CEO Cantik Memikat Hati Tuan Presdir

CEO Cantik Memikat Hati Tuan Presdir
Episode 92


__ADS_3

"Karna apa,,, karna kamu cinta sama dia, Metta kamu sadar nak, kamu itu adalah wanita yang berkharisma, masa depan kamu masih panjang, sampai kapan kamu akan rela merendahkan diri mu dengan menjadi seorang bawahan dari orang lain" Ucap ayah metta dengan nada yang sedikit membentak


"Ayah,,, aku tau mungkin cintaku takkan terbalaskan tapi setidak nya biar kan aku tetap seperti ini, lagi pula aku bekerja untuk Hanna bukan untuk Roy, dan satu lagi,,, berhentilah mengatur ku, karna aku bukan anak kecil lagi" ucap tegas metta sembari berlalu meninggalkan sang ayah yang berada di ruang keluarga


Tuan Gunawan hanya bisa pasrah dan diam dengan semua yang di katakan oleh anak nya itu, metta memang anak yang keras kepala, apapun yang menjadi keputusan nya maka tak ada satu pun yang bisa menentang nya,,,, ia tak habis pikir, bisa-bisa nya putri semata wayangnya itu jatuh cinta sampai segitunya pada Roy, dan sampai rela meninggalkan apa yang seharusnya menjadi impian nya sejak awal,,, bukan metta tak ingin menjadi prajurit seperti ayah nya, tapi karna cinta nya yang terlalu besar pada Roy sehingga ia rela menolak keras keinginan sang ayah sewaktu ingin memasukkan dia kesalah satu sekolah pendidikan militer,,,


Jika metta berlagak menolak sewaktu Hanna ingin menjodohkan dia dengan Roy, percayalah itu tidak sesuai dengan apa yang ada di hati nya,,, bagi metta itu semua hanya sebagian cara agar ia tak terlihat seperti murahan di hadapan Roy, walaupun sebenarnya jika mereka bertemu yang ada hanya pertengkaran yang terjadi di antara mereka berdua,,,

__ADS_1


Di sebuah kamar dengan luas 4Γ—6 meter persegi,,, dengan dinding bernuansa modern dan di lapisi cat berwarna Army dan beberapa foto berbingkai yang terdapat di dinding yang unik itu,, di antara semua foto itu tak ada satu pun yang bertemakan tentang kehidupan rumah tangga atau keluarga atau pemandangan dan lain-lain,,, yang ada hanya Foto-foto Mafia bersenjata dan beberapa foto tentara yang sedang berperang,,,,


Ya, itu lah metta yang sebenarnya,,, ia adalah seorang wanita dengan berjiwa mafia, Ia sangat menyukai apa-apa yang berkaitan dengan senjata/perang, tapi semua itu hanya ia jadikan sebagai sebuah hobi tanpa berniat mewujudkan nya, karna perasaan cinta yang terlalu besar terhadap pria yang ia sukai sehingga mampu mengalah kan sebuah impian yang besar dan begitu ia dambakan dari sejak kecil,,,


Metta duduk bersandar di sebuah kursi yang terletak di balkon kamar nya sambil memandang kearah jalan raya Kota J yang selalu di padati dengan kendaraan yang berlalu lalang silih berganti, lampu-lampu yang menyala dan berkilauan di setiap sisi jalan dan bangunan-bangunan,,,, suara Azan magrib berkumandang tak sedikit pun menggerakkan hati nya untuk menghadap kepada yang Maha Kuasa,... yang ia lakukan hanyalah menumpahkan segala isi hati nya dengan menangis dan menangis


Metta hanya bisa menangis dalam diam, menumpahkan segala rasa di hati nya melalui air mata,,,

__ADS_1


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2