Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin

Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin
Bab 23


__ADS_3

Hendak pergi Naya terpeleset dan jatuh "Auuww!Kenapa pake jatuh segala lagi" gerutu Naya.


"Hahah, sama seperti kejadian 9 tahun yang lalu.Lo jatuh saat, lo pergi ngejauhin gue" tawa Leon.


"Gak lucu tau.Terus aja lo ketawain gue" bentak Naya yang kesal karna Leon menertawainya.


Leon berjalan mendekati Naya.Wajah dan mata mereka saling beradu pandang, "Ini pertanda, kalo lo gak boleh jauhin gue.Lo gak boleh jauh-jauh dari gue."


"Maksud lo.Lo jangan ngawur kalo ngomong."


Leon mencium bibir Naya sekilas (cuman sekilas ya readers).


"Karna kita di takdirkan bersama" bisik Leon di telinga Naya.


Naya terasa geli sekaligus terkejut apa yang barusan di katakan Leon, "Maksud lo apaan bilang kayak gitu.Lo ngawur kalo ngomong ya."


"Gue gak ngawur kalo ngomong.Tapi itu kenyataan kan" jelas Leon.


Naya bangkit berdiri "Leon!Lo kalau ngomong jangan ngawur ya, deh" tegas Naya.


Leon yang duduk berjongkok, bangkit berdiri dan menghadap Naya, "Dah gue bilang gue gak ngawur kalau ngomong.Terserah lo mau percaya apa kagak."


"Jadi sekarang jelasin apa maksud lo, buktikan kalo lo gak ngawur ngomongnya" pinta Naya.

__ADS_1


"Gue gak bisa jelasin sekarang.Tapi suatu saat nanti lo bakal tahu apa maksud gue."


"Tapi saat waktu itu datang, lo bisa jelasin kan" tanya Naya.


"Saat waktu itu tiba, lo gak butuh penjelasan gue karna lo dah paham."


"Kenapa sekarang lo ngomongnya jadi penuh teka-teki gitu sih.Bikin gue penasaran aja."


"Gue gak teka-teki kok, tapi lo aja yang tidak paham."


"Bodoh amatlah apa yang lo hbilang, kagak peduli gue" ketus Naya.


"Kok jadi marah.Ya udah gini aja, kita tanding basket satu lawan satu.Biar lo gak bete gitu" ajak Leon.


"Baguslah, gue ingin lihat juga sampai gimana kemampuan main basket mu.Sudah meningkat atau masih segitu-giti aja."


"Lo remehin gue ya.Kali ini gue akan ngalahin lo" ucap Naya dengan percaya diri.


"Ok, kita buktikan.Kita main basketnya, poinnya sampai 3.Bagi yang mendapat 3 poin duluan, dia yang menang."


Naya dan Leon menuju ke lapangan basket yang sudah lumayan sepi.


Naya mengambil bola basket.Mereka pun mulai bertanding, Naya mendribble bola dan menembaknya ke dalam ring hingga mencetak poin, dan disusul oleh Leon mencetak poin.Poin mereka sekarang satu sama.

__ADS_1


Naya kembali mencetak poin, dan Leon sekali lagi mencetak poin.Poin mereka sekarang dua sama.Tinggal poin terakhir, yang menentukan siapa yang menang.


Naya berhadapan dengan Leon, dengan bola yang sedang memantul di tangannya.Naya mendribble bola, Leon mencoba mencegat Naya, tapi Naya berhasil menembus pertahanannya.


Naya bersiap-siap memasukkan bolanya ke dalam ring, tapi di cegat oleh Leon.Naya pun gagal memasukkan bolanya ke dalam ring.


Dan sekarang bolanya berada di tangan Leon.Naya berusaha menahan Leon dan mencoba mengambil bola dari tangan Leon, tapi usaha Naya gagal.Leon berhasil melewatinya.Dan ,Leon akhirnya berhasil memasukkan bola ke dalam ring.Tentunya, Leon pemenangnya.


"Lo yang menang Leon" ketus Naya.


"Loh ,kok jadi tambah bete gitu.Bukannya lo senang, tapi lo tambah bete" ucap Leon.


"Siapa sih yang gak bete, kalau kalah dalam sebuah pertandingan."


"Leon menghampiri Naya, "Jadi sekarang lo mau apa" tanya Leon.


"Gue gak ingin apa-apa sih.Gue gak Sudi meminta sesuatu pada cowok dingin kayak lo."


Leon merasa gemes melihat tingkah Naya kayak gitu.


Cup


Leon mengecup pipinya Naya "Ini hadiah dari gue."

__ADS_1


Pipi Naya merona seketika setelah di cium Leon, disertai dengan jantungnya yang berdegup kencang.


__ADS_2