Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin

Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin
Bab 21


__ADS_3

"Kok gue jadi gugup begini sih.Untung alasan gue ke toilet, tapi gue ke halaman belakang sekolah.Sepi bener nih, di belakang sekolah" gumam Naya sambil melihat sekelilingnya.


"Gak apa-apa deh.Tempat ini cocok untuk gue menangin diri gue dulu."


"Ini semua gara-gara cowok sialan Leon.Coba aja dia gak cium gue tempo hari gak gini jadinya" gerutu Naya.


"Emang gue kenapaa, Nay" kata seseorang di belakang Naya.


Naya membalikkan badannya dan terkejut "Leon!Lo ngapain disini, bukannya lo masih di lapangan basket.Kok lo bisa nyampe disini."


Leon berjalan mendekat pada Naya, "Gue tanya sama lo, emang gue kenapa."


Naya berjalan mundur " Lo jangan dekat-dekat sama gue Leon!"


Naya terhenti di tembok belakang sekolah, ia tersudut " Sial, kenapa gue jadi berhenti di dinding sih" umpat Naya.


Saat Naya hendak menatap ke depan, tatapan Naya dan Leon beradu pandang.


"Leon, lo ngapain disini.Lo jangan dekat-dekat dengan gue, atau gue hajar lo" ancam Naya.

__ADS_1


"Coba aja kalo lo bisa" jawab Leon.


Naya memukul Leon, tapi Leon langsung menahan tangannya.


"Lepasin tangan gue, Leon!" bentak Naya.


Leon langsung menahan Naya di dinding, hingga tidak bisa bergerak.


"Lo mau apa sih, datang-datang nahan gue" tanya Naya kesal.


"Lo kenapa tiba-tiba pergi.Katanya mau ke toilet, tapi kok jadi di halaman belakang sekolah" tanya Leon yang menatap serius Naya.


"Gue yang nanya, lo nanya balik sama gue.Mau lo apasih" bentak Naya.


"Ok, gue jawab.Semua ini gara-gara lo tahu.Coba kemarin kejadian di UKS itu tidak terjadi, pasti gue nggak gugup seperti ini.Dan semua ini salah lo" ucap Naya sambil menundukka kepalanya.


Leon mengangkat dagu Naya "Tatap gue, Nay, lo kenapa gugup gitu sih."


Naya menatap mata biru Leon yang begitu indah tapi tajam "Gue hanya enggak mau teman-teman gue tahu bahwa lo udah pernah...." Naya menghentikan omongannya.

__ADS_1


"Gue pernah cium lo" lanjut Leon.


Naya hanya terdiam dia tidak bisa berkata apa-apa.Naya merasa gugup kalau berhadapan dengan Leon.


"Napa lo diam, Nay?"


"Gue enggak tahu harus bilang apa Leon.Padahal gue dah pernah berjanji pada diri gue sendiri bahwa gue akan beri ciuman pertama gue untuk orang yang dicintai" ucap Naya dengan lirih.


"Nay, lihat gue."


Naya menatap Leon dengan gugup.Ia tidak sanggup menatap Leon, jantungnya berdetak dengan cepat.


"Nay, karna ciuman pertama lo milik gue, otomatis lo mencintai gue" ucap Leon.


"Gue gak yakin, Leon."


"Selagi gue ada, enggak ada yang bisa rebut lo dari gue, Nay." Leon langsung mencium Naya, Naya membelalakkan matanya dengan sempurna.


Leon melepas ciumannya " I love you my enemy." Leon kembali mencium Naya dan kali ini dia ******* bibir Naya.Tapi, Naya tidak merespon, hingga Leon menggigit bibir bawah Naya.Nayapun membuka mulutnya, secara cepat Leon langsung memasukkan lidahnya dengan cepat dan bermain-main di dalam mulut Naya.Naya bisa merasakan lidah Leon bergerak di dalam mulutnya.

__ADS_1


Naya mulai memejamkan matanya dan dengan pelan ia membalas ciuman Leon.


Cukup lama mereka melakukannya, dan akhirnya mereka melepas ciuman mereka yang begitu panas.


__ADS_2