
Keesokan paginya bertempatan di sekolah SMA Bangsa, Naya dan sahabat-sahabatnya seperti biasa melakukan kegiatan mereka.Mereka selalu bersama, bergosip, bercanda ria itulah kegiatan Naya dan sahabatnya.
"Aaahhhh....!!!!!!!!! Leon........!!!!!!! Ganteng banget!!!" teriak para cewek-cewek yang menyoraki Leon yang sedang berjalan di lorong sekolah.
Tentunya teriakan para cewek-cewek membuat Naya dan sahabat-sahabatnya merasa tidak nyaman
Apalagi sejak Naya dan Leon berantem membuat Naya sedikit tidak nyaman.
Naya menghela napasnya, "Dasar cewek-cewek ini, baru pagi-pagi sudah membuat keributan."
Putri dan Ella heran melihat Naya.Mereka merasa Naya agak berbeda hari ini, " Lo kenapa?" tanya Ella pada Naya.
"Apa?" Naya menoleh menghadap Ella." Lo kenapa, Nay.Gue perhatiin lo agak beda hari ini" tanya Ella.
"Uhmm...gue gak kenapa-napa kok.Gue hanya merasa lelah saja" ucap Naya pelan.
Putri menyenggol tangannya Naya, "Naya, lo kenapa sih.Gak bersemangat gitu, ayo dong jangan bete gitu."
Naya memandangi Leon dari kejauhan tanpa menunjukkan ekspresinya sedikitpun.Ella dan Putri melihat Naya sedang melihat sesuatu, hingga mereka melihat apa yang Naya lihat.
__ADS_1
Mereka sedikit terkejut, ternyata Naya tengah memandangi Leon.Mereka berpikir, Naya bertingkah tidak seperti biasanya, agak terasa aneh karna Naya memandangi Leon dengan tatapan yang tidak bisa di jelaskan.
Pok!
Putri menepuk bahu Naya, hingga membuat Naya tersadar, "Naya!" panggil Putri.
"Hmmm, iya apa" jawab Naya dengan sedikit terkejut.
"Lo kenapa sih.Gue lihat lo sedang memandangi Leon.Lo kenapa sih?Lo lagi ada masalah dengan Leon?" tanya Putri yang dari tadi penasaran apa yang membuat Naya tidak bersemangat hari ini.
"Gak, gue gak memandangi Leon" mencoba berbohong.Naya mengalihkan pandangannya ke objek lain.
"Sudah jelas-jelas lo lagi memandangi Leon.Masih saja mencoba berbohong" kata Ella dengan sedikit kesal, karna Naya mencoba membohongi mereka.
"Gue, gak ada masalah kok.Cuman kelelahan saja.Gak usah terlalu di pikirkan" menatap kedua sahabatnya dengan senyum palsunya.
"Ehhh, itu Tasya....wakil ketua OSIS.Dia baru pulang dari luar kota kayaknya" ucap salah satu murid yang sedang melihat Tasya sedang berjalan mendekati Leon.
Mendengar nama Tasya, Naya langsung melihatnya.Ia melihat Tasya tengah berjalan mendekati Leon yang sedang berjalan di lorong sekolah.
__ADS_1
"Tasya...?Kok gue baru tau dia wakil ketua OSIS ya?" ucap Naya heran.
"Gini, Tasya itu baru pulang dari luar kota.Karna dia ada urusan di luar kota.Kayaknya dia baru pulang deh" jelas Ella.
"Cih, cewek itu gak pernah berhenti ngejar-ngejar Leon.Padahal Leon sudah menolaknya berkali-kali" kata Putri dengan nada kesal.
"Maksud lo" tanya Naya.
"Asal lo tau, Tasya itu cewek genit.Dia gak pernah berhenti ngejar-ngejar Leon, padahal sudah di tolak berkali-kali" jawab Putri.
"Kalau dia suka, terserah dia dong" balas Naya.
Putri memegang kepalanya, "Cewek itu, cuman ngejar hartanya Leon doang.Bukan Leon, kan Leon anak direktur.Sebelum Leon pun, dia sudah berapa kali pacaran dengan cowok-cowok lain yang kaya.Tapi setelah mereka bangkrut, Tasya ninggalin mereka, mereka di putusin begitu saja" jelas Putri yang mengungkapkan semua kebusukan Tasya.
"Apa begitu..." kata Naya yang melihat Tasya dan Leon sedang mengobrol.Dia melihat Tasya dan Leon begitu dekat.
Tapi dia merasa ada yang janggal, Leon sepertinya tidak menghiraukan Tasya.Walaupun begitu, Naya merasa sedih melihat Tasya dan Leon berdua.
"Udahlah, ngapain kita mengurus urusan mereka.Lebih baik kita cari tempat lain saja." Naya pergi duluan, di ikuti kedua sahabatnya dari belakang.
__ADS_1
Putri dan Ella, mereka hanya menatap satu sama lain.Mereka bingung akan tingkah Naya hari ini, mereka gak begitu mengerti jalan pikiran Naya.