Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin

Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin
Bab 17


__ADS_3

Naya menuju ke kelas.Ia melihat Ella dan Putri yang sedang mengobrol.


"Woy!" kejut Naya.


Sontak Ella dan Putri terkejut.


"Nay, lo bikin gue jantungan aja" ucap Putri sambil memegang dadanya yang serasa jantungnya mau copot.


"Ya elah gitu doang lo jantungan.Kalo lo jantungan, tinggal ke rumah sakit doang" ejek Naya.


"Enak bener ngomongnya.Kalo kalau gue jantungan beneran gimana, kalau gue mati, hantu gue akan menghantui lo" ancam Putri.


"Lo pikir gue takut.Arwah lo tinggal gue masukin ke dalam botol" balas Naya.


"Lo pikir gue jin apa.Masukin dalam botol."


Ella menghentikan perdebatan mereka " Udah woy, berantem mulu baru pagi-pagi juga."


"Nay, lo dari mana aja. Gue masuk kelas, tas lo doang yang nampak kagak ada orangnya" lanjut Ella.


"Jadi gue pergi jalan-jalan mengelilingi sekolah bareng Zayn" sahut Naya.


"Ciee, berduaan mulu dengan Zayn.Jangan-jangan lo naksir pada Zayn ya, Nay" tanya Putri.


"Mungkin kali" jawab Naya.


"Wahh..parah lo Nay.Otak lo lagi konslet kayaknya" ejek Putri.


"Enak aja, lo bilang otak gue lagi konslet" balas Naya.


"Stop!!" Ella menghentikan perdebatan mereka " Kalian bisa gak diam, berantem mulu kerjanya."

__ADS_1


"Ya maaf Ella, Naya yang mulai duluan."


"Iya maaf, gue yang salah" sahut Naya.


"Kalian ini ya, benar-benar buat gue pusing" kata Ella sambil memegangi kepalanya.


"Ya udah.Sekarang Kita ngerjain apa dong.Masih setengah jam lagi baru bel masuk.Bosan gue" gerutu Naya.


"Gue juga kagak tau" sahut Ella.


"Udahlah, gue ke kursi gue dulu.Lebih baik gue main handphone aja."


Naya menuju ke kursinya.Ia menatap Leon yang sudah berada di tempatnya asik dengan gadgetnya.


Naya menduduki dirinya di bangkunya dan langsung memainkan handphonenya.


Suasana diantara Leon dan Naya sangat hening, dan bisa dibilang canggung dan menyeramkan.


Hingga ada sebuah telepon masuk di hp-nya Naya....


Kring...kring..


Naya mengangkat telponnya " Halo, Aldo lo ngapain telepon gue."


"Nay, lo lagi di mana?" tanya Aldo.


"Gue lagi di sekolah, lo ngapain juga nelpon gue."


"Ya elah Nay, calon suami masa enggak bisa nelepon calon istri" canda Aldo.


"Calon suami di pala lo. Kalo lo bercandanya yang beneran dong."

__ADS_1


"Ya maaf.Gue cuman bercanda, tapi kalau lo mau jadi istri gue, gue persilahkan."


"Iya, gue mau jadi istri lo."


"Ciee..Naya mau jadi istri gue, jadi kapan kita kepelaminan."


"Gue jadi istri lo di mimpi lo.Pelaminan mulu lo bahas.Mana tuh cewek lo."


"Napa lo tanya-tanya cewek gue.Lo cemburu ya, Nay."


"Iyalah gue cemburu.Beruntung banget cewek itu dapat cowok kayak loh yang super duper gantengnya" tawa Naya.


"Hahaha, lo bisa aja Nay.Gue jadi kangen sama lo.Gue kangen kalau kita bercanda dan berdebat kayak gini."


"Gue juga kangen ama lo Aldo.Gue kangen masa-masa bersama kita.Waktu kita jalan, makan, nonton dan semuanyalah gue kangen" ucap Naya.


"Udahlah Naya.Lo jangan sedih gitu, nanti sekolah lo banjir gimana."


"Hahah...gak apa-apa kalo banjir, nanti bisa libur" tawa Naya.


Naya tertawa dan senang saat sedang bertelepon dan dengan Aldo.Bercanda mulu soalnya.Aldo adalah sahabat Naya dari kecil.


Di sisi lain, Leon mendengar pembicaraan Naya dan Aldo kelihatan tidak senang.


"Aldo, udah dulu ya teleponan nya, soalnya mau bel masuk.Nanti kita lanjutin ngobrolnya" ucap Naya.


"Ya udah gue matiin dulu ya teleponnya.Bye-bye Nay."


Tut..tut...tut...


Aldo mematikan teleponnya dan Naya kembali memainkan hp-nya kembali.

__ADS_1


__ADS_2