
Hanna tetap diam tanpa sedikitpun berniat untuk menanggapi perkataan radex, namun semakin lama Radex semakin berusaha memancing agar Hanna membuka suara dan merespon nya, berbagai macam rayuan manis dan janji² yang di ucapkan oleh Radex agar Hanna tertarik lagi dengan nya, namun usahanya tetap hanya sia²,,,,
"Hanna,,, ku pikir dulu aku memang jahat pada mu, dan bahkan dulu saat aku ingin apa saja, kau selalu mewujudkan nya, segitu cinta mati nya kamu sama aku sampai² kamu rela melakukan apa saja buat ku,,, Dan setelah kita lama berpisah, ku lihat kau sekarang banyak perubahan dan kau juga semakin cantik, aku hanya berharap kau mau kembali dengan ku lagi" ucap Radex dengan penuh percaya diri
Kali ini Hanna benar² muak melihat wajah pria yang ada di hadapan nya itu, Hanna bangkit dari duduk nya dan melirik sekilas ke arah Radex kemudian berlalu meninggal kan nya, ,, Radex sangat kesal di buat nya, ia berpikir Ternyata tak mudah lagi agar bisa menaklukkan hati Hanna seperti dulu, jika dulu Hanna akan mudah takluk walau dengan di janjikan sesuatu hal yang sekecil apapun, tapi sekarang semua itu tidak ada guna nya lagi di hadapan hanna, tentu saja karna Hanna sekarang sudah memiliki segalanya, jadi dia tak perlu apa pun lagi ..
Hanna lebih memilih menyusul Rey yang sedang mengobrol bersama rekan lainnya,
"Mas Rey,,," ucap Hanna
Rey pun menoleh saat mendengar ada yang menyebut nama nya "Eh sayang, kenapa,,,??? tanya Rey
__ADS_1
"Tak apa, boleh kah aku bergabung dengan kalian,,,??? tanya Hanna
Rey tersenyum mengangguk pada Hanna, begitu juga dengan beberapa teman bisnis Rey yang juga ikut mengiyakan
Hanna pun duduk di kursi kosong yang ada di samping Rey "Emm,,, sayang perkenalkan, ini tuan Ragil Hanzen, dia CEO dari HEIR GROUP PERKASA,,, " ujar Rey
Hanna tersenyum dan mengangguk,,, " Kami sudah saling mengenal mas Rey,, beberapa waktu lalu, tuan Ragil mengirim seseorang ke kantor ku untuk mengajukan kerja sama" jelas Hanna
"Hehee,,, iya Tuan Presdir, beberapa waktu lalu saya memang mengirimkan pengajuan kerja sama dengan perusahaan milik nona Hanna, tapi dia belum menyetujui nya hingga sekarang" ucap tuan Ragil
"Loh, kenapa begitu,,,??? tanya Rey
__ADS_1
Hanna tersenyum menanggapi perkataan tuan Ragil, " tuan Ragil benar, sampai sekarang saya belum menyetujui kerja sama itu,, itu karna saya belum ada waktu untuk melihat dan memeriksa Berkas nya, hingga sekarang tuan Ragil bisa lihat sendiri, bagai mana kesibukan saya sehari-hari belum lagi saya juga sedang mengurus untuk pembukaan perusahaan cabang di kota B, jadi saya mohon maaf kepada tuan Ragil karna belum bisa menyetujui kerja sama itu tapi nanti insya Allah saya akan berusaha membagi waktu" ucap Hanna dengan penuh kesopanan dan ketegasan dalam bicara
Tuan Ragil tersenyum setelah mendengar penuturan dari Hanna barusan,,, " Baik lah nona Hanna, saya tak masalah jika harus menunggu, hanya saja,,, saya sangat salut dengan semangat dan kedisiplinan anda, itulah yang membuat saya tertarik ingin bekerja sama dengan anda, saya sangat kagum karna sampai detik ini tak ada yang mampu menyaingi kinerja anda yang sangat luar biasa yang bahkan dalam waktu yang singkat anda sudah berhasil membangun perusahaan besar dan beberapa cabang di luar kota"
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1