
Setelah beberapa waktu, akhirnya Naya dan Zayn sampai di taman hiburan.
Naya buru-buru keluar dari mobil Zayn."Woww, taman hiburannya bagus banget....." terkagum-kagum melihat taman hiburan yang begitu besar dan bagus.
Zayn mengelus kepalanya Naya, "Dasar, memang lo masih bocah apa.Pergi ke taman pun heboh nya minta ampun."
"Biarin...." jawab Naya sambil menjulurkan lidahnya.
"Sekarang kita pergi.Banyak wahana permainan yang ingin gue mainin" ucap Naya sambil menarik tangan Zayn.
"Jangan tarik gue woy."
Naya berlari sambil menarik tangan Zayn, Zayn yang dari tadi mengomel karna Naya menarik tangan nya kecapean sendiri."Boleh gak gak usah pake acara narik-narik tangan gue segala" kesal Zayn.
Naya menatap Zayn dengan puppy eyes nya, "Zayn marah ya....ya udah kita gak usah pergi, kita balik saja" rengek Naya.
"Ya, pake acara ngambek segala lagi.Udah-udah gue minta maaf, gue yang salah."
"Benaran gak marah lagi" tanya Naya sambil menggenggam tangan Zayn.
"Iya Naya cantik" mencubit gemas pipinya Naya.
"Ok kalau gitu let's go" sorak Naya.
"Semangat banget nih cewek" batin Zayn.
Naya dan Zayn menaiki beberapa wahana permainan.
*
*
*
__ADS_1
Selang beberapa waktu......
"Tadi permainan nya bagus banget.Seru banget." Naya gak berhenti bicara sejak selesai bermain wahana permainan.
"Cerewet banget."
"Hmph! Suka-suka gue dong" ketus Naya.
"Zayn, gue mau gula kapas" menunjuk penjual gula kapas.
"Betulan lo mau gula kapas" tanya Zayn.
Naya mengangguk manja."Cewek manja" ucap Zayn.
Naya menjulurkan lidahnya pertanda tidak peduli yang di katakan Zayn.
Zayn membeli gula kapas yang di minta Naya."Nah ini gula kapasnya" memberikan nya pada Naya.
"Kok cuman satu.Sama lo mana, memang lo gak mau gula kapas" kata Naya.
"Dingin bener jawab nya."
"Suka-suka gue dong" memalingkan wajahnya.
"Zayn ,kita cari tempat duduk, kaki gue pegal berdiri terus."
"Ya udah kita ke sana aja" menunjuk bangku taman yang ada di pojok.
Naya hanya mengangguk.Naya mengikuti Zayn yang pergi menuju ke bangku taman yang ada di pojok taman.
"Pegal banget kaki gue" sambil duduk di bangku.
"Mau gue pijitin" tanya Zayn.
__ADS_1
"Ehh! Gak usah" menggelengkan kepalanya.
"Sini, biar gue pijitin." Zayn berjongkok dan memijat kakinya Naya.
"Ehmm....makasih Zayn, lo dah mau pijit kaki gue."
"Gak masalah, ini gak seberapa kok.Gue akan lakuin apa pun buat lo Nay" menatap Naya sambil tersenyum.
Naya hanya menundukkan kepalanya, "Tapi, gue gak tau harus bagaimana Zayn setelah mendapat perlakuan ini dari lo" batin Naya.
"Naya, gimana kaki lo dah mendingan?"
"Hmmm, dah mendingan kok" menggerak-gerakkan kakinya, "Makasih Zayn."
"Hmmm, sama-sama" mendudukkan dirinya di sebelah Naya.
"Sekarang gue dah bisa memakan gula kapasnya" menggigit gula kapas.
Zayn hanya memalingkan wajahnya, sambil melihat di sekeliling nya.
"Zayn" panggil Naya.
"Iya, ada apa Nay" sahut Zayn.
"Lo mau gak gula kapas nya" tanya Naya.
"Gak, gue gak mau."
"Ya elah, jutek amat.Gak usah gensi, kalau mau makan, ini gue kasih gula kapasnya."
Zayn memalingkan mukanya, "Gak usah, lo makan aja sendiri."
Naya menarik wajahnya Zayn hingga menghadap mukanya, "Sekarang lo makan nih gula kapas" memasukkan gula kapas dalam mulut Zayn.
__ADS_1
Zayn kaget nya minta ampun, gimana gak kaget wajahnya dan wajah Naya jaraknya dekat banget."Ya ampun, wajah Naya dekat banget lagi, jantung gue gak bisa terkontrol" bisik Zayn dalam hati.