
Di kediaman Hanna,,,
Roy baru saja keluar dari kamar nya setelah beberapa saat mengistirahatkan tubuh nya yang lelah, saat ia akan menuju dapur dan hendak mengambil minum, Roy sangat kaget saat melewati ruang tengah dan melihat Rey yang tertidur pulas di sebuah sofa dalam keadaan bersandar,,,
"Astaghfirullah,,, sejak kapan ini anak di sini, mana tidur nya nyenyak banget lagi kaya nya,,," Roy bergumam sendiri saat melihat calon adik ipar nya yang Tertidur dengan lelap dan seperti nya sangat kelelahan akibat bekerja
Roy memilih membiarkan nya dan berlalu melanjutkan tujuan awal nya untuk mengambil air minum,,,
Sementara di kediaman keluarga Chou
"Ken, kamu harus cari Rey sampai ketemu, Adit kamu juga bantuin Ken buat nyari Abang mu,,, mama khawatir sama anak itu, sebenarnya dia kemana sih, mana di telpon gak aktif lagi,, Hanna juga kemana di telpon sama gak aktif,,, bikin Mama pusing aja" ucap mama Rika dengan kecerewetan nya yang mulai kumat
Ken dan Adit di buat bingung dan serba salah, namun kedua nya tetap pergi untuk melakukan perintah dari mama Rika tanpa bisa di ganggu gugat lagi,,, ' saat di mobil '
__ADS_1
"Bang Ken,, nomor telepon bang Rey kan gak aktif, emang gak ada nomor lain yang bisa di hubungi apa,,, ?!!! tanya Adit
"Nomor lain sih ada,,,!!! sahut Ken dengan santai nya
"Lah terus kenapa gak di telpon, biar kita bisa tau di mana bang Rey"
"Iya, mau nya sih gitu, tapi masalah nya mau nelpon yang lain apa hubungan nya sama Rey, lagian kan yang lain juga belum tentu tau di mana Rey berada"
"Astaga,,, bang Ken sebenarnya kau punya otak gak sih, perasaan pas tiap kali di luar jam kerja, itu otak gak konek melulu" ujar Adit yang kesal dengan jawaban Ken
"Maksud ku,, Abang Rey kan berpangkat presiden direktur, dia pasti punya nomor lain yang lebih dari satu dan bisa di hubungi" ucap Adit dengan sejelas-jelasnya agar Ken bisa dengan mudah memahami,,, namun ketika ekspektasi tak sesuai kenyataan,
"Nomor telepon lebih dari satu,,,,??!!! Adit, kau kalau ngomong yang jelas dong, di mana-mana kalau nomor telepon itu pasti lebih dari satu, mana ada nomor telepon cuma punya satu angka" jawab Ken yang bertingkah seolah ia paling polos
__ADS_1
"Ya Allah,,, apa salah Dan dosa ku, lagian bang Rey dikasih apa coba sama bang Ken sampai-sampai dia bisa jadi orang kepercayaan seorang presiden direktur " Adit benar-benar tak habis fikir Dangan sikap Ken, padahal jika di kantor atau di jam kerja dia adalah yang paling cerdas dan paling di takuti oleh para bawahan nya, seluruh Indonesia hingga keluar negri ia sangat di kenal karna sikap profesional nya dan segala ketegasan nya dalam mengambil keputusan apapun yang terbaik untuk 'Group Lee Chou' dan mewakili Presdir Lee sendiri,
hingga akhirnya Adit memilih diam dan tak membahas lagi tentang nomor telepon atau apapun itu, karna ia rasa tak ada guna nya menjelaskan pada Ken, yang ada hanya berujung emosi tingkat dewa
Namun sesaat kemudian Adit di buat bingung saat Ken memarkir mobil nya di sebuah rumah Seseorang yang sebelumnya tidak di ketahui oleh Adit,,,
"Loh,,, kok. bang Ken kita kerumah siapa ini,,,????
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG