
Tasya pergi menuju ke ruang kepala sekolah."Ini semua gara-gara Naya cewek sialan itu" ucap Tasya dengan nada kesal.
Akhirnya Tasya sampai di depan pintu kepala sekolah.Ia masuk dengan gugup, "Permisi, Pak.Bapak mencari saya."
"Kamu sudah datang Tasya, silahkan duduk" kata bapak kepala sekolah dengan datar.
Tasya duduk dengan gugup.Ia tidak tahu harus bagaimana.
"Tasya, bapak memanggil kamu di sini, karna kamu berbuat kesalahan yang sangat fatal.Kamu pasti mengetahui nya kan" ucap bapak kepala sekolah dengan sedikit nada tinggi.
"Iya pak.Saya mengakui kesalahan saya" jawab Tasya dengan menundukkan kepalanya.
"Karna kesalahanmu ini sangat fatal.Sebagai hukumannya, kamu di keluarkan dari sekolah" tegas bapak kepala sekolah pada Tasya.
Tasya kaget mendengar ucapan bapak kepala sekolah." Saya di keluarkan??!! Pak, saya jangan di pecat pak.Bapak beri saya saja hukuman lain.Asalkan jangan di pecat pak" kata Tasya yang sudah mulai mengeluarkan air matanya.
"Maaf, Tasya.Ini sudah kebijakan sekolah.Sekarang kamu bisa keluar."
Tasya tidak bisa berkata apa-apa.Tasya keluar dengan perasaan sedih plus marah.Dia marah kepada Naya, yang berani-beraninya dia membongkar semua rahasianya.
__ADS_1
Di saat yang sama Naya dan kedua sahabatnya melintas di depan Tasya.
"Naya!" panggil Tasya.
Naya mendengar panggilan Tasya yang meneriaki dirinya.Naya pun membalikkan dirinya menghadap Tasya.
Naya melihat jelas ekspresi Tasya yang begitu kesal." Ada apa lo manggil gue."
Plak!
Sekali lagi Tasya menampar Naya." Gara-gara lo gue di keluarkan dari sekolah.Lo harus bertanggungjawab atas perbuatan lo" teriak Tasya.
"Lo benar-benar cewek sialan, cewek murahan." Tasya terus menghujat Naya dengan kata-kata yang paling di benci Naya.
Tapi Naya bisa menahan emosinya.Dia bersikap lebih kalem, agar Tasya mengetahui bahwa yang di lakukan nya padanya sama sekali tidak berpengaruh.
"Tasya, lo membuang waktu gue dan membuang waktu lo sendiri.Udah tau lo di keluarkan dari sekolah, masih saja lo bertindak yang meributkan suasana sekolah.Lo mau hukuman lo bertambah" ucap Naya yang terus memprovokasi Tasya.
"Naya, lo benar-benar........."
__ADS_1
"Itu, Tasya.Dia sedang bertengkar dengan Naya.Dasar tidak tau malu" kata seorang siswa yang lewat melintasi Tasya.
"Hei! Apa maksud lo gue tidak tau malu.Jelas-jelas Naya yang tidak tau malu.Dia memfitnah orang sembarangan."
"Tasya! Semua orang mengetahui di sini.Bahwa lo yang bersalah, malah menuduh orang sembarangan.Dasar jal*ng!" kata murid itu dengan nada yang tinggi.
"Apa lo bilang! Berani-beraninya lo bilang gue dengan sebutan kayak gitu" bentak Tasya.
"Memang bener kan??"
Tasya langsung terdiam dia tidak bisa berkata apa-apa lagi, mengingat semua yang telah terjadi.Rahasia nya yang selama ini yang di pendam yang begitu lama, langsung terbongkar.Dan ia tidak tau siapa yang membongkar rahasianya yang begitu memalukan.
Tiba-tiba Leon melintas di depan Tasya. Tasya langsung menghentikan nya, "Leon."
Leon langsung menghentikan langkahnya."Ada apa lo manggil gue" tanya Leon dingin.
"Leon, lo bantu gue jelasin mengenai kejadian ini.Ini tidak seperti yang di bayangkan, ini semua salah paham." Tasya mencoba menjelaskan pada Leon, agar Leon percaya padanya.
"Maaf, gue gak mau ikut campur dengan masalah lo.Lo urus sendiri masalah lo.Gue gak mau terlibat." Setelah mengucapkan kalimat itu, Leon langsung pergi tanpa berkata apapun.
__ADS_1