
"Sekarang gue ngapain ya. Gue lanjutin nonton drama Korea aja deh."
Naya pun membuka handphonenya dan menonton. Naya menonton drama Korea dengan serius sambil memeluk bantal.
"Asik bener nontonnya" kata seseorang yang berada di pintu kamar Naya.
Naya mengalihkan pandangannya pada orang yang sedang bersandar di pintu kamarnya.
"Ngapain lo disini, sana lo ganggu gue nonton aja" bentaknya pada Leon.
"Dari pada lo nonton lebih baik lo ngerjain tugas sekolah"
"Nanti gue kerjain setelah nonton" jawabnya sambil menonton.
Leon menghampiri Naya dan langsung mengambil hpnya Naya.
"Leon! Itu hp gue balikin gak!" bentaknya.
"Hp lo gak gue balikin sebelum tugas lo selesai" ujar Leon sambil pergi meninggalkan Naya.
"Leon! Dasar lo cowok sialan, balikin hp gue" teriak Naya.
Tapi Leon tidak menggubris Naya. Dia pergi keluar dari kamar Naya dan masuk ke dalam kamarnya.
"Lebih baik gue cepet-cepet selesain tugas sekolah gue. Trus gue bisa ambil kembali hp gue dari si Leon sialan" gumam Naya.
Naya pun mengerjakan tugasnya dengan cepat. Naya menyelesaikan semua tugasnya dengan tepat dan benar.
__ADS_1
"Akhirnya tugas gue udah selesai, sekarang gue ambil hp gue."
Naya pergi ke kamar Leon.Dia mengetok pintu kamar Leon.
Tok tok tok
"Leon, lo ada di dalam. Gue mau ambil hp gue nih" kata Naya sambil mengetok pintu kamar Leon.
Naya beberapa kali memanggil Leon tapi tidak ada jawaban. Akhirnya Naya masuk ke dalam kamar Leon.
"Orang nya mana sih, kok gak kelihatan?" gumam Naya.
Naya mencari-cari hp nya " hp gue mana sih"
Akhirnya Naya mendapatkan hpnya yang terletak di atas meja.
"Nah ini hp gue. Gue sebaiknya pergi dari sini.
"Ngapain lo disini?" tanya Leon yang barusan keluar dari kamar Leon.
Naya membalikkan badannya, wajahnya Naya mendadak berubah jadi merah bagai tomat, karna melihat Leon yang berdiri di depannya setengah telanjang dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Disertai dengan rambut Leon yang masih basah makin bikin Leon terlihat tampan.
Secepatnya Naya membalikkan badannya, membelakangi Leon. Naya menutup matanya dengan kedua tangannya.
"Leon! Kalau lo keluar dari kamar mandi, pakek baju dong!" teriak Naya.
"Gue tanya ngapain lo disini"
__ADS_1
"Gue disini ngambil hp gue. Dari tadi gue manggil-manggil lo, tapi gak ada jawaban, makanya gue masuk" ujar Naya yang masih menutup matanya.
"Lo kenapa membelakangi gue sambil menutup mata gitu" tanya Leon sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Leon, lebih baik lo make baju lo dulu.Gue keluar dulu."
Naya cepet-cepet keluar, tapi Leon menahannya.
"Leon, gue keluar dulu. Lo jangan nahan gue." jawab Naya dengan gugup karena melihat badan Leon yang begitu bagus.
"Urusan gue dengan lo belum selesai" katanya sambil mengangkat sudut bibirnya.
"Maksud lo?" tanya Naya.
Leon langsung menarik Naya ke tempat tidur dan menghempaskan nya di ranjang.Leon langsung menindih Naya dari atas dan menahannya.
"Leon, lo mau ngapain sih. Lepasin gue" bentak Naya.
"Gue dah bilang urusan gue dan lo belum selesai."
"Memang ada urusan apa lo dengan gue sih." tanya Naya.
"Tadi di sekolah kenapa lo diemin gue" tanya Leon sambil menatap Naya dengan tajam.
"Maksud lo apaan sih? Ehh! Jelas-jelas lo yang mulai duluan. Dari awal gue pergi ke rumah ini dan ketemu lo. Lo gak pernah tuh ngomong ama gue. Trus ngapain gue ladenin cowok kayak lo dingin plus jutek." jawab Naya dengan tegas.
"Trus tadi di sekolah kenapa lo menjauh dari gue."
__ADS_1
"Ngapain lo tanya begitu. Emang lo gak puas, banyak cewek-cewek disekolah yang deketin lo. Ngapain lo ngurus-ngurus kenapa gue jauhin Lo. Leon, lo beda dengan gue. Sifat gue dan lo itu gak sama, jauh beda." ujar Naya yang sudah kesal dengan Leon.
Leon bungkam seribu bahasa mendengar apa yang dikatakan Naya.