Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin

Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin
Bab 3


__ADS_3

Keesokan paginya, Naya bersiap-siap untuk pergi kesekolah. Saat Naya keluar dari kamarnya bersamaan dengan Leon. Mereka menatap satu sama lain, tapi Naya langsung memalingkan mukanya.


Gimana Naya gak jutek, orang dia berhadapan dengan cowok dingin. Ogah banget dia tegur sapa dengan cowok dingin.


"Pagi mama, papa" kata Naya sambil memeluk mereka.


Entah sejak kapan Naya bisa akrab dengan mereka. Mungkin Naya berusaha akrab kali ya.


"Anak cantik mama sudah siap pergi kesekolah." sambil mencubit hidung mancung Naya.


"Mama bisa aja" balas Naya dengan senyum manisnya.


Naya melihat Leon yang sedang menuruni tangga. Leon kelihatan tampan dan keren.Tapi menurut Naya biasa aja, gak mempan tuh kegantengan Leon pada Naya.


"Leon, kamu berangkatnya bareng sama Naya ya" kata mama Clara.


"Aku berangkat sendiri aja, Ma. Aku bawa mobil sendiri aja. Biar tuh anak diantar sama pak sopir." jawabnya dengan ketus.


"Ehh! Siapa juga yang mau bareng ama lo" jawab Naya dengan lebih ketus.


"Ma, aku berangkat sendiri aja. Aku gak mau bareng ama tuh cowok" menatap tajam Leon.

__ADS_1


Leon akhirnya pergi meninggalkan Naya. Sebelum pergi Leon pamit kepada orangtuanya.


Naya pun berangkat kesekolah tapi tidak barengan dengan Leon. Selama perjalanan Naya asyik dengan gadgetnya.


Akhirnya Naya sampai ke sekolah barunya SMA Bangsa. Naya pun masuk kedalam sekolah, dia pergi keruang kepala sekolah, kepala sekolah pun mengantar Naya ke kantor guru untuk menemui wali kelasnya.


"Bu Alya, ini Naya Melodi. Anak baru yang saya ceritain. Dia anak pindahan dari SMA Nusantara." kata pak kepala sekolah pada guru wali kelasnya Naya.


"Ohh, ini yang namanya Naya" kata Bu Alya. "Hai, Naya say Bu Alya wali kelas 11 A. Dan saya akan menjadi wali kelasmu" lanjutnya.


"Halo, Bu saya Naya Melodi, saya pindahan dari SMA Nusantara" balas Naya dengan senyuman.


"Sekarang kita pergi ke kelas sekarang ya." kata Bu Alya sambil keluar dari kantor guru diikuti dengan Naya.


Semua memandang Naya.Mereka berbisik-bisik melihat kedatangan Naya. Naya melirik Leon yang juga dari tadi menatapnya.


Naya kembali menatap seluruh murid dalam kelas itu.


"Anak-anak sekarang kita punya siswa baru. Naya sekarang kamu perkenalkan dirimu." menatap Naya yang berada disebelahnya.


"Hai, perkenalkan nama saya Naya Melodi. Saya murid pindahan dari SMA Nusantara. Semoga kita dapat berteman baik kedepannya." kata Naya sambil menunjukkan senyum manisnya.

__ADS_1


"Sekarang Naya, kamu duduk disebelah Leon" ucap Bu Alya sambil menunjuk bangku kosong yang ada disebelah Leon.


"Astaga, udah serumah dengannya, sekarang gue harus sebangku dengannya." batin Naya yang merasa kesal.


Naya pergi menuju bangku kosong disebelah Leon. Naya tidak menatap Leon. Dia malas menatap cowok dingin kayak Leon.


Pelajaran dikelas pun dimulai. Naya mengikuti pembelajaran itu dengan tenang tanpa ada kendala.


Seusai pelajaran, jam istirahat pun akhirnya tiba. Murid-murid pada pergi ke luar kelas. Begitupun dengan Leon dia keluar dari kelas, tapi entah kemana dia pergi.


Naya hanya duduk diam dan memainkan gadgetnya. Hingga dua orang cewek memanggilnya.


"Hai, Naya" panggil kedua cewek itu serempak.


"Hai juga" balas Naya.


"Naya, perkenalkan nama gue Ella dan ini sahabat gue Putri." kata Ella sambil melepas senyum pada Naya.


"Hai Ella, Putri, gue Naya." jawab Naya membalas senyum Ella.


"Kami tau kok. Naya mau gak Lo jadi sahabat kami. Kami rencananya mau cari sahabat baru.Kami pun milih lo, karena menurut kami kayaknya lo baik deh" ucap Ella.

__ADS_1


"Hmm, baiklah. Gue juga sedang nyari sahabat juga." jawab Naya dengan mengedipkan sebelah matanya.


__ADS_2