CEO Cantik Memikat Hati Tuan Presdir

CEO Cantik Memikat Hati Tuan Presdir
Episode 105


__ADS_3

Mama Rika sedang asyik mengobrol dengan suaminya di taman belakang rumah sambil sesekali menyantap cemilan yang ada di hadapan nya,,,


"Pa, menurut mu, kapan ya kita bisa nimang cucu dari Rey dan Hanna,,, mama udah gak sabar pengen ngerasain punya cucu kaya teman-teman mama" ucap mama Rika pada sang suami


"Udah lah ma, sabar aja, mungkin emang belum waktunya, kita gak boleh mendesak Rey dan Hanna untuk memberikan kita cucu, yang ada nanti nya Hanna jadi merasa tertekan dan kepikiran terus, kan itu bisa mempengaruhi kesehatan nya juga, lagi pula kalo Allah belum ngasih, kita bisa apa"


"Iya sih papa benar, hanya saja usia pernikahan Rey dan Hanna kan udah lima bulan lebih masa gak ada tanda-tanda sama sekali" ucap Mama Rika lagi


"Kan tadi papa udah bilang, semua nya kita serahkan saja kepada yang maha kuasa, mungkin dia udah nyiapin sesuatu yang lebih baik buat kita, kita hanya perlu bersabar sedikit lagi"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu Minggu kemudian....

__ADS_1


"Leo, kamu yakin mau ketemu papa aku,,,?!! tanya Marisa yang ragu ketika Leo ingin menemui ayah nya


"Marisa, kamu tenang saja, prinsip ku seorang lelaki jantan itu ialah dia yang berani berbuat juga berani bertanggung jawab,, kau tak perlu khawatir, aku akan menanggung semua konsekuensi nya jika nanti papa mu marah pada ku, kau hanya perlu diam, biarkan aku yang mengatakan semua nya " ucap Leo yang berusaha meyakinkan Marisa,


Saat ini kedua nya sedang dalam perjalanan menuju rumah kontrakan tempat tinggal tuan Hendra dan klarisa adik dari Marisa,,, saat 30 menit berlalu kedua nya pun sudah tiba di tempat tujuan,,, dari dalam mobil Marisa dapat melihat dengan jelas, seorang lelaki paruh baya namun terlihat lebih tua dari usianya yang seharusnya,


Tuan Hendra tengah duduk di teras rumah dan terlihat seperti sedang melamun, entah apa yang ia pikirkan, terlihat dari sorot mata yang menatap lurus ke depan tanpa menoleh sedikit pun,,,


Marisa merasakan hatinya berdenyut perih kala melihat kondisi sang ayah yang selama ini ia pikir baik-baik saja,,,


"Apa kau akan ikut turun,,,?!! tanya Leo yang mengagetkan Marisa


"Eh, emm aku,,, iya, aku akan turun" ucap Marisa yang tanpa menunggu jawaban dari Leo, ia langsung keluar dari mobil dan berlari ke arah ayah nya,,,

__ADS_1


"Papaaa,,,"


Marisa berteriak memanggil sang ayah dan spontan panggilan itu langsung membuat tuan Hendra tersadar,,,


"Marisa" tanpa menunggu lama, tuan Hendra dan Marisa saling berpelukan dan suara tangisan pun pecah begitu saja dari kedua nya, Leo berjalan perlahan menghampiri keduanya dan ia dapat melihat dan menyaksikan secara langsung adegan pilu yang menyayat hati ketika pertemuan antara anak dan ayah itu setelah sekian lama Marisa tak pernah pulang


"Marisa, kemana saja kamu selama ini nak, papa merindukan mu, adik mu sudah berusaha keras mencari mu selama ini, tapi kamu sama sekali tak meninggalkan jejak apapun, papa khawatir sama kamu" suara serak menyayat hati ketika tuan Hendra melepaskan pelukannya dari sang putri yang ia rindukan


"Papa, hiks,,, maafkan Risa pa, Risa gak bermaksud bikin papa dan Klaris khawatir, Tapi papa tenang saja, sekarang kan Risa udah di sini, Risa rindu papa"


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2