
Tasya tidak percaya bahwa Leon akan mengatakan hal seperti itu.Leon benar-benar tidak mempedulikan nya.
"Leon!" teriak Tasya."Apakah lo segitu bencinya dengan gue.Hingga lo tidak mempedulikan gue.Gue menyukai lo Leon.Tapi lo tidak menyadarinya.Apakah memang tidak ada sedikit pun perasaan lo pada gue."
Naya tercengang mendengar yang di katakan Tasya.Tidak menyangka, Tasya mengungkapkan perasaanya pada Leon.
Mendengar teriakan Tasya, Leon menghentikan langkahnya.Dia membalikkan badannya hingga menghadap Tasya."Bukan gue gak menyadari perasaan lo.Tapi memang lo gak tulus menyukai gue, lo hanya menyukai harta gue.Lagipun sudah ada seseorang yang gue sukai."
"Siapa?! Siapa yang lo sukai Leon?!"
"Seseorang yang membenci gue.Walaupun begitu, gue tetap menyayangi nya."
kalimat terakhir yang diucapkan Leon, membuat Naya terkejut."Apa maksudnya?" ucap Naya dalam hati.
Setelah mengucapkan kalimat terakhirnya, Leon pergi, tanpa mempedulikan Tasya yang sudah meneteskan air matanya.
"Kenapa bisa begini.Leon gak mungkin menyukai orang lain.Jelas-jelas dia menyukai gue.Gak mungkin! Gak mungkin! Gue pasti sedang bermimpi.Ini gak terjadi." Tasya mulai menggila dan berbicara ngawur.
__ADS_1
Melihat hal itu, Naya berjalan mendekat pada Tasya."Lo lihat sendiri, orang yang lo sukai menyukai orang lain.Dia benar-benar tidak mempedulikan lo.Untuk apa lo masih berharap padanya.Sebaiknya lo berpikir baik-baik daripada lo menyesal di kemudian hari."
Naya pergi meninggalkan Tasya yang berdiri sendiri.Dia sudah menyelesaikan, apa yang harus diselesaikan.
Ella dan Putri yang dari tadi mengikuti Naya, benar-benar tidak percaya, apa yang dilakukan Naya hingga membuat Tasya menangis.
"Naya, gue gak nyangka lo bisa seperti ini, lo berani hadapin Tasya" ucap Putri.
"Gue hanya ingin buat dia sadar, sekaligus memberi dia pelajaran" balas Naya.
"Tapi, yang membuat gue masih kepikiran mengenai perkataan Leon pada Tasya, setelah Tasya mengungkapkan perasaannya" kata Putri
Naya melanjutkan langkahnya di ikuti dengan Ella dan Putri.
Mereka pun sampai di kelas mereka.Naya pergi menuju kursinya, dia duduk dengan perasaan lelah."Huft, akhirnya selesai juga masalahnya."
Ella dan Putri yang masih penasaran apa yang di lakukan Naya yang membuat Tasya marah, pergi menuju ke tempat Naya.
__ADS_1
"Naya!" kejut Putri.
"Apa!" sahut Naya yang terperanjat kaget mendengar panggilan Putri.
"Gak usah pake kaget juga kali" ucap Putri.
"Lo yang buat kaget.Lo juga manggil orang pake acara teriak segala lagi" gerutu Naya.
"Udahlah gak usah di bahas lagi.Kita langsung ke intinya saja.Naya begini kami penasaran bangettt, lo bagaimana sih membuat Tasya kayak begitu?" tanya Ella pada Naya.
"Napa kalian tiba-tiba nanya kayak gitu" ucap Naya sambil mengerutkan dahinya.
"Naya, kalau orang nanya berarti tidak tau.Untuk apa kami nanya kalau kami tau" ucap Putri yang meninggikan nada suaranya.
"Gak usah ngegas juga kali.Gue tau apa maksud kalian.Tapi gue nanya, napa kalian tiba-tiba nanya."
"Kami kepo gimana lo dapat rahasia Tasya, yang kami saja belum mengetahui nya" kata Ella dengan serius.
__ADS_1
"Ohhhh, mengenai rahasia nya Tasya.Itu mah gampang banget.Sebenarnya, kalian bisa juga tau kalau kalian ingin tau" jawab Naya.