
"Baik lah,,, mas apa kita harus segera menyampaikan kabar bahagia ini pada papa mama dan juga ibu,,,"
"Tentu saja sayang, mereka pasti sangat bahagia karna ini adalah yang mereka nantikan selama ini, besok setelah ke dokter kita akan mengundang mereka untuk makan malam bersama di sini"
"Baik lah, apa pun rencana mu aku akan ikut" ucap Hanna dengan di sertai senyuman yang menghiasi wajah ayunya
Sementara di lain tempat,,,,
"Cepat katakan kenapa kau buru-buru memintaku datang kesini, aku sampai rela meninggalkan pekerjaan ku yang masih menumpuk di kantor, untung saja bos ku adalah sahabat ku jadi dia bisa mengerti, seandainya aku bekerja dengan orang lain bisa-bisa sudah di pecat aku sekarang dan Ak,,,,
"Leo,,, aku hamil " ucapan singkat Marisa itu mampu menghentikan ocehan Leo yang baru saja tiba di sebuah apartemen tempat tinggal marisa
__ADS_1
"A apa mak sud mu,,, coba ulangi sekali lagi" tanya Leo yang tak mau percaya begitu saja dengan omongan Marisa
Marisa berjalan meninggalkan Leo yang masih berdiri di tempat nya, ia masuk ke kamar mandi dan mengambil tiga buah testpack yang baru saja ia gunakan beberapa saat yang lalu,,,
Marisa kembali keluar dan menyerahkan ke tiga benda itu tepat di tangan Leo
"Apa ini,,,?!!! tanya Leo yang seolah Linglung karna nya,,, bukan Leo tak mengerti tentang benda seperti itu, ia sangat faham,,, hanya saja keterkejutan nya membuat ia tak Mampu berfikir dengan jernih,,,, 'Marisa Hamil' dan itu adalah anak nya, sebrengsek apapun Leo tapi ia sangat tau betul bahwa Marisa hanya melakukan itu dengan nya dan selama ini bahkan Marisa tak pernah keluar dari apartemen yang ia berikan sekalipun itu untuk menemui ayah dan adik nya sendiri,,, Leo tau Marisa memang Mudah bergaul dan sering mabuk-mabukan tapi saat Leo pertama kali menyentuh nya saat itu Marisa masih dalam keadaan Suci, dan Leo adalah orang pertama yang sudah merenggut kesucian gadis itu, dan sejak saat itu hingga berbulan lama nya Marisa tetap setia bersamanya sekalipun Marisa tau sendiri bahwa Leo tidak hanya melakukan itu dengan nya melainkan banyak wanita di luar sana yang sudah ia tiduri,,,,
Leo masih terdiam sambil memandangi ketiga benda yang saat ini ada di tangan nya
"Aku tau, aku tidak berhak meminta pertanggung jawaban dari mu, karna aku sangat sadar akan posisi ku saat ini,,, hanya saja aku memikirkan bagai mana cara nya untuk menyembunyikan anak ini dari siapapun terutama ayah dan adik ku, selama ini aku tidak pernah pulang pada mereka, jika aku pulang dalam keadaan seperti ini, aku yakin bukan hanya nyawaku yang akan menghilang, tapi anak yang ada dalam kandungan ku ini juga akan ikut bersama ku,,, dulu aku pernah membuat satu kesalahan sehingga akibatnya membuat keluarga ku jatuh miskin dan ayah ku marah besar pada ku dan jika sekarang aku kembali dengan keadaan yang seperti ini, aku tak yakin besok aku masih bisa melihat dunia ini"
__ADS_1
"Aku akan menikahi mu" ucap Leo di sela-sela ucapan Marisa
"Yakin kan dulu hati dan pikiran mu, baru setelah itu kau memutuskan pilihan"
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1