
"Naya..." panggil mama Tara yang dari tadi memanggil anaknya tapi tidak disahutin.
"Iya, Ma" sahut Naya yang sedang memainkan gadgetnya.
"Naya, sekarang kamu bersiap-siap. Kamu siapin semua barang-barangmu" kata mama Tara yang sudah hampir marah akibat perbuatan Naya yang belum juga membereskan barangnya.
"Mesti sekarang, Ma. Aku kan gak mau pindah kerumah temannya papa diluar kota" rengek Naya.
"Naya..." menghampiri putrinya yang hampir merengek karena gak mau pergi. "Kamu harus pindah kerumah temannya papa."
"Gak mau! Kenapa aku mesti pindah kerumah temannya papa. Aku kan gak mau" jawab Naya dengan kesal.
"Naya, kamu harus ikutin kata papa dan mama, ya nak" ucap mama Tara yang mencoba menenangkan Naya.
"Ma, aku gak tau mengapa papa menyuruh ku untuk tinggal dirumah temannya papa.Tapi, karena ini permintaan papa dan mama, aku mau deh tinggal dirumah temannya papa" tersenyum pada mamanya.
"Makasih ya, nak kamu sudah nurutin kata-kata mama. Nanti kamu akan tahu sendiri kenapa kamu tinggal dirumah temannya papa" memeluk Naya.
"Sekarang kamu beresin barang-barang kamu, mama akan membantumu" kata sang mama.
"Iya Ma" balas Naya sambil melepas pelukan mamanya dan segera membereskan barang-barangnya.
Naya dan mama Tara sedang membereskan barang-barangnya Naya.
"Naya, barang-barangmu sudah disiapkan semuanya?" tanya seorang lelaki paruh baya yang disebut papa Raka, papanya Naya.
"Hmm, sudah Pa" sahut Naya.
"Sekarang kita berangkat, ya" kata papa Raka yang mengambil beberapa kopernya Naya.
__ADS_1
"Iya, Pa" jawab Naya yang membawa kopernya sebagian.
"Ma, Naya pergi dulu. Naya pasti kangen banget sama mama" sembari memeluk mamanya.
"Mama juga akan kangen banget sama Naya. Kamu yang baik-baik disana ya, Naya" membalas pelukannya Naya.
"Iya, Ma. Kalau gitu Naya pergi dulu ya, ma" melepas pelukannya pada mamanya.
"Iya, nak. Kamu hati-hati dijalan" kata mama Tara.
Nayapun masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan halaman rumahnya dan pergi menuju ke rumah teman papa Raka.
Setelah melewati perjalanan yang lama, akhirnya Naya dan papa Raka sampai kerumah teman papa Raka.
"Hmm, rumahnya lumayan besar. Tapi sebenarnya bukan lumayan besar, tapi malahan gede benget" batinnya Naya yang terkagum-kagum melihat rumah teman papanya.
"Naya, kamu ambil barang-barang mu dari bagasi. Kamu akan dibantu pak sopir" kata papa Raka yang turun dari mobil.
Naya dan papanya disambut oleh beberapa pelayan yang sudah menunggu didepan pintu.
"Selamat datang Tuan Raka dan Nona Naya. Tuan Ferdi dan Nyonya Clara sedang menunggu Tuan dan Nona didalam" ucap seorang pelayan yang membungkuk diikuti dengan beberapa pelayan lainnya.
Naya dan papa Raka masuk kedalam rumah itu dan melihat sepasang suami istri yang sedang duduk di sofa.
"Selamat datang, sahabat saya Raka" sambut lelaki yang bernama Ferdi.
Kedua sahabat itu saling bersalaman dan berpelukan melepas kerinduan mereka.
"Raka, ini anak kamu Naya. Dia cantik sekali" puji perempuan yang bernama Clara.
__ADS_1
"Iya ini anak saya Naya. Naya perkenalkan diri dong. Jangan diam berdiri disitu" kata papa Raka.
"Halo om, Tante saya Naya" sapa Naya
"Naya, kamu panggil Papa dan Mama. Jangan panggil om dan tante" pinta mama Clara
"Papa dan Mama?" tanya Naya sambil mengerutkan dahinya
"Iya, Papa dan Mama. Kan sebentar lagi kamu akan menjadi anak tante" kata mama Clara
"Ma..." ucap papa Ferdi sambil menyenggol tangannya Mama Clara
"Maaf Pa, mama keceplosan" jawab mama Clara dengan lirih.
"Naya, apa yang dikatakan mama Clara jangan dimasukin dihati ya" kata papa Ferdi dengan gugup.
"Tapi, kamu panggil kami dengan sebutan Papa Ferdi dan Mama Clara, ya sayang" ujar mama Clara sambil menggenggam tangannya Naya.
"Iya Mama Clara" sahut Naya
"Nah gitu dong, gadis pinter" sambil mengelus rambutnya Naya.
"Kalau gitu, Ferdi saya pergi dulu ya, soalnya masih ada urusan. Naya saya titip ya" kata papa Raka pada papa Ferdi
"Naya, Papa pergi dulu ya sayang, kamu jaga diri baik-baik" mengelus-elus rambutnya Naya.
"Iya, Pa" memeluk papa Raka
"Kalau gitu papa pulang ya" sambil pergi meninggalkan Naya.
__ADS_1
Papa Raka akhirnya pulang meninggalkan Naya pada Papa Ferdi.