Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin

Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin
Bab 44


__ADS_3

Naya memalingkan mukanya, "Gue gak mau ngomong ama lo lagi."


Leon langsung memeluk Naya."Nay, gue sayang sama lo.Dan gue berharap lo juga menyukai gue."


Hati Naya luluh mendengar ucapan Leon.Ia membalas pelukan Leon, "Leon, gue juga sayang sama lo."


Leon melepas pelukannya, "Lo beneran sayang ama gue."


Naya hanya mengangguk."Kalau lo beneran sayang sama gue, lo harus buktikan" kata Leon.


"Caranya?" tanya Naya.


"Lo harus setia sama gue dan gak akan pernah ninggalin gue" jawab Leon.


"Gue janji, gue akan setia sama lo."


Leon tersenyum mendengar jawaban dari Naya.Leon mencium Naya dengan lembut.Naya membalas ciuman Leon yang begitu lembut.


Naya melepas ciumannya, "Leon, lo gak boleh cium gue di sekolah" tegur Naya.


"Ok, gue gak akan cium lo di sekolah lagi, kecuali........"


"Kecuali apa?" tanya Naya.


"Kecuali kalau gue ingin."


"Leon! Ini sekolah tahu, kalau guru dan siswa lain tahu gimana.Gue juga yang kena."


"Tinggal bilang aja gue dan lo suami istri, jadi wajar dong ngelakuinnya" jawab Leon enteng.


"Suami istri di kepala lo.Ini sekolah, gak ada istilah suami istri" gerutu Naya.

__ADS_1


"Suami istri dari mana coba.Nikah aja pun belum.Tapi, gue kok suka kalau Leon bilang gitu.Gak! Nay, lo gak boleh mikirin yang aneh-aneh" batin Naya yang sedang berdebat sendiri.


"Murid-murid lo suruh masuk ke kelas, kasihan mereka nunggu di luar kelas" ujar Naya.


"Biarin aja mereka di luar.Gak peduli gue."


"Leon! Ini semua gara-gara lo.Seharusnya jam pelajaran udah di mulai dari tadi.Kenapa lo biarin mereka di luar sih" balas Naya.


"Tunggu dulu.Tadi gue bilang jam pelajaran udah di mulai dari tadi.Kenapa guru nya gak kelihatan sih.Seharusnya udah ada" batin Naya yang tersadar ucapannya barusan.


"Leon, kenapa guru belum kelihatan" tanya Naya.


"Gak masuk."


"Maksud lo."


"Gue dah bilang pada murid-murid kalau siapapun yang masuk dan mengintip di dalam kelas, akan kena imbasnya.Mungkin guru gak masuk karna perintah gue" jelas Leon.


Naya memukul jidatnya sendiri, "Kenapa pula gue ketemu sama cowok kayak gini.Udah tau dia bisa berbuat seenaknya.Begini deh jadinya kalau orangtuanya punya kekuasaan besar, berbuat seenaknya" gumam Naya dalam hati.


"Apa."


"Lo kenapa?"


"Gue gak kenapa-kenapa."


Leon mencubit kedua pipi Naya "Naya, lo kenapa sih?"


"Gue gak kenapa-kenapa.Lepasin cubitan Lo, sakit tau."


Leon melepas cubitannya "Lo beneran gak kenapa-kenapa."

__ADS_1


"Iya."


"Naya, lo kenapa diam aja sih" tanya Leon sekali lagi.


"Gue gak diam, gue hanya mikir doang."


"Apa yang lo pikirin."


"Lo pengen tahu apa yang gue pikirin?"


Leon hanya mengangguk.


Naya menatap tajam Leon, hingga membuat Leon gugup melihat tatapan Naya."Ini anak ngapain tatap gue dengan tatapan kayak gitu sih" gumam Leon dalam hati.


satu detik


dua detik


tiga detik


"Leon! Lo suruh masuk murid-murid ke dalam kelas.Seharusnya pelajaran udah di mulai dari tadi" teriak Naya.


Leon diam tak bergeming melihat tatapan Naya, "Naya kalau marah galak bener, sepertinya umur gue gak akan bertahan lama kalau bersamanya" batinnya sambil emnahan ekspresi ketakutan nya agar tidak di lihat oleh Naya.


"Lo keluar, suruh murid-murid masuk sekarang! Atau lo bakal tersiksa disini" ancam Naya.


"Ok, gue akan suruh mereka masuk.Gak usah pake ancam gue" balas Leon.


Leon keluar kelas, ia berbicara pada murid-murid dan menyuruh mereka masuk.Semua murid-murid yang keluar masuk di dalam kelas, begitu pun dengan guru.


Leon kembali duduk di tempatnya, "Sekarang lo puas."

__ADS_1


"Makanya, lo jangan seenaknya berbuat yang aneh-aneh di kelas" balas Naya.


Pelajaran yang tertunda akibat perbuatan Leon akhirnya berlanjut.


__ADS_2