
"Lo memang musuh kesayanganku" bisik Leon.
Naya kebingungan "Sejak kapan gue dan lo bermusuhan" tanya Naya penasaran.
"Ternyata lo lupa, ya Nay sama gue" ucap Leon pelan.
"Maksud lo apaan gue gak ngerti."
"Lo ingat kejadian 9 tahun yang lalu" tanya Leon.
*Flashback*
9 tahun yang lalu....
"Naya..." panggil papa Raka.
"Papa.." Naya berlari memeluk papanya "Papa, kapan pulang?"
"Papa baru pulang kok sayang" jawab papa Raka.
Naya melihat seseorang yang berdiri di belakang papanya "Papa, siapa dia" tunjuk Naya pada orang itu.
"Nay, perkenalkan namanya ini Leon Azlan, ini anaknya teman papa" jawab papa Raka.
"Ini Leon ya, pa.Leon ganteng ya pa" ucap Naya sambil memandangi Leon yang hanya terdiam.
__ADS_1
"Iya, Leon memang anak yang ganteng.Sekarang kalian bermainlah Papa masih ada urusan dulu." Papa Raka langsung pergi meninggalkan Naya dan Leon.
Naya menghampiri Leon dan mengajaknya berkenalan " Hai Leon, aku Naya Melodi, Leon bisa manggil aku Naya" sapanya dengan senyum polosnya.
"Leon, mau main sama Naya.Kita bisa bermain bersama kok.Leon sukanya main apa.Gimana kalau kita main basket" ajak Naya.
"Memangnya kau bisa bermain basket" tanya Leon datar.
"Naya bisa main basket kok" jawab Naya polos.
"Leon, kita main basket ya."
Leon hanya terdiam, dia tidak merespon kata-kata Naya.
Naya dan Leon pergi ke lapangan untuk bermain basket.Naya mulai mendribble bolanya dan melemparnya masuk dalam ring basket.
"Sekarang giliran mu Leon" sambung Naya.
Leon mengambil bola yang tergeletak.Leon mendribble bola dan memasukkannya ke dalam ring basket.Leon beberapa kali mendribble dan menembak bola dan selalu masuk ke dalam ring.
"Leon hebat ya, jago main basket" puji Naya.
"Ini biasa aja kok.Ini masih belum seberapa, daripada kau yang masih belum apa-apanya. Pergerakanmu dalam main basket, cara mendribble bola masih kurang efisien.Kau harus banyak belajar lagi." ucap Leon sambil menatap Naya yang termangu mendengar kata-kata Leon yang sedikit menyakitkan baginya.
"Bagaimana mungkin Naya belum bagus dalam memainkan permainan basket.Padahal papa dan Aldo mengatakan Naya sudah bisa main basket.Kenapa Leon mengatakan begitu, bagaimana mungkin" ucap Naya sambil tertunduk.
__ADS_1
"Lalu harus bilang apa lagi.Memang itu kenyataannya kau masih belum mahir dalam permainan basket." kata Leon dingin.
"Naya kira, Leon bukan cowok sombong, ternyata dugaan Naya salah.Leon benar-benar cowok sombong" kesal Naya.
"Dasar cewek aneh" sindir Leon.
Naya mengambil bola dan melemparkannya kepada Leon "Main sana sendiri, kesal Naya sama Leon."
Saat Naya berbalik, Naya terpeleset dan jatuh.
"Hahaha" tawa Leon." Makanya kalo jalan lihat-lihat."
Naya berdiri "Naya benci sama Leon.Naya gak mau berteman dengan Leon.Leon adalah musuh Naya" teriak Naya dan berlari pergi.
*Flashback*
"Jadi lo cowok yang ngeselin itu" tanya Naya.
"Ternyata lo ingat sekarang.Padahal waktu kecil, saat gue ke rumah lo, lo ajak gue berkenalan trus ngajak gue bermusuhan."
"Pantesan gue merasa kenal-kenal dia, dia seperti orang yang gue benci.Ternyata memang benar" gumam Naya.
"Karna lo yang mulai, lo ngejek gue waktu jatuh dan lo remehin gue karna lo jago dalam main basket" kesal Naya.
"Ternyata sifat lo masih belum berubah ya, Nay.Masih sama waktu 9 tahun yang lalu" sindir Leon.
__ADS_1
Naya mendorong tubuh Leon dan pergi "Gak sudi gue deket-deket sama lo."