
Hening,,,!!! hanya suara dentingan sendok dan garpu yang terdengar menggema di ruangan itu,,, Baik Hanna maupun Roy masing-masing fokus pada sarapannya setelah mendapat teguran dari sang ibu yang melarang nya berbicara saat mulut sedang mengunyah makanan, ajaib nya kedua kakak beradik itu pun langsung patuh tanpa membantah sedikit pun,,,
Setelah beberapa saat kemudian Roy dan Hanna pun sudah selesai dengan sarapan nya, kini kedua nya tengah duduk di bangku taman belakang rumah sambil sesekali berbincang masalah pekerjaan hingga masalah persiapan untuk pernikahan hanna nantinya,
Tadi nya Hanna berniat ingin ke kantor hari ini namun Roy melarang nya, bagai mana pun Hanna akan segera menikah, dan Rey adalah calon suami nya, Roy sangat tau bagai mana calon adik ipar nya itu yang begitu di puja dan menjadi dambaan setiap wanita, tak bisa di pungkiri, bisa saja ada yang merasa sakit hati atau iri pada Hanna yang telah di jadikan Rey sebagai tambatan hati nya,,,
Roy tak mau jika kemungkinan sesuatu hal yang tak di inginkan terjadi pada adik kesayangan nya itu, setidak nya Roy bisa memberikan perlindungan terbaik bagi Hanna sebelum nantinya Hanna telah resmi menjadi milik orang lain,,,
"Bang, sebelum aku menikah nanti, bisakah Abang memberikan ku suatu hadiah,,??!! tanya Hanna antusias
"Memangnya kau ingin kan hadiah apa dari Abang,,,?!! ucap Roy balik bertanya
"Tapi Abang janji dulu ya, bakal nurutin permintaan ku, setidak nya ini yang terakhir sebelum aku menikah nanti" ucap Hanna lagi
__ADS_1
"Mmm,, gimana ya,,, ya tergantung sih,,, sama permintaan kamu juga, kalo kamu minta yang aneh-aneh, mungkin Abang gak akan menurutinya " ucap Roy yang sengaja menggoda kesabaran Hanna
"Bang,, plisss,,, ayolah" pinta Hanna dengan wajah memelas dan menangkup kan kedua tangannya di depan Roy, sehingga membuat Roy tak tega melihat adik nya yang mengiba dan spontan Roy langsung mengangguk kan kepala nya tanda setuju untuk menuruti permintaan Hanna, walau pun perasaan nya jadi sedikit tidak enak,,,
saat melihat reaksi Hanna yang tiba-tiba ceria sesaat setelah mendapat persetujuan dari nya untuk mengabulkan keinginan sang adik,,,
"Hmm, kok Abang kaya nyium bau-bau gak enak ya" pancing Roy
"Iya, cepat katakan apa yang kau mau,, Abang hitung sampai tiga bila masih belum katakan maka permintaan pun tak akan berlaku lagi,,, mulai ya, Satu,,,,du
"Aku Pengen Abang punya pacar " ucap Hanna cepat sebelum Roy menyelesaikan hitungan nya,
Bagai tertelan biji salak, Seketika tenggorokan Roy terasa tercekat sehingga tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun untuk menjawab permintaan sang adik, bukan nya suatu yang mustahil bagi Roy untuk memiliki pacar, namun mencari pacar juga tak semudah membalikan telapak tangan, apalagi jaman sekarang banyak wanita yang rela menjual diri hanya demi uang,,,
__ADS_1
Sepersekian detik,,, "Bang,,, bang Roy" ucap Hanna nyaring sehingga berhasil mengagetkan Roy dari lamunan nya,
"Apa, a ada apa Han, kamu kalo ngomong jangan kenceng-kenceng juga kali, emang nya Abang tuli apa" ucap Roy sambil berusaha menutupi rasa kaget nya akibat teriakan Hanna
"Tula tuli, tula tuli,,, Lagian di tanya malah bengong, buruan jawab bang, Abang bisa kan nurutin permintaan aku, satu itu aja kok gak ada yang lain, suer deh,,,
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1