sayang, apa aku harus menghentikan semua ini,,??? tanya Rey yang tak tega melihat sang istri menahan sakit

__ADS_1


" Tidak mas, lakukan lah, ini sudah menjadi hak mu" ucap Hanna dengan suara yang begitu tenang meski terkadang ia meringis menahan sakit


"Baiklah,,, Aku akan melakukan nya dengan pelan" ucap Rey dengan suara lembut nya.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2