CEO Cantik Memikat Hati Tuan Presdir

CEO Cantik Memikat Hati Tuan Presdir
Episode 103


__ADS_3

"Ekhhmm ,,,," Roy berdehem dan berhasil membuat Hanna terlonjak kaget


"Astaghfirullah,,, bag Roy sejak kapan bang Roy di sini,,,?!! tanya Hanna


"Sejak sekarang,,,," jawab Roy singkat dan duduk di samping Hanna


"Rey mana han,, kok Abang gak liat,,,?!! tanya Roy sambil celingak-celinguk mencari keberadaan adik iparnya


"Mas Rey lagi di ruang kerja tuh sama Ken,,," jawab Hanna santai


"Han, Abang mau ngomong sesuatu " ucap roy dengan mode serius


"Ngomong di sini aja, lagian gak ada orang juga" ucap Hanna

__ADS_1


Roy mendesah kecil kala melihat tingkah cuek Hanna, " Han, Abang cuma mau Kamu cariin orang buat gantiin metta mimpin perusahaan,, Abang kan juga pengen di perhatiin sama istri, kalau metta capek terus kapan dia bisa hamil nya"


Hanna terdiam sesaat memikirkan apa yang dikatakan oleh Abang nya,, yang di bilang bang Roy memang benar, dia juga butuh perhatian dari seorang istri dan Hanna tak boleh egois untuk itu, ( Ya, Roy dan metta memang sudah menikah sejak tiga bulan lalu, mereka hanya menjalin hubungan selama dua bulan setelah itu di lanjutkan dengan pernikahan yang mengikat kedua nya hingga sekarang, selain menjadi istri dan ibu rumah tangga, metta juga masih tetap menjadi Pemimpin Dari 'PT HANNA GRUP' Hanna menaruh kepercayaan yang begitu besar terhadap metta sehingga ia begitu sulit untuk mempercayai orang lain untuk memegang kendali perusahaan milik nya )


"Bang, beri aku waktu untuk berpikir ya, karna untuk mencari orang yang bisa di percaya itu tidak lah mudah, dan Abang tau sendiri itu kan, metta adalah satu-satunya yang bisa ku andalkan saat ini, lagi pula aku tak mungkin bisa memimpin perusahaan seperti biasa lagi, apa lagi sekarang aku tengah berbadan dua" ucap Hanna yang tanpa sadar menceritakan tentang kehamilan nya


"Maksud mu,,,?!! kamu hamil Han" tanya Roy dengan wajah yang berbinar


"Eh anu, itu,,,, hehee iya bang,,," Hanna jadi cengengesan saat menyadari kebodohannya sendiri dan menepuk kecil mulut nya karna tak bisa di ajak kerjasama untuk merahasiakan kehamilan nya sampai besok malam. ( Sialan ini mulut kok gak bisa di ajak kerjasama banget, pake acara keceplosan segala lagi, akhirnya gak jadi ngasih kejutan kan buat bang Roy,, )


Dari pintu masuk ines sudah kembali dari mini market dan membawa beberapa bahan makanan yang di inginkan oleh Hanna,,, di saat yang bersamaan Ken keluar dari ruang kerja Rey dan berlari tanpa memperhatikan di sekitar nya,,,


"BRUKKK,,,, "

__ADS_1


"Astaghfirullah,,,, ada apaan tuh,,?!! ucap Roy yang kaget saat mendengar suara terjatuh dari arah pintu masuk, bergegas Hanna dan Roy menghampiri Ines dan Ken yang sama-sama terduduk di lantai dan sedang mengumpulkan barang belanjaan ines yang berserakan


"Ines,,, Ken,,, ada apa,,,?!! tanya Hanna saat melihat dua makhluk itu salin menunduk di lantai


"Nyonya,,, maaf bukan ines yang berantakin belanjaan nya, tuh si tuan Ken tadi jalan gak liat-liat, akhirnya ines jadi ketabrak kan sama dia" adu ines pada sang majikan


"Enak aja,,, gua mau keluar tadi, loe aja yang ngehalangin jalan gua, pake acara ngeles pula kaya bajaj, " sahut Ken yang tak mau di salah kan


"Iihh,, jelas-jelas tadi tuan Ken yang nabrak ines duluan, kenapa sekarang malah jadi ines yang di salahin" ucap ines tak terima karena di salah kan oleh Ken


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2