Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin

Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin
Bab 42


__ADS_3

"Yang di katakan Naya emang bener sih, gue dan Naya cuman sebatas kagum doang.Tapi, gue bisa pacarin Naya" ucap Zayn, sambil mengedipkan sebelah matanya pada Naya.


"Zayn, ini memang sengaja memanas-manaskan Leon.Kalau begini terus, bisa habis gue di omelin Leon" batin Naya yang sedang ketakutan.


"Hmmm, Leon lo jangan terlalu berpikir yang aneh-aneh" ucap Naya dengan gugup.


Leon menatap Naya dengan perhatian penuh, hingga membuat Naya merasa canggung, "Ok, gue nyerah deh.Terserah mau bilang apa lagi" menghembuskan nafasnya.


Leon kembali menatap Zayn yang dari tadi terdiam."Zayn, gue hanya mau bilang kalau Naya adalah milik gue.Gue malas berdebat sama lo."


"Pppffttt, hahhaha Leon, Leon.Lo ngapain bilang kayak gitu.Tenang aja, gue tadi hanya bercanda doang.Gak mungkin gue nikung teman gue sendiri."


"Baguslah, kalo gitu.Gue dan Naya pergi dulu." Leon membawa Naya pergi, dan meninggalkan Zayn yang masih berdiri di belakang mereka.


Zayn menatap kepergian Leon dan Naya."Mungkin hanya sampai di sini aja.Semoga lo bahagia Nay" gumam Zayn.


Naya dan Leon sampai di kelas mereka.Semua mata menatap mereka.Tak terkecuali sahabat Naya yaitu Ella dan Putri.


Ella dan Putri tercengang melihat kedekatan Leon dan Naya.Naya hanya membalasnya dengan senyum terpaksa nya.


Naya dan Leon pergi ke kursi mereka.Mereka duduk bersebelahan.Naya mengambil buku-bukunya dari tas, dan berpura-pura membaca agar Leon tidak mengajaknya bicara.


"Semoga Leon tidak ngomong sama gue" batin Naya.


"Naya" panggil Leon.

__ADS_1


"Kali ini habis gue deh.Tunggu-tunggu kenapa gue harus ketakutan begini sih, kan gue gak salah" batin Naya.


Naya menatap Leon, "Ada apa?"


Leon menatap Naya dengan serius "Sebenarnya, lo ada hubungan apa dengan si Zayn."


"Gue dah bilang, lo gak usah berpikiran yang aneh-aneh tentang gue dan Zayn" tegas Naya.


"Lo beneran gak ada hubungan apa-apa dengan Zayn."


"Iya, gue hanya hubungan teman gebetan doang dengan Zayn" balas Naya.


Leon menaikkan sebelah alisnya "Maksud lo apaan?"


"Gue dan Zayn hanya teman doang."


"Maksudnya gue dan Zayn cuman suka doang, dan hanya sebatas kagum doang" jelas Naya.


"Naya...." panggil Ella sambil berjalan mendekat pada Naya dan di susul oleh Putri.


"Ella, Putri ada apa kemari" tanya Naya.


"Gue hanya mau nanya, lo ada hubungan apa dengan Leon" tanya Ella.


"Gimana ya bilangnya" jawab Naya.

__ADS_1


"Bilang aja, lo jujur aja."


"Ella, Putri gue dan Leon itu....." menghentikan omongannya.


"Pacar gue sekaligus calon istri gue" lanjut Leon.


"Heee!!! What???!!!" ucap Ella dan Putri serempak.


"Naya! Yang di katakan Leon itu benar?" teriak Putri.


Naya menutup kedua telinga, "Lo gak usah teriak-teriak gitu, iya yang di bilang itu bener."


"Kenapa lo baru bilang.Dan......." Putri menghentikan omongannya.


Naya menaikkan sebelah alisnya "Lo kenapa berhenti, Put."


"Tunggu dulu.Naya bukannya lo gak sekolah hari ini.Lo kan pergi ke luar kota" tanya Putri.


"Lo baru nyadar" jawab Naya.


Tiba-tiba Ella dan Putri memeluk Naya."Putri, Ella kalian napa meluk gue sih" ucap Naya.


"Nay, gue senang lo gak pergi.Lo gak ninggalin kita" kata Putri sambil meneteskan air matanya.


"Put....Lo gak usah nangis gitu.Gue gak jadi pergi."

__ADS_1


Ella dan Putri melepaskan pelukan mereka, dan mengusap air mata mereka.


__ADS_2