Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin

Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin
Bab 48


__ADS_3

Leon mendekatkan wajahnya pada Naya "Permintaan gue, lo cium gue sekarang" bisik Leon.


Deg


"Cium lo? Tapi kan.....


"Lo dah janji Nay, lo nggak akan menolak permintaan gue" potong Leon.


Naya menghela napasnya "Ok, gue akan cium lo, tapi setelah itu lo keluar dari kamar gue."


Naya mendekat kan wajah nya pada Leon dan.......


Cup


Bibir Naya mendarat di bibir Leon.Bibirnya menempel di bibir Leon, tidak ada pergerakan dari Naya, ciumannya terlalu kaku.


"Ciumanmu terlalu kaku" ucap Leon.


Dengan cepat Leon memasukkan lidahnya di dalam mulut Naya.Naya terkejut, dia berusaha melepas ciumannya.Tapi, Leon menahannya, ia memeluk Naya dengan erat.


Leon dengan lembut mel*ma* bibir Naya dan bermain-main dengan lidah Naya.Naya hanya pasrah, dan membalas ciuman Leon.


"Dasar Leon sialan" batin Naya.


Leon melepas ciumannya "Begini yang baru ciuman.Lo harus banyak-banyak belajar biar tidak kaku" bisik Leon.


"Belajar di palamu.Sesuai dengan kesepakatan, lo keluar dari kamar gue" tegas Naya.


"Hmmm, bagaimana ya.Gue belum puas dengan permintaan gue."


"What! Maksud lo apaan."


Leon kembali mencium Naya.Sontak Naya kaget, ia memukul dada Leon, tapi Leon menahan tangannya.


"Leon lo pembohong."

__ADS_1


"Gue bukan pembohong, tapi gue hanya melakukan yang seharusnya dilakukan."


Leon menggendong Naya ke tempat tidur.Naya memberontak "Leon, lo mau ngapain" teriak Naya.


Leon membaringkan Naya di tempat tidur.Ia pun membaringkan dirinya di sebelah Naya.


"Lo ngapain tidur di sini.Lo pergi sana, lo harus tepati janji lo" ucap Naya.


"Sayang, apa pantas seorang istri mengusir suami dari kamarnya sendiri" goda Leon.


Deg


"Sayang-sayang di mimpi lo.Dan lo bukan suami gue, kita belum nikah" tegas Naya.


"Kan bentar lagi."


"Hmph" Naya membalikkan badannya membelakangi Leon.


"Nay..." ucap Leon sambil memeluknya dari belakang dengan posisi tertidur.


"Gue hanya ingin meluk lo.Gue hanya ingin bersama lo Nay.Gue nggak mau lo pisah daei gue" bisik Leon di telinga Naya.


Deg


"Leon, apa lo serius dengan omongan lo" ucap Naya dengan lirih.


"Hmmm, gue serius.Gue gak pernah seserius ini dalam hidup gue."


"Leon, mengapa harus gue yang menjadi bagian dari hidup lo."


"Karna lo berharga bagi gue Nay.Sembilan tahun gue nunggu lo itu bukanlah waktu yang singkat."


"Tapi dalam 9 tahun itu gue membenci dan memusuhi lo.Dan gue nggak nyangka bahwa lo cowok yang 9 tahun lalu.Pantas, gue merasa diri lo sama dengan cowok yang 9 tahun lalu."


"Itulah yang membuat kita seperti ini Nay."

__ADS_1


Naya membalikkan badannya menghadap Leon "Maksud lo apaan, gue sama sekali gak ngerti."


"Nay, perasaan itulah yang mentakdirkan kita bersama.Rasa bencilah yang menguatkan perasaan kita untuk satu sama lain."


"Benar-benar nggak ngerti gue deh" ucap Naya dengan wajah memelas.


"Rasa benci lo pada gue, bukan di dasar lo benar-benar membenci gue.Tapi, karena lo mencintai gue" ucap Leon dengan tersenyum.


Seketika pipi Naya yang merah merona, "Mana ada, emang gue benar-benar membenci lo" kata Naya gugup.


Leon terkekeh melihat tingkah Naya, "Kelihatan tuh dari mukanya" mencongkel pipinya Naya.


"Nyebelin bener lo Leon."


"Hahaha, muka lo masih sama dengan 9 tahun yang lalu.Kalo lo ngambek lucu banget.Buat gue gemes dan makin tambah sayang sama lo" goda Leon.


"Terus aja lo nyindir gue."


"Gue bukan nyindir lo, tapi gue sedang goda lo.Lo gak nyadar ya."


"Hmmm, itu....gue gak tahu juga kali" ucap Naya pelan.


Leon mengelus pipi kanan Naya, "Nay, lo mau kan bersama gue untuk selama-lamanya.Lo nggak akan ninggalin gue.Gue takut, Nay lo bakal ninggalin gue."


Naya menggenggam tangan Leon yang ada di pipi kanannya "Gue nggak akan ninggalin lo.Seperti yang lo bilang, kita ditakdirkan bersama.Kamu berharga bagiku Leon, aku mencintaimu" katanya dengan senyum yang mengembang.


"Tadi lo panggil gue aku kamu.Gue nggak salah dengarkan Nay."


"Gak tau tuh.Gue lupa" ketus Naya.


Leon menatap Naya sambil tersenyum.Ia langsung mencium Naya dengan lembut.Naya sempat terkejut, kenapa tiba-tiba Leon menciumnya.Tapi akhirnya ia pelan-pelan memejamkan matanya dan membalas ciuman Leon."Ciuman Leon benar-benar lembut" batin Naya.


"Nay, aku mencintaimu Nay.Kamu milikku."


"Aku juga mencintaimu Leon."

__ADS_1


~END~


__ADS_2