
Naya tersadar dengan posisi mereka "apa-apaan posisi ini," Naya menjatuhkan pandangannya pada tubuh Leon yang setengah telanjang "Ya ampun, tubuhnya bagus benget, dadanya yang bidang dan juga otot-otot perutnya. Astaga...gue bisa terpesona....gak!Naya lo gak boleh terpesona" batin Naya.
'Leon, lo bisa gak pakai baju lo dulu." kata Naya gugup dan langsung memalingkan mukanya.
"Ternyata lo terpesona dengan tubuh gue" jawabnya sambil tersenyum tipis.
"Geer lo, gue gak terpesona ama lo. Sana lo minggir, gue mau balik ke kamar gue."
Naya mendorong tubuh Leon dan berlari keluar dari kamar Leon.
Leon hanya memandangi Naya yang lari-lari terbirit-birit sambil tersenyum.
Didalam kamar Naya.Naya sedang mengatur napasnya akibat lari dari kamar Leon.
"Untung gue bisa lari, kalau gak mungkin akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan" pikir Naya.
"Tapi ya ku akui tubuhnya Leon bagus juga." gumam Naya.
"Naya lo gak boleh pikir yang aneh-aneh" sambil menepuk-nepuk pipinya.
"Lebih baik gue tidur" Naya membaringkan tubuhnya di tempat tidur sambil memeluk boneka kesayangannya.
Malam berganti menjadi pagi hari. Naya bangun dari tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah beberapa waktu kemudian, Naya keluar dari kamar mandi dengan seragam sekolahnya.
Naya keluar dari kamar untuk pergi sarapan. Di meja makan, ia melihat Leon yang sedang memakan sarapannya.
Naya duduk dan langsung memakan sarapannya yang sudah di persiapkan. Naya tidak melirik atau menatap Leon, karena mengingat kejadian tadi malam.
Akhirnya Naya selesai memakan sarapannya dan langsung pergi. Tapi tiba-tiba....
__ADS_1
"Nay, lo bareng ama gue berangkat sekolah" kata Leon yang datang menghampiri Naya yang sedang berdiri.
Naya mengangkat sebelah alisnya "Lo beneran mau berangkat bareng gue. Gak mau, nanti nyampe di sekolah pacar-pacar lo kecewa nantinya" jawabnya ketus.
"Sejak kapan gue punya pacar, dekat ama cewek aja gak pernah."
"Ya udah, jadi lo gak usah deket-deket dengan gue."
"Dasar Lo cewek aneh" kata Leon dengan nada datar.
"Lebih baik lo anggap gue begitu."
Naya langsung pergi, moodnya hancur di pagi hari gara-gara Leon.
"Dasar cowok sialan" umpat Naya.
Naya pergi ke sekolah di antar pak sopir, sedangkan Leon menggunakan mobil sportnya untuk pergi ke sekolah (sultan mah bebas).
*
*
*
"Nay, lo napa sih wajah bete gitu" tanya Ella.
"Iya nih, pasti ada masalah ini" sahut Putri.
"Sumpah deh, gue dah kesal ama tuh cowok." ucap Naya sambil *******-***** tangannya karena kesal.
"Sabar Nay. Gue tebak lo pasti kesal ama Leon kan" tanya Putri.
__ADS_1
"Lo pinter. Gue kesal ama Leon sialan." gerutu Naya.
"Nay, dari pada mood lo makin buruk lebih baik kita jalan-jalan di koridor sekolah" usul Ella.
"Iya deh. Lebih baik gitu dari pada gue bete disini gak jelas."
Naya, Ella, Putri keluar dari kelas, mereka berjalan mengelilingi koridor sekolah.
Hingga seseorang menghampiri mereka.
"Hai Naya" sapa Zayn.
"Hai Zayn, lo ngapain disini" tanya Naya.
"Mau samperin lo" jawab Zayn singkat.
"Ngapain lo samperin gue. Ada perlu ama gue."
"Gue mau ajak lo jalan berdua." kata Zayn sambil tersenyum.
Naya terkejut, begitupun dengan Ella dan Putri lebih terkejut. Zayn mengajak Naya berjalan berdua di sekolah.
"Masalahnya Zayn, gue bareng ama teman gue" ujar Naya.
"Nay, kami gak apa-apa kok, lo jalan aja bareng Zayn" kata Ella.
"Iya Nay. Jarang-jarang loh cogan ngajak jalan." ejek Putri
"Dasar lo, Putri cogan mulu dipikiran lo."
"Yaudah gimana Naya lo mau jalan bareng gue" tanya Zayn.
__ADS_1
"Kalau teman gue izinin, gue pergi deh bareng lo."
"Ella, Putri gue pinjam Naya dulu ya." kata Zayn sambil menggenggam tangan Naya dan membawanya pergi.