Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin

Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin
Bab 38


__ADS_3

Naya mem-video call Ella dan Putri.Ella dan Putri menjawab video call dari Naya.


"Nay, lo kenapa video call kami malam-malam begini sih" tanya Putri.


"Iya nih, Nay.Ada apa" kata Ella.


"Ella, Putri kayaknya gue benar-benar harus pergi ke luar kota deh.Jadi besok sepertinya gue gak masuk sekolah karna gue akan pindah" ucap Naya dengan air mata yang mulai menetes.


Ella dan Putri mata mereka mulai berkaca-kaca, mereka meneteskan air mata.


"Nay, lo kenapa harus pergi sih" isak Putri.


"Iya nih Nay.Padahal gue sayang banget sama lo.Tapi lo pergi ninggalin kita" tangis Ella.


Naya mengusap air matanya "Kalian jangan nangis ya, suatu hari gue akan balik lagi kok.Untuk saat ini gue harus pergi dulu."


"Ella, Putri kalau gue gak masuk sekolah besok, berarti gue udah pergi.Dan kalian gak usah khawatirin gue ya" lanjutnya.


"Nay, lo kenapa ninggalin kita" tangis Putri yang semakin menjadi-jadi.


"Gue gak bisa jelasin, maaf ya......gue harus menutup video callnya."


"Nay, lo jangan tutup dulu, gue........"

__ADS_1


Tut...Tut....Tut...


Naya menutup video callnya "Maaf Ella, Putri gue minta maaf.Karna ego, gue harus pergi meninggalkan kalian" ucapnya dengan air mata yang menetes.


"Ini hari terakhir gue disini.Sebaiknya gue minta maaf pada Leon dulu."


Naya membuka WhatsAppnya dan chat pada Leon......


Naya:


Leon gue minta maaf.


"Leon belum balas pesan gue.Sudah lah lebih baik gue beres-beres dulu" gumam Naya.


Di sisi lain Leon yang sedang merebahkan diri nya di kasur, melihat pesan yang di kirim Nsya.


Leon keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar Naya.Ia membuka pintu yang tidak di kunci Naya.


Naya terkejut melihat Leon berada di kamarnya.Tanpa basa-basi Leon langsung mendorong Naya ke ranjang dan menindihnya dari atas.


"Leon! Lo mau ngapain sih?! Lepasin gue" bentak Naya.


"Maksud lo apaan ngirimin pesan permintaan maaf pada gue.Apa lo nyesel jauh dari gue.Nay! Jawab gue" ucap Leon dengan suara yang sedikit tinggi.

__ADS_1


Leon menatap Naya dengan tatapan sendu, Naya memalingkan wajahnya, "Ini gak seperti yang lo pikirkan Leon, gue hanya minta maaf pada lo itu doang" ucap Naya pelan.


"Jadi maksud lo apaan, Nay" balas Leon.


"Gue......gue......." Naya menghentikan omongannya.


"Jawab Nay!"


Tiba-tiba Naya meneteskan air mata."Jangan paksa gue untuk ngomong Leon, gue merasa kesakitan kalau ngomong.Gue gak sanggup" tangis Naya.


Leon yang melihat Naya menangis, hatinya terasa sakit.


"Nay, tatap gue Nay."


Naya menatap Leon yang sedari tadi menatapnya.Naya mencoba menahan tangisnya saat menatap Leon, tapi ia tidak kuat.Air mata Naya jatuh tanpa henti.


Leon mengusap air mata Naya."Nay, lo nangis.Kenapa lo nangis, lo seharusnya senang kita gak akan bersama, sama seperti yang lo harapkan."


"Gue gak bisa Leon........gue gak bisa begini terus.Gak! Gue harus bisa......gue......." tangis Naya.


"Nay, lo kenapa.Gue gak bisa ngerti diri lo."


Naya mencoba menahan tangisnya, dia mencoba mengatur napasnya."Leon, gue kenapa begini? Gue gak bisa menahan hari gue" ucap Naya.

__ADS_1


Naya memalingkan mukanya, "Leon gue benci sama lo! Gue benci! Tapi.........tapi kenapa......kenapa gue tiba-tiba sayang pada lo."


Leon diam terpaku, dia tidak percaya apa yang di katakan Naya barusan.


__ADS_2