Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin

Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin
Bab 12


__ADS_3

Naya terkejut karna Leon mendekatkan wajahnya "Leon....lo....mau...ngapain.." ucapnya terbata-bata.


Cup


Leon mencium bibir Naya.Spontan Naya terkejut dan membulatkan matanya dengan sempurna.


Satu detik


Dua detik


Tiga detik


Leon langsung melepas ciumannya.Ia menatap Naya yang sudah memerah bagai tomat, ia pun mengangkat sudut bibirnya hingga membuat nya tersenyum.


"Gitu rasanya ciuman.Gue juga baru pertama kali merasakannya" gumam Leon.


Naya masih terdiam, dia masih terkejut apa yang barusan terjadi.Detak jantungnya berdetak tidak karuan.


Naya pun tersadar "Leon, lo gila atau ogeb sih.Lo cium gue sembarangan" bentak Naya.


"Selow aja kali, gue juga baru pertama kali ciuman dan barusan ciuman pertama gue" ucap Leon dengan santai.


"Selow lo bilang!Leon, itu ciuman pertama gue dan lo udah mengambilnya.Lo kira gue cewek apaan.Lo bukan siapa-siapanya gue, lo gak berhak mencium gue.Dasar lo......hmmmmphhh..."


Belum selesai bicara Leon udah membungkam mulut Naya yang dari tadi nyorocos mulu.Leon membungkam mulut Naya dengan bibirnya alias kiss, dan sekali lagi Leon menciumnya.


"Lo itu milik gue" bisik Leon.


Naya langsung mendorong dada Leon " Sialan lo Leon.Dasar lo cowok gila, kurang ajar!" bentak Naya.


Saat Naya hendak berdiri dia langsung terjatuh, ternyata kakinya masih sakit.


"Ahh!Kaki gue" rintih Naya.

__ADS_1


Leon ingin membantu Naya berdiri, tapi di tolak oleh Naya.


"Lo jangan dekat-dekat dengan gue.Lo lebih baik pergi dari sini" usir Naya.


Karna Naya daritadi marah dan kesal, ia merasa lemas dan pusing.


"Kok gue tiba-tiba lemas ya, dan juga pusing" ucapnya sambil memegangi kepalanya.


"Lo napa Naya?" tanya Leon yang khawatir akan keadaan Naya.


Tiba-tiba Naya jatuh pingsan.Leon terkejut kenapa Naya bisa pingsan.


"Nay, lo napa Nay.Nay, bangun Nay Lo jangan buat gue khawatir" sambil menepuk-nepuk pipinya Naya.


Leon mengangkat Naya ke kasur.Secepatnya Leon langsung menelepon dokter pribadi keluarganya.


Beberapa waktu kemudian dokter datang dan memeriksa Naya.


"Naya, kenapa Dok" tanya Leon kepada dokter.


"Begitu ya, Dok."


"Sepertinya tuan muda sangat perhatian pada nona Naya."


"Hmm, entah kenapa juga."


"Kalau begitu tuan muda, saya pamit dulu" pamit Dokter.


"Baiklah."


Dokter pergi meninggalkan Leon dan Naya.Leon duduk di samping kasur di tempat Naya berbaring.


Leon menggenggam tangan Naya " Nay, kamu bangun dong.Kamu jangan buat gue khawatir."

__ADS_1


Leon menunggu Naya.Ia menjaga Naya yang masih pingsan.


Setelah 1 jam Naya pingsan, akhirnya Naya sadar dari pingsannya.


"Nay, lo udah sadar" ucap Leon dengan lega.


"Leon, gue ada dimana" tanya Naya.


"Kita masih di UKS, tadi lo pingsan." jawab Leon.


Naya bangun dari tidurnya "Kenapa gue bisa pingsan."


"Dan lo daritadi disini jagain gue" tanya Naya.


"Iya, gue khawatir banget ama lo" jawab Leon.


"Lo khawatir ama gue, gue gak salah dengarkan" tanyanya sambil mengerutkan dahinya.


"Hhhmmm..gue khawatir sama lo."


"Leon, sekolah dah selesai ya.Murid-murid dah pada pulang" tanya Naya.


"Belum, sekitar sejam lagi baru bel pulang" jawab Leon sambil melihat jam di dinding.


"Jadi belum pulang, ku kirain udah."


"Memang kenapa."


"Gak, gue hanya kepikiran akan ketinggalan pelajaran nanti" jawab Naya.


"Lo gak usah khawatir soal itu gue akan membantu lo nanti" ucap Leon.


"Serius lo.Tapi dari mana lo dapat materinya.

__ADS_1


"Gue punya materinya pembelajarannya kok" jawab Leon.


__ADS_2