
Roy dan metta hanya bisa melongok saat mendengar kata-kata Hanna yang merupakan perintah bagi mereka berdua yang wajib harus di laksanakan, karna jika tidak maka mereka berdua akan mendapat hukuman dari nyonya besar Meraka itu,,,
"Tuh kan, ini semua gara-gara tuan Roy, makanan sebanyak ini mau di masukin di mana lagi coba,,, mana perut ku udah penuh banget lagi, bisa-bisa muntah aku kalo kaya gini" kesal metta
Roy terdiam sesaat memikirkan cara agar terhindar dari hukuman Hanna jika tidak menghabiskan semua makanan yang ada di meja makan itu " Aku ada ide " ucap Roy yang membuat Metta setengah kaget
"Ide apaan,,,?!! tanya metta
" gimana kalo kita suruh mang Damar (tukang kebun) sama satpam di depan buat ngabisin makanan ini" ucap Roy
"Setu....
"Gak boleh melibat kan orang lain, atau hukuman nya akan aku tambah jadi dua kali lipat" ucap Hanna yang tiba-tiba muncul entah dari mana
Roy dan metta saling tatap dan perlahan mengangguk tanda mengerti, walau pun berat rasanya jika benar-benar harus menghabiskan semua makanan itu,, setelah memastikan Hanna sudah benar-benar pergi, kedua nya hanya bisa pasrah dan terpaksa menghabiskan semua makanan itu
__ADS_1
"tuan Roy sih, ngomong nya gak hati-hati tadi, makanya kan bisa kedengaran sama bos Hanna" kesal metta
"Ya mana aku tau, ku pikir tadi Hanna benar-benar sudah pergi, gak tau nya belum" ujar Roy yang tak terima di salah kan oleh metta
Sementara Hanna pergi ke kantor dengan menyetir mobil sendiri, tiba di kantor PT HANNA GRUP, semua karyawan menyambut kedatangan Hanna seperti biasanya, Hanna berjalan dengan begitu anggun dan penuh wibawa melewati Semua karyawan nya, semua karyawan kembali ke tempat duduk masing-masing setelah memastikan bos mereka sudah berlalu,
"Cika, menurut mu kalo Nyonya bos sudah menikah nanti, apa dia masih mau jadi bos kita,,,?!! tanya salah satu karyawan bernama Lina pada teman nya yang bernama Cika
"Ya mana aku tau, itu kan privasi nya bos, yang jelas selagi aku masih bisa kerja di sini pun sudah bersyukur" sahut karyawan yang bernama Cika
"Iya sih, kamu benar Lin, tapi yang jelas kita berdo'a aja, walau pun nantinya bos Hanna gak mimpin perusahaan ini lagi, semoga saja dia memperkerjakan Seseorang yang baik untuk memimpin kita" ujar Cika
"Aminn" sahut Lina dan beberapa karyawan lain juga ikut mengaminkan
Di ruangan CEO,,,
__ADS_1
Hanna tengah fokus menghadap Layar laptop yang ada di atas meja kerja nya tanpa menatap ke arah lain sedikit pun, hingga beberapa saat fokus nya di buyarkan ketika suara ketukan pintu terdengar,,,
Tok, tok, tok,,,
"Masuk" ucap Hanna singkat
Setelah beberapa saat mendapat ijin dari pemilik ruangan, seseorang yang mengetuk pintu itu pun masuk dan berjalan kearah Hanna sambil sesekali memperlihatkan wajah meringis nya seperti sedang menahan sakit ...
"Metta,,, ada apa dengan wajah mu, kau seperti sedang tertekan,,,???
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG