Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin

Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin
Bab 39


__ADS_3

"Apa alasan lo membenci gue, Nay" tanya Leon.


"Gue kagak tau, tapi gue membenci lo karna sifat lo yang begitu dingin.Tapi itu bukan alasan yang tepat untuk membenci lo.Betapa bodohnya gue" ucap Naya dengan nada kecewa.


"Udahlah ini gak usah di bahas, gue gak mau ninggalin kesan yang buruk pada lo.Karna ini hari terakhir gue di sini" menatap Leon.


"Gue hanya ingin meminta maaf doang.Gak ada alasan lain, lebih baik lo gak usah tanya-tanya lagi pada gue, lo gak perlu......."


"Lo terlalu banyak bicara, Nay" potong Leon.


Leon langsung mencium bibir Naya.Naya memejamkan matanya dan membiarkan Leon menciumnya.


Leon melepas ciumannya, "Lo bohong pada gue Nay.Gue gak akan membiarkan lo pergi, lo akan tetap di sini, lo akan menjadi milik gue."


Naya hanya terdiam, dia hanya mendengar semua perkataan Leon tanpa harus membalasnya.


"Gue sudah menyukai lo selama 9 tahun, dan itu bukan waktu yang singkat.Sejak pertama gue melihat lo, gue sudah suka sama lo.Walauoun waktu itu lo membenci gue dan memusuhi gue.Gue juga sempat membenci lo, tapi semua itu berubah sejak gue lihat lo lagi.Gue ingin permusuhan dan kebencian di antara kita berubah jadi cinta" jelas Leon.


"Apa lo menyukai gue dan menerima perjodohan ini?" tanya Leon.


Naya masih terdiam saja, ia tidak bisa berkata apa-apa, serasa sekujur tubuhnya kaku.


"Kalo lo gak bisa ngomong.Lo bisa ngelakuin ini, kalo lo setuju perjodohan ini dan juga lo menyukai gue, lo cium gue.Tapi kalo lo menolak perjodohan ini dan tidak menyukai gue, lo bisa tampar gue" pinta Leon.


Naya tercengang mendengar Leon membuat permintaan seperti itu.Ia masih menatap Leon yang berada di atasnya sambil berpikir sejenak.


satu detik


dua detik


tiga detik


empat detik


lima detik

__ADS_1


Naya pelan-pelan menarik tengkuk Leon dan langsung menciumnya."I love you Leon."


"I love you Leon" ucapnya sekali lagi.


"Berarti lo setuju dengan perjodohan ini dan beneran menyukai gue."


Naya hanya mengangguk sambil tersenyum."Gue gak nyangka lo suka sama gue Nay.Tapi sejak kapan lo suka ama gue" tanya Leon penasaran.


"Ok, gue akan ceritain.Tapi boleh gak lo minggir dulu.Lo nindih gue dari tadi, kagak nyaman gue dengan posisi ini" ujar Naya.


"Ok, gue akan minggir."


Leon bangun dari ranjangnya Naya.Naya pun akhirnya bisa duduk di pinggir ranjang, Leon pun duduk disebelah Naya.


"Gue suka sama lo ,sejak lo cium gue untuk pertama kalinya.Di situ gue mulai aneh, kayak ada perasaan yang timbul di hati gue" ucap Naya sambil memandangi Leon.


"Untung gue cium lo, kalo kagak mungkin lo gak akan pernah suka sama gue" balas Leon.


"Gak juga."


"Maksud lo?"


"Gue kagak ngerti Nay, apa yang lo bilang."


"Gak usah di pikirin.Tapi, Leon gue mau tanya ama lo."


"Tanya apa" jawab Leon.


"Mengenai apa yang lo bilang tempo hari, kalau kita ditakdirkan bersama.Dan lo juga nggak ngomong sama gue kalo lo dan gue dijodohkan" kata Naya.


"Kan gue dah bilang, lo bakal tahu sendiri dan lo nggak butuh penjelasan dari gua lagi."


"Ngeselin bener lo.Gak bilang-bilang sama gue" ketus Naya.


"Kok jadi ketus gitu sih.Iya, gue minta maaf kalo gue gak bilang-bilang ama lo" ujar Leon.

__ADS_1


"Terserah.Ehh, gue mau telfon Ella dulu."


"Napa emangnya" tanya Leon.


"Tadi, gue bilang sama Ella dan Putri kalo gue bakal pindah ke luar kota, gue akan pulang ke rumah gue.Tapi gak jadi, karna gara-gara lo" jelas Naya.


"Sebaiknya jangan deh."


"Mang, napa Leon."


"Lo lebih baik kasih kejutan buat Ella dan Putri.Biar mereka terkejut kalau lo enggak jadi pergi" saran Leon.


"Hmm, boleh juga tuh ide lo.Gue setuju."


"Leon, sebaiknya lo kembali ke kamar lo deh, soalnya ini udah malam.Gu juga mau tidur" lanjut Naya.


"Gak, gue mau tidur di sini bareng lo" sahut Leon.


"Sembarangan lo mau tidur bareng gue, sana lo.Nanti kalo papa dan mama tahu gimana?" ucap Naya.


"Gak masalah.Nanti lo juga jadi istri gue.Jadi mulai sekarang gue tidur sama lo" goda Leon.


"Gak! Sana lo.Dasar mesum, sana lo pergi ke kamar lo" usir Naya.


"Ok, sekarang gue pergi.Tapi, kalo dah nikah nanti jangan harap lo bisa turun dari ranjang, karna gue akan terus-menerus memakan lo" ancam Leon.


Mendadak wajah Naya memerah bak udang rebus."Dasar lo mesum Leon!"


"Hahaha, canda doang.Tapi lo persiapkan diri lo ya" bisik Leon.


Deg


Jantung Naya berdegup kencang, "Astaga, dasar Leon mesum" batin Naya.


"Sana lo pergi!" kata Naya.

__ADS_1


"Selamat malam, Naya" sambil mengecup kening nya Naya.


Leon berpaling dan melangkahkan kaki keluar dari kamar Naya.Naya hanya tersenyum manis, karna dapat perlakuan manis dari Leon.


__ADS_2