CEO Cantik Memikat Hati Tuan Presdir

CEO Cantik Memikat Hati Tuan Presdir
Episode 72


__ADS_3

Ken menyantap sarapan nya dengan lahap sambil sesekali tersenyum ke arah murni yang sejak tadi hanya bengong melihat nya,,,


"Mur, makan lah,,,!!! ucap Ken


"Mm, tapi,,, ucap murni ragu


"sudah lah, kau tak perlu sungkan, aku sengaja memesan lebih makanan ini untuk mu, aku kau belum sarapan sejak tadi kan" ucap Ken yang hanya sekedar menebak dengan asal,


"Ba bagai mana tuan bisa tau kalau saya belum sarapan " ucap murni tergagap saat tebakan Ken yang ternyata benar ada nya


Sebetulnya Ken juga tak menyangka kalau ternyata murni membenarkan tebakan nya itu, " Hhm, tadi nya aku hanya menebak, karna yang aku lihat setiap pagi restoran ini sangat ramai, dan dari situ aku bisa mengambil kesimpulan kalau kalian yang bertugas sebagai pelayan pasti tak memiliki sedikit waktu pun untuk sekedar mengisi perut/sarapan"


Tanpa sadar Murni di buat terkesan dengan pernyataan seorang pria yang ada di hadapan nya itu, Ken seperti memiliki tingkat kepekaan yang cukup tinggi sehingga mampu menebak dengan benar apa yang di alami murni saat ini,


"Hey, ayo makan lah, jika perut mu itu tidak segera di isi, bisa-bisa nanti kau sakit dan tak bisa bekerja lagi" ucap Ken yang seketika menyadarkan murni dari lamunannya


"Em, iya tuan, saya akan makan, terima kasih sebelumnya karna saya ikut memakan makanan anda" ucap murni tulus

__ADS_1


"Sama-sama, tidak perlu sungkan" ucap Ken yang kembali menyantap makanan nya


sementara di kediaman Hanna,


Roy sedang berada di ruang fitnes pribadi milik Hanna, ia terbiasa jika bermalam di rumah adik nya itu maka setiap pagi ruang fitnes itu akan menjadi tempat favorit utama yang akan ia tuju,


"Bang, sarapan dulu,,," teriak Hanna pada sang kakak


"Iya, sebentar lagi Abang selesai" sahut Roy


"Bu, Hanna bisa melakukan nya sendiri, ibu duduk dan makan saja" ucap Hanna pada sang bibi yang sudah ia anggap sebagai ibunya itu


"Gak apa-apa nduk, ibu sudah terbiasa melakukan ini semuanya, lagian kan ibu senang bisa menyajikan makanan untuk anak-anak ibu" ucap bi Minah dengan senyuman yang mengembang menghiasi wajah keriput nya


"Makasih Bu, Hanna sayang sama ibu" ucap Hanna tulus dan terharu


"Iya nak, ibu juga sangat sayang pada mu dan Abang mu, kalian adalah harta yang paling berharga yang ibu miliki,,, ya sudah sekarang ayo kita makan" ucap bi Minah lagi

__ADS_1


"Iya Bu, ayo makan" ucap Hanna antusias tanpa menghiraukan Roy yang masih berada di ruang fitnes


setelah beberapa saat kemudian Roy pun sudah selesai mandi setelah olah raga pagi dan bersiap untuk menemui sang adik dan bibi nya di ruang makan


"Ekhmm,,, tega sekali tak menunggu ku untuk sarapan bersama " ucap Roy setengah berteriak saat memasuki ruang makan dan melihat bibi dan adik nya sudah memulai ritual sarapan mereka


"Kalau aku dan ibu harus nungguin Abang dulu bisa-bisa mag ku kambuh lagi gara-gara kelamaan,, lagian Abang ngapain sih pake acara olahraga segala, badan juga udah sisfex kaya gitu" ucap Hanna dengan suara yang mengulum akibat sambil mengunyah makanan


"Huss,,, ngomong nya nanti saja, itu makanan nya di habiskan dulu, pamali mulut penuh sambil ngomong " ucap bi Minah melerai keduanya.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2