Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin

Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin
Bab 14


__ADS_3

Kring...kring....


Bel pulang sudah berbunyi...


"Udah bel pulang tuh" kata Naya.


"Hmm, iya.Sekarang lo mau pulang sekarang atau mau disini."


"Mau pulang lah.Gue gak mau nginap di sekolah.Tapi kaki gue sakit, gue gak bisa jalan" ucap Naya dengan wajah sedih.


"Gue akan gendong lo.Lo mau di gendong di punggung atau di gendong ala-ala tuan putri" tanya Leon.


"Ogah gue di gendong kayak tuan putri.Lo gendong gue di punggung aja" ujar Naya.


"Sekarang lo naik ke punggung gue."


Leon berjongkok membelakangi Naya dan memberikan punggungnya untuk menggendong Naya.


Naya pun di gendong oleh Leon.Leon dan Naya keluar dari UKS dan pergi menuju tempat parkir dimana mobil Leon terparkir.


Leon menurunkan Naya dari gendongannya dan memapah Naya untuk masuk ke mobil.Leon masuk ke dalam mobil dan menancapkan gas dan akhirnya keluar dari halaman sekolah.


Akhirnya mereka sampai di rumah Leon.Leon membantu Naya keluar dari mobil.


"Lo gak usah gendong gue lagi.Gue bisa jalan sendiri.Nanti lo kecapena gendong gue" ucap Naya.


"Gue gendong lo.Kalau gue bantu lo berjalan yang ada lo kelamaan jalannya, dan kaki Lo pasti tambah sakit kalau menaiki tangga untuk menuju ke kamar lo" balas Leon.


"Ya udah terserah lo aja."


Sekali lagi Leon menggendong Naya sampai ke kamarnya.Leon menurunkan Naya di ranjang.

__ADS_1


"Makasih, dah bantu gue" kata Naya.


"Sama-sama."


"Leon, nanti malam lo bantu gue untuk mempelajari materi yang ketinggalan tadi di sekolah."


"Iya nanti gue bantuin lo."


Leon pun keluar dari kamar Naya.Naya hanya memandangi Leon yang keluar dan menghilang di balik pintu.


"Gue baru tau, kalau Leon seperhatian ini" gumam Naya.


"Lebih baik gue bersihin diri gue dulu."


Naya berjalan tertatih-tatih di akibatkan kakinya yang sakit menuju ke kamar mandi.


Sekitar 20 menit, akhirnya Naya selesai mandi ia keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap disertai dengan handuk yang melilit di atas kepalanya.


Tok tok tok


"Nay, ini gue Leon" panggil Leon.


"Masuk aja Leon, pintunya kagak di kunci kok" sahut Naya.


Leon masuk ke dalam kamar Naya dan melihat Naya yang sedang mengeringkan rambutnya.


"Lo baru selesai mandi" tanya Leon sambil menduduki dirinya di sebelah Naya.


"Iya.Lo bawa materi pembelajarannya kan."


"Ini dah gue bawa." menunjukkan beberapa buku pada Naya.

__ADS_1


"Banyak bener bukunya.Gue mana sanggup membaca buku itu semuanya" keluh Naya.


"Lo gak mesti baca buku itu semua kali.Hanya intinya doang" kata Leon.


Naya selesai mengeringkan rambutnya dan menyisir rambutnya.


"Akhirnya selesai juga" menaruh sisir di atas meja.


"Leon, sekarang kita mulai belajarnya" ucap Naya.


Naya dan Leon memulai untuk belajar.Naha mencatat materi yang ketinggalan, sedangkan Leon membaca buku.


Sekitar 2 jam mereka belajar, dan Naya udah mulai ngantuk.


"Hoaamm..gue ngatuk banget" gumam Naya.


Naya menguap dan mulai mengantuk dan akhirnya tertidur di atas meja.


Leon melihat Naya yang tertidur pulas " dia tertidur rupanya" gumam Leon.


Leon mengangkat tubuh Naya ke tempat tidur.Saat Leon hendak pergi, tangan Leon tertahan oleh Naya.Naya memeluk tangan Leon dengan erat.


Ya ampun, Naya mengira tangan Leon bantal guling apa.


Leon mencoba melepas tangan Naya dari tangannya, tapi tidak bisa.Leon hanya bisa pasrah, karna dia tidak mau membangunkan Naya.


"Dasar lo cewek aneh.Tidur mulu di pikiran lo" ucap Leon sambil mengelus-elus rambut Naya.


Leon membaringkan tubuhnya di sebelah Naya.Ia menghadap pada Naya, hingga wajah mereka saling bertemu.


Leon tersenyum melihat Naya yang sedang tertidur "Lo cantik Nay, kalo tertidur bikin gue gemes.Apalagi kalo bangun, makin bikin gue gemes."

__ADS_1


Leon pun akhirnya tertidur dan terbawa di alam mimpi.


__ADS_2