
"Metta,,, are you okay,,," ucap Roy yang berhasil membuat metta tersadar dari lamunannya
"Ee,, em aku baik-baik saja,,," ucap metta spontan
"Metta,,, Tadi aku bertanya pada mu,,, apa kau mau menerima ku menjadi kekasih mu" tanya Roy sekali lagi
"Apa kau serius,,," ucap metta yang balik bertanya
"Apa muka ku terlihat sedang bercanda,,,?!! Roy menjawab dengan pertanyaan pula
Metta memandang wajah Roy dengan seksama, di tatap nya sepasang mata Roy dalam-dalam mencoba untuk mencari kebohongan di sana, namun yang ia temukan hanyalah sebuah kejujuran dan ketulusan yang terdapat di mata Pria itu,,,. "Aku,,, aku mau" ucap metta dengan suara yang sangat pelan namun masih dapat di dengar oleh Roy,,,
"Apa,, aku tak mendengar nya, coba katakan sekali lagi dan tolong agak di keras kan Suara nya, mungkin telinga ku agak eror" ucap Roy dengan senyum yang di sengaja
"Aku menerima mu menjadi kekasih ku" ucap metta dengan sejelas-jelasnya
"Apa,, aku masih tak dapat mendengar nya, bisa kah kau katakan sekali lagi,,,!!!
__ADS_1
"Aku takkan mengatakan nya lagi, jika kau memaksa, aku akan pergi dari sini" ucap metta yang sudah terlanjur malu
"Tidak, tidak, tidak,,, baiklah maaf kan aku,,,, jadi kau menerima mu,, dan berarti mulai sekarang kita adalah,,,,,, Sepasang kekasih " ujar Roy yang juga tiba-tiba merasa grogi
Flashback off
Rey begitu khusyuk mendengar kan Roy yang menceritakan secara Detail dan lengkap tentang kisah cinta nya bersama metta....
Jika boleh jujur, metta merasa sangat malu ketika Roy bercerita pada adik iparnya itu,,,
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lima bulan kemudian....
"Sayang,,, aku berangkat kerja dulu ya,,, kaga dirimu baik-baik" ucap Rey pada Hanna
"Iya mas,,, hati-hati di jalan" ucap Hanna sembari meraih dan menyalami tangan suaminya
__ADS_1
Saat mobil Rey sudah pergi dan tak terlihat lagi dari pandangan Hanna, Hanna memilih untuk langsung kekamar nya, sudah beberapa hari ini Hanna merasa tubuh nya kurang sehat, namun ia menyembunyikan itu dari suaminya, bukan tanpa alasan, Hanna melakukan itu semua agar Rey tak kepikiran dengan nya, karna akhir-akhir ini Rey juga sangat kelelahan akibat pekerjaan nya, perusahaan sedang maju pesat sehingga Rey tak dapat meninggalkan nya atau pun di wakili untuk sementara, sedangkan ayah mertua Hanna, Tuan Hyun sekarang sudah pensiun, ia tak lagi ikut mengelola perusahaan karna itu semua sudah di serahkan kepada Rey sepenuhnya...
Ketika hanna baru saja membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur, tiba-tiba perut nya terasa mual, pandangan nya juga tiba-tiba buram,, Hanna tak kuat lagi menahan nya hingga pelan-pelan pandangan nya pun mulai gelap dan Hanna pun kehilangan kesadaran nya,,,
beberapa saat kemudian,,,,
Tok, tok, tok....
"Nyonya,,,, Nyonya Hanna ini Ines nya, ines bawakan sarapan untuk nyonya,,,,"
Untuk Setelah Art yang bernama ines itu berfikir, mungkin Majikan nya itu sedang di kamar mandi, makanya beliau tak mendengar ketika Ines memanggil,,, hingga akhirnya ines pun berinisiatif untuk menaruh sendiri makanan itu di kamar majikan nya, saat ines membuka pintu kamar dengan perlahan, ia sedikit kaget saat mendapati majikan nya sedang tertidur di tempat tidur...
"Oalah,,, ku pikir Nyonya Hanna sedang mandi, gak taunya malah tidur,,,, " gumam ines pelan
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG