Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin

Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin
Bab 8


__ADS_3

Naya dan Zayn jalan berdua di koridor sekolah. Semua mata tertuju pada mereka berdua. Gimana enggak, Zayn termasuk cowok populer di sekolah, jadi mereka mengira Naya pacarnya Zayn. Karena baru pertama kali mereka lihat Zayn jalan bareng cewek.


"Zayn, semua orang lihat kita loh."


"Gak usah dipeduliin. Gimana kalau kita ke taman belakang sekolah, kita duduk di situ" usul Zayn.


"Hmm boleh juga. Oke gue mau" jawab Naya dengan senang.


Zayn dan Naya pergi menuju taman belakang sekolah, mereka duduk di salah satu kursi yang ada di taman itu.


"Tamannya bagus banget ya, Zayn" puji Naya.


"Hmm iya."


"Zayn lo ngapain membawa gue ke sini. Lo mau bicara ama gue" tanya Naya.


"Nay, lo mau gak gue ceritain yang lucu. Gue perhatiin mood lo hancur deh."


"Boleh. Gue lagi bad mood.Lo mau ceritain apa" tanya Naya.


Naya dan Zayn mengobrol. Mereka mengobrol sambil tertawa. Naya sepertinya bahagia bersama Zayn.


Di sisi lain, Leon melihat Naya dan Zayn yang sedang mengobrol. Leon mengepal tangannya dan kelihatan kesal melihat mereka berdua.


"Hahahhahah, Zayn ceritamu lucu sekali, hahaha" tawa Naya.


"Iya nih. Gue gak nyangka bakal selucu ini."


"Hmm Zayn sebaiknya gue balik ke kelas dulu. Bentar lagi bel masuk nih" kata Naya yang langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Gue antar ya, Nay."


"Gak masalah, kita kan beda kelas Zayn. Lo gak apa-apa antar gue ke kelas" tanya Naya.

__ADS_1


"Gak apa-apa kok. Kan gue yang minta lo jalan bareng ama gue. Sekarang gue yang antar lo balik ke kelas" ujar Naya.


"Hmm baiklah. Kalau gak ngerepotin lo."


Zayn dan Naya menuju ke kelas Naya. Zayn mengantarnya sampai di depan kelas.


"Zayn, makasih ya dah antar gue nyampe depan kelas."


"Sama-sama Nay."


"Gue masuk dulu ya Zayn."


"Nay yang semangat ya belajarnya." ujar Zayn.


Di dalam kelas Leon melihat Naya dan Zayn dengan tatapan dinginnya.


Naya pun memasuki kelasnya yang masih ribut karna guru belum datang. Naya duduk di bangkunya yang ada di sebelah Leon.


"Dari mana aja lo." tanya Leon ketus.


"Ngapain lo tanya-tanya, bukan urusan lo" jawab Naya ketus.


"Itu urusan gue."


"Sejak kapan jadi urusan lo. Lebih baik lo gak usah ngurusin hidup gue. Emang lo siapanya gue, teman gue juga kagak" memalingkan mukanya.


"Jadi, lo anggap gue sebagai apa" tanya Leon dingin.


"Gue anggap lo bukan siapa-siapa gue."


Naya mengambil bukunya dari tasnya, dia tidak mempedulikan Leon yang ada di sebelahnya.


Guru masuk ke dalam kelas dan pembelajaran pun dimulai.

__ADS_1


*


*


*


Bel berbunyi menandakan jam istirahat.


Ella dan Putri datang menghampiri Naya.


"Nay, kita ke kantin yuk" ajak Putri.


"Put, lo mau ke kantin untuk makan atau mau lihat cogan nih" tanya Naya.


"Ihh, Naya lo ini. Gue mau ke kantin karena gue lapar, tapi gak apa-apa deh sekalian lihat cogan, hehehe."


"Sekalian aja tuh cogan-cogan jadi pacar lo." ucap Naya.


"Nanggung Nay, kalo jadi pacar. Jadi suami aja sekalian" sahut Ella.


"Setuju El, gue setuju banget." jawab Naya dengan mantap.


"Gue sih mau-mau aja tapi sayang satu cogan gue yang bernama Zayn sudah ada yang punya. Jadi gak lengkap nihh." jawab Putri.


"Siapa yang punya?" tanya Ella.


"Siapa lagi kalo bukan Naya"


"Gue..?? Sejak kapan gue dan Zayn...kami kan gak punya hubungan apa-apa" jawab Naya terkejut.


"Alah, Nay bohong lo. Lo dan Zayn lagi pacaran kan. Buktinya aja lo Deket banget ama Zayn." ujar Putri.


"Ehh..mana ada, gue dan Zayn pacaran. Kami cuman teman doang."

__ADS_1


"Iya sih Nay. Lo dan Zayn sekarang gak pacaran, tapi kedepan nya mungkin aja." sahut Ella


Naya terdiam sejenak dan mencerna semua perkataan teman-temannya.


__ADS_2