Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin

Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin
Bab 46


__ADS_3

"Lo lagi nyindir gue atau puji gue nih" ucap Naya sambil menatap Leon.


"Terserah lo mau anggap apa, sindiran atau pujian.Tapi lo memang benar-benar sangat cantik Nay" ucap Leon sambil mengecup kening nya Naya.


"OMMGGG.....Jantung gue berdetak tidak karuan, rasanya gue mau terbang.Gue gak nyangka Leon akan seromantis ini" gumam Naya dalam hati.


"Emang gue romantis.Tapi cuman sama lo doang gue romantis" ucap Leon seakan mendengar isi hati Naya.


"Haaaaa?!"


"Kenapa emangnya" tanya Leon.


"Lo dengar isi hati gue?"


"Jadi isi hati lo, lo lagi omongin gue" tanya Leon sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Emmmm.....itu.....gue.....gak! Tapi, apa maksud perkataan lo tadi" tanya Naya gugup.


"Maksud perkataan gue? Gue juga gak tahu, gue secara spontan mengucapkan nya.Gue juga gak tahu kenapa" jawab Leon.


"Masa sih."


"Iya."


"Apa Leon secara spontan ngomong nya" tanya Naya pada dirinya sendiri.


"Gue mau ganti baju dulu" ucap Naya.


"Gak usah, lo pake ini aja.Lo bagus pake ini" ujar Leon.


"Bagus apanya.Leon, ini gaun pengantin, emang gue mau nikah sekarang, kagaklah" balas Naya.


"Bentar lagi kita akan nikah" goda Leon.


"Sembarangan lo ngomong.Nikahnya masih lama, gue gak mau nikah di usia begini.Gue mau ganti baju dulu." Naya pergi ke ruang ganti untuk mengganti bajunya.

__ADS_1


Setelah beberapa menit, Naya selesai mengganti bajunya.


"Gimana, lo suka dengan gaunnya?" tanya Leon.


"Gue sih suka.Karna gaunnya bagus dan nyaman di tubuh gue" jawab Naya.


"Baguslah kalau gitu.Sekarang kita pulang, sudah sore soalnya" ucap Leon.


Naya dan Leon keluar dari butik dan pergi pulang ke rumah.


*


*


*


"Akhirnya, gue pulang ke rumah juga" merebahkan dirinya di kasur."Gue capek banget.Pulang sekolah langsung ke butik" gumam Naya.


"Tapi, gue beneran gak percaya kalau sebentar lagi gue nikah sama Leon.Gue enggak menyangka Cowok yang gue benci selama 9 tahun bentar lagi jadi suami gue.Tapi, gue enggak mau nikah di umur begini berdebat dengan dirinya sendiri.


*


*


*


"Nay...Naya....." panggil Leon sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Naya.


"Ini anak kenapa nggak dijawab kalau dipanggil sih.Dia ngapain di dalam kamar" gumam Naya.


Leon membuka pintu kamar Naya " Pintu nya juga kagak di kunci."


Leon melihat Naya yang sedang tidur di tempat tidur dengan nyenyak.Ia berjalan mendekati Naya yang sedang tertidur.Ia duduk di sebelah Naya "Sudah tertidur rupanya."


"Apa gue bangunin ya" batin Leon.

__ADS_1


"Nay, Nay bangun Nay.Lo makan Nay, mama dan papa dah nunggu di meja makan" menggerak-gerakkan tubuhnya Naya.


Naya hanya menggeliat karena Leon menyentuhnya. "Ini anak gak bangun-bangun juga" gumam Leon.


Tok Tok Tok


Ada suara ketukan di pintu kamar Naya. "Naya, ini mama sayang" panggil mama Clara.


Leon membuka pintu "Mama? Kenapa mama disini.Bukannya mama lagi di meja makan" tanya Leon.


"Mama dan papa udah makan.Jadi mama ke sini untuk manggil Naya untuk makan.Dan kamu juga ngapain di kamar Naya" menatap curiga Leon.


"Hmmm.....itu.....Leon tadi manggil Naya, tapi gak di jawab oleh Naya.Makanya Leon masuk, dan melihat Naya tertidur" ucap Leon gugup.


"Yang bener...?"


"Iya, ma.Masa Leon bohong sama mama."


"Ya udah, kamu udah makan Leon?" tanya mama Clara.


"Leon nanti aja makannya.Leon mau bangunin Naya dulu."


"Kamu bangunin Naya biar makan, dan kamu juga harus makan ya."


"Iya ma."


"Kamu jangan macam-macam dengan Naya, kalian belum sah" menatap horor Leon.


"Iya ma.Aku nggak akan macam-macam pada Naya, cuman sedikit jahil aja, hehheheh" ucap Leon menyembunyikan ekspresi takut nya.


"Dasar kamu ya Leon.Kalo gitu mama pergi dulu."


"Iya ma."


Mama Clara pergi dari kamar Naya, dan Leon menutup pintu kamar Naya.

__ADS_1


__ADS_2