
Naya dan Zayn berjalan mengelilingi sekolah, saat mereka berkeliling, mereka gak sengaja berpapasan dengan Leon.
Naya hanya cuek tidak menatap Leon.Naya malas menatap Leon.Sebaliknya Leon juga begitu.Jadi ceritanya mereka sama-sama cuek.
"Nay, gue mau tanya sesuatu, boleh gak" tanya Zayn.
"Boleh, nanya apa."
"Lo tinggal di mana sih.Gue ingin tau di mana rumah lo, jadi gue bisa sering temuin lo" ucap Zayn.
"Gue tinggal di rumah Leon" jawab Naya datar.
"Dirumah Leon?Leon dan lo saudara kandung ya" tanya Zayn.
"Ogah banget gue saudaraan dengan Leon.Sebenarnya gue tinggal di rumahnya Leon karna permintaan kedua orangtua gue.Rumah gue yang sebenarnya di luar kota" jawab Naya.
"Ohh gitu.Jadi lo tinggal di rumah Leon, kenapa sih emangnya."
"Gue juga gak tahu.Menurut gue kayaknya orangtua gue dan orangtua Leon yang merencanakan ini.Tapi tak tahu mengapa, gue juga bingung.Itu sih menurut gue, gak tau benar apa kagak" kata Naya.
"Jadi gitu."
"Zayn, gue boleh tanya sesuatu gak" tanya Naya sambil menghentikan langkahnya.
Zayn pun ikut langkahnya terhenti "Lo mau nanya apa."
__ADS_1
"Tapi lo jangan salah paham, gue hanya nanya doang."
"Iya gue gak akan salah paham" sahut Zayn.
"Lo dah punya pacar apa kagak sih" tanya Naya sambil menatap Zayn dengan serius.
Zayn mengerutkan dahinya "Pacar?Gue gak punya.Memangnya kenapa sih."
"Syukurlah.Gue kirain lo udah punya pacar.Kan kalo lo punya pacar, gue bakal di hajar ama pacar lo, karna jalan bareng lo" ujar Naya.
"Nay, gue gak punya pacar.Pacaran aja gue gak pernah" balas Zayn.
"Ohhh....kasihan deh lo, ngejomblo mulu" ejek Naya.
"Memang lo punya pacar" tanya Zayn.
"Memang siapa sih yang lo gebet.Gue jadi penasaran."
"Gue memang lagi gebet orang.Tapi gue gak bisa mastiin kalo gue benar-benar menyukai nya.Mungkin aja kan gue hanya punya rasa kagum doang." jawab Naya.
Zayn bingung maksud perkataan Naya "Maksudnya, gue gak ngerti."
"Zayn gue lagi gebet lo, boleh gak" tanya Naya.
Deg
__ADS_1
Zayn terkejut mendengar ucapan Naya barusan.
"Lo gebet gue, kenapa?"
"Kan gue dah bilang belum tentu gue benar-benar suka ama lo.Gue mungkin hanya kagum doang sama lo.Makanya gue bilang pada lo apa gue bisa gebet lo, untuk mastiin kalau gue suka sama lo apa kagak" jelas Naya sambil menundukkan kepalanya.
"Nay, lo boleh gebet gue, karna pada dasarnya gue juga suka ama lo."
Naya mengangkat wajahnya dan bertatapan dengan Zayn "Lo gak kecewa, kan belum tentu gue suka ama lo."
"Nay, kita jalanin aja dulu.Biar waktu dan takdir yang menentukan.Mungkin takdir membuat kita bersama dan takdir juga yang memisahkan kita" kata Zayn.
"Tapi, Zayn gimana kalo suatu hari nanti hati gue bukan milik lo dan gue bakal ninggalin lo" ucap Naya.
"Itu berarti kita gak jodoh" balas Zayn sambil mencongkel hidungnya Naya.
"Makasih Zayn Lo dah ngerti gue" tutur Naya.
"Sekarang lo balik ke kelas aja."
"Iya nih mungkin Ella dan Putri dah ada di kelas."
"Lo mau gue anterin apa kagak" tawar Zayn.
"Gak, usah deh Zayn.Gue bisa sendiri, lo balik ke kelas lo aja."
__ADS_1
"Ya udah sekarang lo balik sana" pinta Zayn.
"Iya gue mau balik." Naya berpaling dan melangkahkan kakinya ke kelas.