
sebelum menemui Roy dan metta, Hanna terlebih dahulu meminta ijin pada suaminya untuk turun lebih dulu,,,
" Mas aku turun duluan ya, di bawah sudah ada bang Roy dan metta" teriak Hanna dari luar pintu kamar mandi
"Iya sayang, turun tangga hati-hati ya, jangan buru-buru" sahut Rey yang jga berteriak dari dalam kamar mandi
Hanna hanya mengiyakan apa yang di perintahkan oleh suaminya itu,,, karna walau mau protes bagai mana pun Rey tetap tidak akan mau di bantah sedikit pun jika menyangkut dirinya dan juga bayi yang ada dalam kandungan nya,,,. Walaupun kadang Hanna merasa dongkol dengan sikap suami itu, namun ada rasa bahagia dalam hatinya ketika sang suami yang menunjukkan rasa peduli dan memberikan perhatian yang berkali lipat dari biasanya,,,
_____
Hanna tersenyum saat melihat Abang dan Kaka ipar nya yang berada di ruang tamu,,,
"Bang Roy, metta,,,"
Metta dan Roy sama-sama menoleh kearah sumber suara yang menyebut nama mereka,,,
"Hanna,,, bagai mana kabar mu,,,?!! tanya metta pada Hanna yang menghampiri mereka,,,
Ya, metta sudah mengubah cara panggilan nya pada Hanna sejak ia dan Roy resmi menjadi suami istri, dari yang semula Bos Hanna kini menjadi Hanna,...
__ADS_1
"Aku baik, kau bagai mana,,,?!! ucap Hanna balik bertanya
"Ya, aku sangat baik,,,"
Kedua nya tersenyum dan Hanna pun mengajak metta untuk kembali duduk dan meminta pada ines membuat kan minum untuk metta dan Roy,,,
"Ekhhmm,,, kaya nya posisi ku sebagai Abang udah bergeser nih,,!!! ucap Roy yang sengaja membuat istri dan adik nya merasa tersindir
tapi bukan nya Menjawab Roy, Hanna dan metta malah asik mengobrol dan tetap bersikap biasa seolah tak ada yang lain di ruangan itu kecuali mereka berdua,,,. Roy di buat kesal dengan tingkah kedua wanita yang ia cintai itu, namun ia berusaha untuk tetap tenang dan tidak terlalu memikirkan nya,,,
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Bagai mana ini, jika tuan Presdir tau, bisa-bisa aku di pecat" gumam seorang pria paruh baya dengan pakaian formal nya...
"Ada apa pak Dedy,,,Kenapa kau masih berada disini, ini sudah sore dan sudah waktunya untuk pulang, kenapa wajahmu terlihat cemas,,,?!! tanya Ken yang baru datang menghampiri Pria paruh baya yang bernama Dedy itu
"Eem, anu tuan Ken,,, Eemm, maaf kan atas kecerobohan saya tuan, tapi,, tapi bukan saya yang melakukan nya" ucap pak Dedy dengan terbata
Ken jadi bingung dengan sikap Pria paruh baya itu, "Apa maksud mu pak,,,,?!! tanya Ken
__ADS_1
"Em, itu,,, seseorang sudah merusak bahan bangunan yang ada di gudang hingga tak tersisa"
"Apa,,,,???!! kenapa kau baru mengatakan nya sekarang," Bentak Ken dengan suara yang keras
"Sa, saya juga tidak tau tuan, bahkan tadi siang semuanya masih baik-baik saja, tapi sekarang....
"Cepat antar aku ke sana, aku akan melihat nya" tegas ken
"Baik tuan,,,,"
Bergegas Ken bersama dengan pak Dedy menuju ke gudang penyimpanan bahan baku untuk bangunan yang di maksud oleh pak Dedy sebelumnya,,, saat tiba di sana, Ken mendesah kasar dan meraup wajah nya, saat melihat Semua bahan baku yang ada di gudang itu hancur tak tersisa,,,. " Bagai mana ini bisa terjadi, siapa yang sudah melakukan nya" gumam Ken
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1