
Hari-hari berlalu begitu cepat, dan hari ini adalah hari bahagia yang sudah di nantikan oleh Rey dan Hanna sejak lama, baik keluarga dekat maupun jauh semua nya sudah berkumpul dan bersukacita dalam rangka memeriahkan hari pertunangan mereka, sejak acara di mulai, Hanna dan Rey tak henti-hentinya tersenyum simpul tanda mereka merasakan bahagia yang amat tak terkira,,,
Setelah kedua melangsungkan prosesi pertukaran cincin, para sahabat Rey maupun Hanna datang mendekat dan memberikan ucapan selamat secara bergantian "Tuan Lee,, nona Hanna, selamat untuk kalian berdua, semoga di berikan kelancaran hingga hari pernikahan kalian nanti" ucap Ken mendo'akan bos nya itu yang sekaligus adalah sahabat baik nya
"Amiin,,, Ken, tolong lah jangan memanggil ku dengan sebutan formal, ini adalah hari bahagia ku dan kau juga adalah sahabat ku" ujar Rey
"Hahaha,, baik lah bro Rey,, aku lupa kalau sekarang kita sedang di luar jam kerja, maaf kan aku" ujar Ken meralat ucapan nya
tak lama kemudian Roy dan Leo pun ikut menghampiri dan bergabung dengan mereka,,,
"Rey, mulai sekarang sepenuh nya tanggung jawab ku terhadap Hanna ku serahkan pada mu, ku harap kau tidak akan mengecewakan ku" ucap Roy sambil menepuk pundak Rey
"Kau tenang saja Roy, aku berjanji untuk selalu senantiasa membahagiakan Hanna, kau tau sendiri, aku tak bisa hidup tanpa dia" ujar Rey
__ADS_1
"CK,, Kau memang tak bisa hidup tanpa Hanna, karna jika sedikit saja kau meninggalkan nya, habis lah nyawamu di bantai sama Roy" sahut Leo dengan di selingi gurauan
"Hahaha,,, ya ya ya,,, aku tau itu, Terkadang aku juga bisa sedikit merinding saat teringat keganasan Roy yang mampu membuat semua lawan nya tak berdaya" ujar Rey
"Bukan cuma tak berdaya, tapi hingga tak bernafas " ucap Leo dengan suara yang cukup nyaring hingga membuat para tamu yang ada di sekitar mereka ikut menoleh termasuk Nyonya Rika dan Tuan Hyun
"Apa nya yang tak bernafas,,,?!! tanya nyonya Rika
"Oh, Tante kira ada apa, eh tapi ngomong-ngomong malam pertama nya masih dua Minggu lagi, ingat itu" ucap nyonya Rika meralat perkataan leo sembari berlalu menjauh dari kerumunan Rey dan kawan-kawan nya
"Elu sih, kalo ngomong suka ngegas, itu mulut udah kaya toa aja" kesal Roy pada sahabat nya itu yang menimbulkan mereka menjadi pusat perhatian orang-orang
"Enak aja lu, biar pun mulut toa begini masih banyak cewek di luar sana yang kepincut sama gua" ucap Leo membanggakan diri nya sendiri
__ADS_1
"Hellehh,, ya iyalah kepincut, orang lu keluar duit juga, mana ada cewek yang mau gratis buat nemenin lu, Daras Casanova kelas kakap" ucap Roy makin kesal
"Bilang aja lu iri, secara dari dulu sampe sekarang gua kaga pernah liat lu jalan sama cewek" sahut Leo yang tak mau kalah
"Eh, gua bukan elu ye, biar gimanapun gua punya adek perempuan yang mesti gua jaga, kalo gua ikut-ikutan mainin cewek, yang ada entar gua kena karma, gua kaga mau kalo sampe adek gua kena imbas Nye" ujar Roy bicara panjang lebar.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1